NI NENGAH SUKARDIASIH, - (2012) EKSISTENSI BANJA BALI DALAM ERA MODERNISASI DI DESA SEMBIRAN Studi Kasus di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
7 2012 FIL NI NENGAH SUKARDIASIH.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Abstract
ABSTRAK
Keberagaman budaya, tradisi, dan adat istiadat di indonesia memberikan
kesempatan masyarakatnya dalam menuangkan ide-ide kreatif kedalam seni yang
mencerminkan suatu keindahan dan keunikan yang keberadaanya dihubunngkan
dengan kegunaan dan tujuan, yang berkaitan dengan aktivitas sosial budaya
masyarakatnya. Setiap melaksanakan upacara keagamaan di Bali khususnya umat
Hindu yang berada di Desa Sembiran selalu menggunakan pakaian adat pada
umumnya, sebagai busana dalam mengikuti ritual keagamaan.
Tetapi tidak demikian halnya dengan masyarakat Desa Sembiran, pada
hari-hari suci tertentu khusus untuk remaja putri yang berusia 17 tahun dan telah
menjadi daha diwajibkan mengenakan pakaian tradisional yang sering disebut
dengan Banja Bali sebagai busana adat ke Pura. Banja Bali merupakan salah satu
bentuk kerajinan tenun yang mampu menunjukkan jati dirinya sebagai lambang
identitas asal, karena memiliki ciri khas tampilan motif, warna, desain dan teknik
pembuatannya. Bentuk Banja Bali dalam kehidupan masyarakat Desa Sembiran
lebih menonjolkan kesederhanaan dan dapat diketahui dari segi ukuran, bahan,
warna, dan jenis motif yang digunakan dalam tampilannya.Selain tampilannya
Banja Bali berfungsi sebagai sarana yang digunakan dalam mengikuti ritual
keagamaan, Banja Bali juga memiliki makna yang terkandung dalam kehidupan
masyarakatnya sebagai pendukung budaya Bali agar tetap lestari dan dapat
mempertahankan nilai-nilai yang telah hidup dan berkembang di Desa Sembiran.
Berkaitan dengan hal tersebut permasalahan yang dibahas dalam penulisan ini
adalah sebagai berikut,(1) Bagaimana bentuk Banja Bali dalam era modernisasi di
Desa Sembiran, (2) Apa fungsi Banja Bali dalam era modernisasi di Desa
Sembiran, (3) Apakah makna Banja Bali dalam era modernisasi di Desa
Sembiran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (1)
teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, (2)
teknik penentuan informan, (3) teknik analisis data,dan (4) penyajian hasil analisis
data
Penelitian ini menggunakan tiga teori yaitu: teori simbol, teori fungsional
struktural dan teori makna. Teori simbol di gunakan untuk mengungkap bentuk
Banja Bali, teori fungsional struktural di gunakan untuk mengungkap fungsi dari
Banja Bali, teori makna di gunakan untuk mengungkap makna yang terdapat
dalam eksistensi Banja Bali dalam era modernisasi di Desa Sembiran.
Berdasarkan hasil analisa, dapat di simpulkan bahwa bentuk Banja Bali
dalam era modernisasi di Desa Sembiran yakni : Bahan yang digunakan dalam
pembuatan Banja Bali yang membuat Banja Bali adalah salah satu masyarakat
Desa Sembiran yang memang memahami dan menekuni kerajinan tenun
tradisional, model serta motif Banja Bali yaitu kain panjang yang bermotif garisgaris simetris yang menjadi ciri khasnya, dan yang memakai Banja Bali ini
khusus untuk remaja putri yang berusia 17 tahun dan telah menjadi anggota daha.
Fungsi Banja Bali yang terdapat dalam era modernisasi di Desa Sembiran adalah
fungsi pendidikan, fungsi etika, fungsi penutup aura, dan fungsi kebersamaan.
Makna yang terdapat dalam era modernisasi di Desa Sembiran adalah makna
kesucian, makna keseimbangan, makna solidaritas dan makna emansipasi atau
kesetaraan.
Kata Kunci : Eksistensi, Banja Bali, Modernisasi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:34 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:34 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1148 |

