2012 NI KETUT SUMANTARI, - (2012) KAJIAN FILOSOFI CARU JAGA-JAGA DI PURA DALEM AGUNG PAKRAMAN BESAN KECAMATAN DAWAN KABUPATEN KLUNGKUNG. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
6 2012 FIL NI KETUT SUMANTARI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (9MB)
Abstract
ABSTRAK
Skripsi yang berjudul “Kajian Filosofi Caru jaga-jaga Di Dalem Agung Desa
Pakraman Besan Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung" ini pada intinya ingin
mengetahui proses pelaksanaan upacara Majaga-jaga, fungsi upacara carujaga-jaga dan
makna upacara caru jaga-jaga. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah karena
keanekaragaman budaya yang terdapat di Bali yang masing-masing mempunyai
keunikan tersendiri dan nilai-nilai yang ingin diungkap, serta keinginan untuk
menghayati secara mendalam upacara caru jaga-jaga di Desa Pakraman Besan
Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. Ada tiga permasalahan pokok dalam
penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Caru jaga-jaga di Desa Besan?
(2) Apa fungsi upacara Caru jaga-jaga bagi masyarakat Desa Besan? (3) Bagaimana
makna Caru jaga-jaga di Desa Besan?
Teori yang digunakan untuk memecahkan rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah; (1) teori religi, teori ini untuk mangkaji pelaksanaan upacara Majaga-jaga di
Desa Besan; (2) teori fungsional struktural, teori ini digunakan untuk menganalisis
struktur, fungsi dan makna upacara Caru jaga-jaga di Desa Besan; (3) teori simbol, teori
ini digunakan sebagai alat untuk membedah permasalahan yang berkaitan dengan makna
dalam upacara Caru jaga-jaga di Dalem Agung Desa Pakraman Besan Kecamatan
Dawan Kabupaten Klungkung.
Penelitian yang dilakukan untuk skripsi ini adalah penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data yang berupa pernyataanpernyataan dan ungkapan-ungkapan deskriptif. Dalam usaha mengembangkan teori
berdasarkan data lapangan, metode observasi juga digunakan dalam penelitian ini,
metode wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumen sehingga paling tidak ada
peluang untuk melakukan pengecekan ulang data yang didapat, dengan demikian akurasi
data menjadi lebih terjamin.
Berdasarkan metode penelitian di atas, hasil penelitian ini dapat diuraikan
sebagai berikut: Proses pelaksanaan upacara Caru jaga-jaga dilaksanakan pada tilem
kasanga setiap tiga tahun sekali, upacara dimulai pada pukul 13.00 wita. Sapi terlebih
dulu diupacarai sebelum dilakukan proses pembunuhan, setelah sapi dibunuh, beberapa
bagian tubuh sapi dan ± 1 kilo gram dagingnya diambil untuk dijadikan caru. Dan sisa
dagingnya dibagikan kepada masyarakat. Mengenai fungsi dan makna upacara Majagajaga, terdapat empat fungsi pokok dalam upacara ini, yaitu (1) fungsi religius; (2)
fungsi sosial, (3) fungsi penyucian (4) fungsi persembahan. Sedangkan makna yang
terkandung didalamnya yaitu (1) makna filosofi (2) makna religious (3) makna etika (4)
makna keseimbangan.
Kata-kata kunci : Carujaga-jaga, Dalem Agung
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:34 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:34 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1147 |

