KETUT UDYANI, - (2011) REKONSTRUKSI AJARAN TRI HITA KARANA PADA MASYARAKAT HINDU DI BALI (Studi Kasus di Desa Pakraman Pegadungan, Sukasada, Buleleng). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
4 2012 FIL KETUT UDYANI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (13MB)
Abstract
ABSTRAK
Membangun kehidupan bersama yang harmonis berlandaskan ajaran Tri Hita
Karana akan menjadikan manusia sadar akan kodratnya sebagai makhluk yang perlu
sesama. Ajaran Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup umat Hindu di Bali yang
akan mewujudkan kesejahteraan lahir batin dan kehidupan yang harmonis, sebab Tri
Hita Karana merupakan tiga penyebab keharmonisan atau kesejahteraan yang
mewakili seluruh kehidupan manusia mencakup sekala dan niskala. Fenomena yang
terjadi tiada lain kurangnya kesadaran dari pada masyarakat desa tentang
kewajibannya sebagai makhluk sosial religius, sehingga perlu dilakukan pembinaanpembinaan terutama menyangkut masalah keagamaan. Penyebabnya tiada lain karena
masyarakat terdiri dari berbagai jenis watak manusia dan kurang menyadari akan
kewajibannya.
Penelitian ini mengangkat masalah yaitu: (1) Bagaimana keberadaan Desa
Pakraman Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng terkait dengan
ajaran Tri Hita Karana?, (2) Bagaimana peranan ajaran Tri Hita Karana terhadap
masyarakat Hindu di Desa Pakraman Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten
Buleleng?, (3) Bagaimana makna ajaran Tri Hita Karana di Desa Pakraman
Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng?.
Untuk membahas masalah tersebut digunakan teori demografi, teori eklektis
dalam konteks konstruksi realitas, dan teori fungsional struktural. Untuk mencari data
menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara wawancara, observasi, studi
kepustakaan, dan dokumentasi.
Ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan masyarakat di Desa Pakraman
Pegadungan, sesuai dengan sumber daya Brahman (Parhyangan) yang hubungannya
dengan Sang Hyang Widhi, ini dilakukan dengan cara memantapkan keyakinan dan
selalu ingat kepada beliau melalui sembahyang dan mengamalkan ajaran agama yang
berlandaskan dharma. Selain itu jangan lupa bahwa manusia harus berhubungan
dengan sesamanya dengan menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan yang terpenting
menjaga lingkungan sekitar kita hidup. Konsep Tri Hita Karana dalam membina
hubungan umat manusia sangat berperan penting demi tercapainya tujuan hidup yaitu
moksartham jagadhita ya ca iti dharma. Terwujudnya kehidupan yang harmonis
baik sekala dan niskala tentu sangat dipengaruhi oleh kesadaran masing-masing
masyarakat dalam memupuk solidaritas untuk membangun desa ke arah kemajuan.
Aplikasi dari ajaran Tri Hita Karana di Desa Pakraman Pegadungan sudah cukup
baik, namun harus tetap dipertahankan dan lebih dimantapkan agar mampu
menumbuhkan suasana yang menyejukkan hati secara lahir batin setiap masyarakat
yang menuju pada kesejahteraan dan kebahagiaan, sebagai landasan hidup
masyarakat desa meskipun terdapat sedikit masalah dalam kenyataannya. Hubungan
yang harmonis baik manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, hubungan dengan
sesama, maupun hubungan dengan lingkungan akan memberikan kesan yang baik
bagi setiap manusia yang hidup di dalamnya. Adapun yang menjadi kunci utamanya
adalah: (1) agar masyarakat Desa Pakraman Pegadungan dapat mengetahui ajaran Tri
Hita Karana yang baik dan benar, dan (2) agar dapat mengimplementasikan ajaran
Tri Hita Karana sesuai dengan maknanya.
Kata kunci: Rekonstruksi, Tri Hita Karana menuju kebahagiaan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:34 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:34 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1145 |

