PUTU SRI OKTARI, - (2011) AJARAN TRI HITA KARANA SEBAGAI LANDASAN MENUJU KEHARMONISAN HIDUP DI DESA BANJAR TEGEHA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG (Suatu Kajian Filosofis). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
5 2011 PUTU SRI OKTARI 0714410091.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only
Download (12MB)
Abstract
ABSTRAK
Hidup harmonis seperti aman, damai, sejuk, sejahtera dan sejenisnya
merupakan dambaan setiap orang yang normal di dunia ini. Membangun
kehidupan bersama yang harmonis, dinamis dan produktif di bumi ini memang
membutuhkan landasan filosofi yang kuat. Dengan demikian, kehidupan bersama
itu akan menjadi wadah setiap insan yang mendambakan kesejahteraan lahir
bathin secara utuh dan berkesinambungan Salah satunya ajaran Tri Hita karanа
yaitu tiga penyebab keharmonisan. Ketiga keharmonisan tersebut sesungguhnya
telah mewakili seluruh aspek kehidupan manusia, karena di dalamnya telah
mencangkup aspek kehidupan sekala dan aspek niskala. Penelitian ini mengangkat
tiga masalah yaitu: (1) Bagaimana ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan
bermasyarakat di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng,
(2) Bagaimana konsep Tri Hita Karana dalam membina keharmonisan hidup di
Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, dan (3) Bagaimana
Implementasi ajaran Tri Hita Karana di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar,
Kabupaten Buleleng.
Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui ajaran Tri Hita
Karana dalam masyarakat Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten
Buleleng; (2) untuk mengetahui konsep Tri Hita Karana dalam membina
keharmonisan di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng;
(3) untuk mengetahui implementasi ajaran Tri Hita Karana di Desa Banjar
Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Untuk membahas masalah tersebut digunakan teori fungsional struktural
dan teori nilai. Untuk mencari data dilakukan dengan menggunakan pendekatan
kualitatif dengan cara observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi.
Ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Banjar
Tegeha, sesuai dengan pembagian ketiga konsep tersebut hubungan manusia
dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), dalam hal ini lebih
ditekankan pada upaya manusia khususnya masyarakat Banjar Tegeha untuk
selalu ingat dan berhubungan harmonis dengan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan
Yang Maha Esa). Untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta dapat dilakukan
dengan cara bersembahyang, memahami dan mengamalkan ajaran Agama.
Menjauhi segala larangannya, sopan santun dan ramah terhadap lingkungan
dimanapun kita berada, karena manusia, sesuai kodratnya, tidak bisa hidup
menyendiri, dan hidup atas dasar persaudaraan. Konsep Tri Hita Karana dalam
membina keharmonisan di Desa Banjar Tegeha, konsep keharmonisan hidup
merupakan tujuan seluruh umat manusia, dan terwujudnya keharmonisan hidup di
desa adat Banjar Tegeha sudah tentu ditopang oleh pilar dasar nilai konsep Tri
Hita karana yang dijiwai, oleh nilai ajaran agama. Implementasi ajaran Tri Hita
Karana di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sudah dilaksanakan dengan baik,
karena implementasi erat kaitannya dengan penerapan dari masing-masing
individu yang telah menggunakan ajaran Tri Hita Karana sebagai tali pengikat
dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan landasan Tri Hita Karana akan diyakini
membawa kebahagiaan dan keharmonisan yang menjadi tujuan hidup manusia.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:33 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:33 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1134 |

