NI PUTU ARIE SURYAWATI, - (2015) TRADISI PENJOR ANTEN SEBAGAI RITUAL KEAGAMAAN DI DESA ADATMENGWITANI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG (Perspektif Sosio Religius. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
8 S1 PENA 2015 NI PUTU ARIE SURYAWATI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (9MB)
Abstract
ABSTRAK
Salah satu tradisi unik yang dimiliki adalah penjor anten yang biasanyа
dipasang di depan rumah saat menyambut hari raya Galungan sebagai simbol
bahwa orang yang memasang penjor anten baru saja melaksanakan upacara
perkawinan kurun waktu satu Galungan sebelumnya. Penjor Anten biasanya
berbeda galungan dengan penjor-penjor yang dipasang warga di depan rumahnya di saat
untuk menandakan bahwa rumah tersebut dilaksanakan Tradisi penjor
anten sangat terkait dengan medelokan anten sebagai simbol bawasannya
kegiatan
masuknya anggota baru dalam desa adat yang berperan aktif dalam segala bentuk
keagamaan di desa tersebut.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :1). Bagaimana keberadaan penjor secага
umum pada masyarakat Hindu di Bali, 2). Bagaimana keberadaaan tradisi penjor
anten dalam ritual keagamaan di Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi,
Kabupaten Badung, 3).Bagaimana fungsi dan makna penjor anten dalam
perspektif komunikasi ritual keagamaan di Desa Adat Mengwitani, Kecamatan
Mengwi, Kabupaten Badung.Penelitian ini menggunakan teori Fungsional
sruktural, teori intraksionalisme simbolik, teori religi. Penelitian ini
menggunakann jenis kualitatif memakai analisis empirisdengan menggunakan
sumberdata primer dan sekunder. Pengumpulan data dengan cara observasi,
wawancara, dokumentasi dan kepustakaan.
Penelitian ini menemukan 1). Penjor pada jaman dahulu penjor di pasang
kala ada upacara keagamaan sebagai mana di ketahui bahwa ada bermacammacam jenis penjor, antara lain penjor caru, penjor biyukukung,penjor galungan,
dan sebagainyayang paling banyak di pergunakan karena mempunyai dekorasi
yang indah dan beragam adalah penjor galungan. Di dalam Weda Basuki Stawa di
sebut bahwa gunung (giri) itu adalah naga raja yang tidak lain adalah Naga
Basuki (jadi gunung = naga). Dalam mtologi dasar gunung agung di kenal
sebagai linggih sang hyang naga bhasuki. Ekor naga itu ada ada di pucak gunung
dan dari ekornyalah sang hyang naga basuki memberi kehidupan kepada manusia
dan kepala naga katanya ada di lautan dalam samudra stwa di sebutkan bahwa
lautan di sebut naga raja, dengan demikian air sama dengan naga. 2).Sarana yang
digunakan dalam penjor anten adalah bambu, janur,plawa, palabungkah-pala
gantung,jajan,bunga, kain putih-kuning, uang kepeng, ambu,ron,tali, semat.
Hiyansan yang dipasang pada penjor anten yaitu lamak,sampian gantung,sampian
penjor,tamiang. Upakara yang dipergunakan dalam rangkaian penjor anten adalah
sanggah penjor banten pejati, segehan, prayascita, pabiokaonan.3). Adapun fungsi
dan makna penjor anten dalam ritual keagaam di desa adat mengwitani kecamatan
mengwi kabupaten badung. Adapun fungsinya adalah Fungsi religius,fungsi
sosial, fungsi estetika, fungsi budaya, fungsi komunikasi. makna filosofis,
komunikasi religius,komunikasi simbolik, komunikasi transendental.
Kata Kunci : Tradisi Penjor Anten, Ritual Keagamaan, Perspektif Komunikasi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | Fakultas Dharma Duta > S1 - Penerangan Agama Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:35 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:35 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1159 |

