TOLERANSI UMAT BERAGAMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PLURALIS DI DESA TEGALLINGGAH KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG (Kajian Filsafat Perenial)

I KADEK PARMAYASA, - (2011) TOLERANSI UMAT BERAGAMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PLURALIS DI DESA TEGALLINGGAH KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG (Kajian Filsafat Perenial). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
4 2011 I KADEK PARMAYASA 0714410086.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (10MB)

Abstract

ABSTRAK
Indonesia yang memiliki beribu-ribu pulau, serta kondisi masyarakatnya
yang terdiri dari suku, ras, agama, bahasa dan ada-stiadat yang berbeda-beda.
Fenomena tersebut sering menimbulkan berbagai pergesekan yang menimbulkan
berbagai konflik yang mengakibatkan korban jiwa, hal itu terjadi karena
perbedaan pemahaman politik, kebudayaan maupun agama. Perbedaan
pemahaman dan keyakinan sekarang ini sudah terkikis, yang diakibatkan oleh
berkurangnya sikap toleransi antar umat beragama yang mengakibatkan korban
yang berjatuhan, di antaranya: konflik Foso, Ambon, dan kerusuhan Sampit. Desa
Tegallinggah yang kondisi masyarakatnya yang memiliki berbagai perbedaan baik
latar belakang maupun kepercayaan, masyarakatnya dapat hidup berdampingan
secara harmonis. Kehidupan beragama yang dilaksanakan di daerah ini memiliki
berbagai persamaan terutama dalam proses pelaksanaan upacara keagamaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1).Bagaimana sejarah
kekerabatan masyarakat pluralis di Desa Tegallinggah? 2).Bagaimana bentuk
toleransi umat beragama di Desa Tegallinggah? 3).Serta bagaimana filosofi
toleransi umat beragama dalam kehidupan masyarakat pluralis di Desa
Tegallinggah?. Untuk membahas permasalahan tersebut, di gunakan teori
integrasi, teori simbol, dan teori fungsional struktural. Serta pengumpulan data
yang dilakukan melalui: observasi, wawancara, dokumentasi dan studi
kepustakaan. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis
deskriptif.
Berdasarkan Analisis kualitatif deskriptif, didapatkan hasil penelitian
sebagai berikut: Sejarah kekerabatan masyarakat Desa Tegallinggah, diawali oleh
pendatang dari Bugis yang beragama Islam dan di barengi oleh pendatang dari
daerah lain yang beragama Hindu, sehingga membentuk komunitas di daerah ini.
Interaksi yang dilakukan mengakibatkan adanya sikap saling mempengaruhi yang
menyebabkan perpindahan agama secara besar-besaran dari kelompok masyarakat
yang beragama Hindu, hal ini terjadi akibat adanya pengaruh Islamisasi dari
bagian kelompok masyarakat tersebut. Hubungan kekerabatannya pun terjadi
sangat erat sampai saat ini. Bentuk toleransi yang ditunjukan oleh masyarakatnya
terlihat jelas dalam berbagai bidang di antaranya: silaturahmi antar warga
masyarakat, bidang sosial ekonomi, dalam organisasi sosial ke masyarakatan,
bidang sosial budaya dan bidang sosial religius. Filosofi toleransi dalam
masyarakat pluralis adalah menumbuhkan sikap saling hormat-menghormati di
antara warga masyarakat, sikap kebersamaan yang dilakukan oleh seluruh warga
masyarakat akan memberikan berbagai filosofi dalam berbagai kehidupan di
ataranya: filosofi persatuan, filosofi kerukunan, filosofi kekeluargaan, serta
filosofi kebersamaan.
Mengingat pentingnya sikap toleransi di antara umat beragama, maka
diharapkan kepada semua lapisan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan
sikap toleransi dalam masyarakat pluralis untuk menciptakan situasi dan kondisi
yang kondusif.
Kata kunci: Toleransi, Masyarakat Pluralis dan Kajian Filsafat Perenial

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:33
Last Modified: 14 Apr 2026 02:33
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1133

Actions (login required)

View Item
View Item