NI KOMANG AMI, - (2011) FILOSOFI BANTEN SAMBUTAN DI NYIRU DALAM UPACARA OTONAN DI DESA ADAT ABABI KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
10 2011 NI KOMANG AMI 0714410074.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
ABSTRAК
Upacara otonan merupakan salah satu bagian dari manusia yadnya.
Upacara ini dilaksanakan, sebagai hari peringatan kelahiran berdasarkan sapta
wara, panca wara, dan pawukon. Di Desa Adat Ababi ada banten sambutan di
nyiru dalam upacara otonan yang spesifik disebut otonan di nyiru. Upacara ini
dilaksanakan secara turun-temurun namun belum dipahami secara jelas makna
filosofi yang terkandung didalamnya. Berkenaan dengan itu penulis akan
mengkaji Banten Sambutan di nyiru dalam upacara otonan di Desa Adat Ababi
Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Tujuan dalam penelitian ini untuk
mengetahui: 1) Bagaimana bentuk banten sambutan di nyiru dan pelaksanaan
upacara otonan di Desa Adat Ababi Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem?
2) Apa fungsi banten sambutan di nyiru dalam upacara otonan di Desa Adat
Ababi Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem.? 3) Apa makna filosofi banten
sambutan di nyiru dalam upacara otonan di Desa Adat Ababi Kecamatan Abang
Kabupaten Karangasem?
Permasalahan tersebut dibedah dengan teori: 1) fungsional struktural, 2)
simbol dan 3) religi. Tehnik pengumpulan data, wawancara, observasi,
kepustakaan, analisa data dan menggunakan data deskritif kualitatif.
Berdasarkan analisa data deskritif kualitatif didapat hasil penelitian
sebagai berikut 1) bentuk banten sambutan di nyiru sebagai alasnya dipakai
sebuah nyiru yang lain diisi beras basetampel benang putih, uang kepeng 225
keping, lalu ditutupi dengan sebuah taledan yang agak besar. Diatasnya diisi
sebuah tumpeng puncaknya diganti dengan sebutir telur yang telah direbus.
Tumpeng ini disertai pula dengan beberapa jenis ketupat penyambutan, rerasmen,
iwak ayam yang dipanggan, jajan, buah-buahan, sampian nagasari, pengeresikan,
peras, dan ajuman. Semua perlengkapan ini ditutupi dengan sebuah sampian
penyambutan ditambahkan batu asahan yang dialasi dengan dapdap dan gunting.
Banten penyambutan ini dilengkapi dengan ayaban tumpeng pitu beserta
runtutannya dan pengulapan : jenis-jenis upakara dalam upacara otonan,
rangkaian pelaksanaan upacara otonan. 2) fungsi banten sambutan di nyiru dalam
upacara otonan yaitu berfungsi sebagai penebusan, berfungsi sebagai kelepasan
dan berfungsi sebagai kekuatan tenaga si bayi. 3) makna banten sambutan di
nyiru dalam upacara otonan yang meliputi makna folosofis, makna sosial, makna
ritual, makna keseimbangan. Makna filosofi banten sambutan di nyiru untuk
menyeimbangkan unsur purusa dan prakerti, Tri Hita Karana, sabda, bayu, idep
sehingga akan terwujud suatu keharmonisan.
Banten sambutan di nyiru yang dipergunakan dalam upacara otonan
untuk melestarikan kebudayaan demi mengingat pentingnya banten sambutan di
nyiru demi mengajegkan agama Hindu.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:34 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:34 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1139 |

