ESENSI UPACARA MACOLONGAN DI DESA PAKRAMAN KEKERAN, MENGWI, BADUNG (Perspektif Bentuk, Fungsi, dan Makna)

I GUSTI NGURAH BUDHI DUARSA, - (2011) ESENSI UPACARA MACOLONGAN DI DESA PAKRAMAN KEKERAN, MENGWI, BADUNG (Perspektif Bentuk, Fungsi, dan Makna). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
1 2012 FIL I GUSTI NGURAH BUDHI DUARSA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (11MB)

Abstract

ABSTRAKSI
Upacara Macolongan merupakan upacara yadnya yang dilaksanakan dengan
tujuan untuk mengembalikan nyama bajang sang bayi serta melukat sang ibu dan
bayinya agar bersih dari cuntaka. Dalam penelitian kualitatif yang berjudul
pelaksanaan Upacara Macolongan di Desa Pakraman Kekeran, Mengwi, Badung.
Adapun rumusan masalah yang di dapat adalah ; 1) Bagaimanakah bentuk prosesi
pelaksanaan Upacara Macolongan di Desa Pakraman Kekeran, Mengwi, Badung?, 2)
Fungsi apakah yang terkandung dalam pelaksanaan Upacara Macolongan di Desa
Pakraman Kekeran, Mengwi, Badung?, 3) Makna apakah yang terkandung dalam
pelaksanaan Upacara Macolongan di Desa Pakraman Kekeran, Mengwi, Badung?
Untuk mengkaji dan membedah ketiga permasalahan tersebut guna untuk
mendapatkan hasil penelitian secara maksimal, peneliti menggunakan tiga teori yakni
; teori religi membedah nilai religi yang terkandung dalam pelaksanaan Upacara
Macolongan, teori fungsional struktural membedah ragam fungsi yang terkandung
dalam pelaksanaan Upacara Macolongan, dan teori makna membedah ragam makna
yang terkandung dalam pelaksanaan Upacara Macolongan. Dalam penelitian ini,
penulis menggunakan metode pengumpulan data yakni, peneliti menggunakan teknik
penentuan informan secara purposive sampling. Setelah peneliti menemukan para
informan yang dipandang bisa memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan
Upacara Macolongan secara radikal dan maksimal, peneliti menggunakan beberapa
cara untuk menggali informasi kepada para informan melalui metode observasi,
wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Setelah data didapat dari para informan,
peneliti akhirnya menganalisis hasil penelitian tersebut melalui metode analisis
kualitatif dan metode analisis deskriptif.
Bentuk prosesi pelaksanaan Upacara Macolongan mulai dari pamerajan
dengan melaksanakan surya sewana yang dilanjutkan dengan melakukan puja ke
dapur dan pemandian guna untuk memohon waranugraha dari Ida Bhatara Brahma
dan Ida Bhatara Wisnu. Setelah menghaturkan puja di dapur dan di pemandian, maka
tahap terkahir adalah melaksanakan puja di sanggah kemulan untuk memohon
waranugraha dari Ida Bhatara Hyang Guru dan Ida Bhatara Siwa.
Fungsi yang terkandung dalam pelaksanaan Upacara Macolongan yakni;. 1).
Fungsi pembersihan, merupakan salah satu fungsi pelaksanaan Upacara Macolongan
dengan tujuan untuk melukat sang ibu beserta bayinya agar terbebas dari cuntaka. 2).
Fungsi sosial kemasyarakatan, pelaksanaan Upacara Macolongan bertujuan untuk
membina persaudaraan antara sesama warga yang dikemas dalam bentuk tradisi
nguopin agar terjadi interaksi sosial. 3). Fungsi sekala dan niskala yang terkandung
dalam pelaksanaan Upacara Macolongan yakni dalam sisi sekala Upacara
Macolongan merupakan upacara yang berfungsi sebagai pemulihan kondisi sang ibu
agar kembali bugar serta dalam fungsi niskala angka 42 merupakan perhitungan
angka samkhya sebagai dasar tattwanya sehingga dapat dijadikan simbol agama
antara lain, angka 4 dijumlahkan dengan angka 2 menjadi 6 dan perhitungan angka 6
ini dijadikan simbol sad ripu. 4). Fungsi religius yang terkandung dalam pelaksanaan
Upacara Macolongan yakni Upacara Macolongan merupakan upacara manusa
yadnya yang bersifat bebali karena dalam pelaksanaannya menggunakan sarana
upakara. 5). Fungsi pelestarian budaya yang terkandung dalam pelaksanaan Upacara
Macolongan adalah Upacara Macolongan merupakan budaya asli masyarakat Hindu
di Bali dan wajib dilaksanakan guna untuk memperoleh waranugraha dari Ida Sang
Hyang Widhi Wasa berupa tirta pengelukatan. 6). Fungsi solidaritas yang terkandung
dalam pelaksanaan Upacara Macolongan adalah untuk membina keharmonisan
dengan cara melakukan interaksi sosial antar sesama warga yang nantinya bertujuan
untuk menyolidkan rasa menyama braya.
Maknana yang terkandung dalam pelaksanaan Upacara Macolongan yakni; 1).
Makna etika dalam pelaksanaan Upacara Macolongan yakni pelaksanaan upacara
tersebut harus didasari oleh nilai-nilai kesusilaan dan nilai-nilai pendidikan agama
Hindu. 2). Dalam makna estetika, keindahan yang terkandung dalam pelaksanaan
Upacara Macolongan keindahannya akan terlihat apabila upacara tersebut berjalan
dengan lancar serta keindahan akan muncul apabila ada penilaian dari orang lain
secara subyektif. 3). Makna filosofis dalam Upacara Macolongan didasari oleh nilai
kebenaran yang secara faktual bertujuan untuk melukat sang ibu dan sang bayi serta
mengembalikan nyama bajang sang bayi agar kembali ketempat asalnya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:34
Last Modified: 14 Apr 2026 02:34
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1142

Actions (login required)

View Item
View Item