MAKNA FILOSOFIS PERAYAAN GALUNGAN DI DESA KAMPUNG BALI, KECAMATAN WAMPU, KABUPATEN LANGKAT, SUMATRA UTARA

MADE SUKARTIKA, - (2011) MAKNA FILOSOFIS PERAYAAN GALUNGAN DI DESA KAMPUNG BALI, KECAMATAN WAMPU, KABUPATEN LANGKAT, SUMATRA UTARA. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
5 2012 FIL MADE SUKARTIKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (12MB)

Abstract

ABSTRAK
Setiap agama yang ada di dunia pasti mempunyai hari raya keagamaan,
begitu pula umat Hindu yang ada didaerah transmigrasi yang ada di Sumatra
Utara yang terdiri dari bermacam-macam suku, bahasa, budaya dan bermacammacam agama, tetapi merupakan satu kesatuan yang Berbhineka Tungggal Ika.
Perbedaan inilah yang mendorong masyarakat Desa Kampung Bali, Kecamatan
Wampu, Kabupaten Langkat untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama
untuk mewujudkan masyarakat yang aman, damai, dan tentram. Demikian pula
umat Hindu yang ada di Desa Kampung Bali, didalam melaksanakan Hari Raya
keagamaan sebagaimana mestinya sesuai dengan tempat, waktu dan keadaan
yang didalam agama Hindu biasa disebut Desa, Kala, dan Patra. Selain itu
perayaan Galungan biasanya dilaksanakan Dharma Santi di lingkungan keluarga,
berupa kegiatan kunjung mengunjungi/silaturahmi yang dilakukan antar sesama
umat Hindu maupun kunjungan yang dilakukan oleh umat lain terhadap umat
yang beragama Hindu, yang bertujuan agar terciptanya kerukunan antar umat
beragama di Desa Kampung Bali, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.
Silaturahmi ini selalu dilakukan oleh masyarakat Desa Kampung Bali guna
mencegah terjadinya konflik antar umat beragama karena konflik hanya akan
membawa penderitaan dan kesengsaraan bagi masyarakat.
Silaturahmi hanya dilaksanakan pada saat perayaan Galungan, karena
masyarakat Desa Kampung Bali mayoritas adalah petani, sehingga pada hari-hari
biasa mereka sibuk dengan urusan dan pekerjaannya masing-masing, dan pada
saat hari raya Galungan ini semua masyarakat Desa Kampung Bali meluangkan
waktu untuk melakukan kegiatan silaturahmi untuk mencegah terjadinya konflik
antar umat beragama. Di mana biasanya Dhrama santi (silaturahmi) di lakukan
pada saat penyepian, tetapi di Desa Kampung Bali silaturahmi dilaksanakan pada
saat hari raya Galungan itu yang membuat berbeda dari daerah yang lain.
Pengumpulan Data dilakukan dengan. Observasi, Wawancara dan Studi
Dokumen Adapun teori yang gunakan dalam membedah Bentuk, Fungsi dan
Makna perayaan Galungan adalah dengan menggunakan Teori Interaksi Sosial,
Teori Fungsional Struktural, Teori Makna dan Teori Simbol.
Tulisan ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dengan rumusan
masalah, yaitu (1) Bagaimana Bentuk perayaan Galungan di Desa Kampung Bali,
Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat? (2) Apa fungsi perayaan Galungan di
Desa Kampung Bali, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat? (3) Apa Makna
filosofis perayaan Galungan di Desa Kampung Bali, Kecamatan Wampu,
Kabupaten Langkat. Hasil Penelitian ini yaitu Sebagai Berikut: Bentuk, yang
dilakukan melalui dua bidang yaitu dibidang keagamaan dan dibidang sosial.
Dibidang keagamaan meliputi pada saat penampahan Galungan, dan pada saat
hari Galungan, sedangkan dibidang sosial meliputi saling memberi bingkisan, dan
bersilaturahmi.

Fungsi, yaitu sebagai media kerukunan antar umat beragama, media
kerukunan antar umat beragama yang fungsinya meliputi sebagai media
pendidikan, media komunikasi, dan media integrasi sosial.
Makna, yaitu Makna solidaritas dan Makna Toleransi antar umat
beragama, Makna keagamaan, dan Makna Etika.
Kata kunci: Makna Filosofis, Galungan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:34
Last Modified: 14 Apr 2026 02:34
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1146

Actions (login required)

View Item
View Item