PERANAN PRAPEN BAGI WARGA PANDE DI KELURAHAN KAWAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI

NI KADEK IIN INDRIANI PANDE, - (2011) PERANAN PRAPEN BAGI WARGA PANDE DI KELURAHAN KAWAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
9 2011 NI KADEK IIN INDRIANI PANDE 0714410049.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (10MB)

Abstract

ABSTRAK
Setiap clan di Bali pasti memiliki aturan dan juga halangan tertentu yang
dalam masyarakat Hindu Bali disebut dengan Bhisama. Bhisama adalah
merupakan pesan atau wasiat yang tidak mungkin di langgar. Seperti pula halnya
dengan warga pande yang ınerupakan salah satu bagian dari masyarakat di Bali.
Bhisama pande tersebut merupakan tuntunan bagi warga pande dalam
menjalankan swadarma atau kewajiban dalam kehidupan. Swadarma seorang
pande adalah mengolah berbagai macam logam seperti besi, perak, tembaga, emas
dan juga kuningan. Pekerjaan dalam menggolah bahan-bahan tersebut diberinama
memande. Pekerjaan memande atau merapen ini dilakukan pada tempat yang
khusus, tempat tersebut disebut dengan prapen. Adapun rumusan masalah yang
digunakan sebagai landasan penelitian adalah : 1) Bagaimana proses pembuatan
prapen warga Pande? 2) Apa fungsi Prapen bagi warga Pande? 3) Apa makna
filosofis Prapen bagi Warga Pande?
Masalah dalam penelitian ini dibedah dengan menggunakan tiga teori yang
pertama teori proses pembarguran, untuk mengetahui bagaimana sebuah
bangunan prapen tersebut dibanggun. Teori yang kedua yaitu teori fungsional
struktural, teori ini digunakan untuk menelaah tentang prapen dalanı defenisi
fungsional, yang ketiga adalah teori makna yang akan membedah apa makna yang
terkandung dalam prapen tersebut. Metode peneiitian yang dipakai adalah
menggunakan metode pendekatan secara deskriftif kualitatif. Dengan
menggunakan data primer dan data sekunder, serta instrument perelitian
menggunakan pedoman wawancara. Pengumpulan daía dilakukan dengan
observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Analisis data dilakukan
dengan deskriptif dan kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa; dalam pemouatan prapen terdapat persyaratan yang harus dipatuhi
menurut kosala kosali seperti hari, arah dan hitungan letak bangunan. Prapen
seharusnya di bangun pada sebelah Selatan karena arah Selatan merupakan tempat
berstananya Dewa Brahma.
Fungsi dari prapen bagi warga pande adalah sebagai identitas dari
kepandean. Selain itu fungsi prapen bagi warga pande adalah merupakan penolak
bala atau hal-hal yang bersifat negatif yang akan masuk kepekarangan.
Pada prapen memiliki beberapa makna diantaranya adalah makna
filosofis, makna filosofis pada perapen yaitu adalah merupakan suatu perwujudan
dari ajaran Panca Bayu yang mana terdapat lima unsur kekuatan yang terdapat
pada prapen itu sendiri. Makna religius yang terkandung yaitu dalam bangunan
prapen tersebut tempat berstananya Dewa Brahma yang disimbolkan dengan api,
yang mana pada pembuatan dan peleburan besi di prapen tersebut memerlukan
peranan api. Prapen juga merupakan tempat pemujaan bagi Dewa Tri Murti.
Makna kekerabatan dapat diartikan pula sebagai pengakrab antara warga pande
satu dengan warga pande lainya, karena dengan adanya prapen ini orang akan
dapat megetahui bahwa sang tuan rumah merupakan nyame pande atau tidak, jika
bukan berasal dari warga parnde minimal ada rasa kedekatan sebagai pande yang
memiliki propesi dalam mengolah besi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:34
Last Modified: 14 Apr 2026 02:34
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1138

Actions (login required)

View Item
View Item