UPACARA NAUR PANEMPUH DALAM UPACARA DEWA YADNYA DI DESA PAKRAMAN SELAT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna)

I GEDE EDI ARI SUARNAYA, - (2011) UPACARA NAUR PANEMPUH DALAM UPACARA DEWA YADNYA DI DESA PAKRAMAN SELAT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
3 2011 I GEDE EDI ARI SUARNAYA 0714410095.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (16MB)

Abstract

Umat Hindu dalam menjalankan ajaran agamanya banyak melakukan
upacara-upacara keagamaan. Upacara keagamaan dalam agama Hindu menitik
beratkan pada ritual keagamaan yang diimplementasikan melalui ajaran Panca
Yadnya yang artinya lima macam upacara korban suci. Bagian dari Panca Yadnya
yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah Dewa Yadnya. Salah satu upacara
Dewa Yadnya adalah upacara Naur Penempuh yang dilakukan oleh masyarakat
Desa Pakraman Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Upacara Naur
Penempuh adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakkan tentang
korban atau persembahan sebagai upacara ganti rugi pemberitahuan (atur
piuning), ucapan terima kasih serta memohon keselamatan yang ditujukan
kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) yang
pelaksanaannya dipura Desa Pakraman Selat.
Dalam penelitian ini terdapat beberapa rumusan masalah antara lain : (1)
Bagaimanakah bentuk upacara Naur Penempuh dalam upacara Dewa Yadnya di
Desa Pakraman Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng? (2) Apa fungsi
upacara Naur Penempuh dalam upacara Dewa Yadnya di Desa Pakraman Selat,
Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng? (3) Apa makna filosofis upacara
Naur Penempuh dalam upacara Dewa Yadnya di Desa Pakraman Selat,
Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng? Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan ini, yaitu : (1) untuk
mengetahui bentuk upacara Naur Penempuh dalam upacara Dewa Yadnya di Desa
Pakraman Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, (2) untuk
mengetahui fungsi upacara Naur Penempuh dalam upacara Dewa Yadnya di Desa
Pakraman Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, (3) untuk
mengetahui makna upacara Naur Penempuh dalam upacara Dewa Yadnya di Desa
Pakraman Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Dalam memecahkan rumusan masalah, penulis menggunakan beberapa
teori untuk membedah ketiga rumusan masalah yang disebutkan diatas, teori ini
antara lain : (1) Teori Religi, (2) Teori Fungsional Struktural, dan (3) Teori
Simbol. Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini yakni data primer yang
bersumber dari lapangan dan data sekunder yang bersumber dari tinjauan pustaka,
dokumen, dan artikel-artikel. Data dikumpulkan melalui dengan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang didapat
menggunakan metode deskriptif kualitatif
Dalam hasil penelitian tentang bentuk upacara Naur Penempuh dalam
upacara Dewa Yadnya di Desa Pakraman Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten
Buleleng adalah bentuk sarana banten yang digunakannya, antara lain: Banten
Suci, Banten Seetan, Banten Pengapit Guling, Banten Sesayut Tegeh, Banten
Pengulapan, Banten Pengambeyan, Banten Pedukaan dan Banten Pegat Sot.
Upacara Naur Penempuh adalah merupakan upacara yang dilakukan untuk
memohon keselamatan dan mendapatkan sebuah anugrah dari Ida Sang Hyang
Widhi Wasa dan tujuannya adalah untuk melepaskan ikatan dari warga Desa
Pakraman Selat. upacara ini dilaksanakan di Pura Desa/Pura Pamulung agung
Desa Pakraman Selat setiap setahun sekali yang bertepatan pada purnama sasih
kelima, pada saat upacara Nyanjan yaitu pada saat ada upacara-upacara ataupun
piodalan diseluruh pura yang ada di Desa Pakraman Selat, dimana dalam
pelaksanaannya dipimpin oleh Pemangku Kahyangan Tiga. Upacara Naur
Penempuh dalam upacara Dewa Yadnya memiliki Fungsi Religius, Fungsi
Penyucian, dan Fungsi Penyelamatan. Pelaksanaan upacara Naur Penempuh
dalam upacara Dewa yadnya berfungsi memberikan keselamatan dan anugrah dan
memberikan keharmonisan hidup didalam keluarga maupun dimasyarakat. Makna
yang terkandung dalam upacara Naur Penempuh dalam upacara Dewa Yadnya di
Desa Pakraman Selat antara lain: Makna Filosofis, Makna Etika, dan Makna
Estetika. Namun didalam pelaksanaan upacara Naur Penempuh dalam upacara
Dewa Yadnya yaitu bermakna untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada Ida
Sang Hyang Widhi Wasa, karena telah melimpahkan anugrah dan keselamatan
kepada kita semua dan memohon kepada Sang Pencipta dengan ketulusan hati
agar dapat diberikan keharmonisan dan umur panjang serta hilang dari segala
musibah yang pernah kita temui baik di alam skala maupun niskala.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:33
Last Modified: 14 Apr 2026 02:33
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1132

Actions (login required)

View Item
View Item