I GUSTI AYU PUTU GENJONG KARTIKA, - (2013) MAKNA FILOSOFIS MUSPA DI PURA PUSEH DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA PAKRAMAN PADANGAJI KECAMATAN SELAT KABUPATEN KARANGASEM. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
3 2013 FIL I GUSTI AYU PUTU GENJONG KARTIKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
ABSTRAK
Perkawinan ialah ikatan sekala niskala atau lahir batin antara seorang pria
dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga
yang bahagia dan kekal. Perkawinan memiliki rangkaian upacara yang sangat
komplek. Tentunya di setiap tempat memiliki rangkaian upacara perkawinan yang
berbeda sesuai dengan tradisi yang berkembang di daerah tersebut. Seperti halnya
upacara perkawinan yang dilaksanakan di Desa Pakraman Padangaji memiliki
keunikan tersendiri. Dalam rangkaian upacara perkawinan terdapat suatu tradisi
yang sampai saat ini masih dilaksanakan yang merupakan suatu keharusan dalam
setiap upacara perkawinan yaitu diadakannya Muspa di Pura Puseh dalam
rangkaian upacara perkawinan. Rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana
proses Muspa di Pura Puseh dalam upacara perkawinan di Desa Pakraman
Padangaji, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem?, 2) Apa fungsi Muspa di
Pura Puseh dalam upacara perkawinan di Desa Pakraman Padangaji, Kecamatan
Selat, Kabupaten Karangasem?,3) Apa makna filosofis Muspa di Pura Puseh
dalam upacara perkawinan di Desa Pakraman Padangaji, Kecamatan Selat,
Kabupaten Karangasem?.
Teori Religi, Teori Simbol, Teori Fungsional Struktural, dan Teori Makna
dipergunakan untuk membedah permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini.
Dalam penelitian ini digunakan cara-cara ilmiah baik dalam mendapatkan data,
mengolah maupun dalam menyajikan hasil penelitian dengan menggunakan
metode-metode ilmiah. Dalam mengumpulan data digunakan metode pencatatan
dokumen, pengamatan dan metode wawancara. Kemudian data yang diperoleh
diolah secara sistematis dan disusun secara runut dan utuh yang kemudian hasil
dari penelitian ini dipaparkan dalam pemaparan deskriptif analiasis.
Hasil penelitian ini, adalah: upacara ini tentatif asalkan tidak tepat jam 12
siang, tempat dilaksanakanya muspa yaitu di Pura Puseh. Proses upacara ini
terdiri dari beberapa komponen yaitu pelaku upacara dan upakara. Tata cara dari
pelaksanaan muspa ini diawali dengan kehadiran komponen-komponen dan
sarana-sarana muspa di Pura Puseh, menghaturkan banten, Pemangku akan mulai
ngastawaang banten, Setelah pemangku selesai ngastawaang maka calon
penganten melakukan pamuspaan. Pelaksanaan muspa ini memiliki tiga fungsi
yaitu: 1) fungsi religi,yaitu muspa merupakan komunikasi batin antara pasangan
penganten dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 2) fungsi sosial yaitu mendidik
warga masyarakat untuk hidup berdampingan secara harmonis, dan 3) fungsi
pengesahan yaitu perkawinan akan dianggap sah di Desa Pakraman Padangaji
setelah melakukan pamuspaan di Pura Puseh. Makna yang terkandung dalam
muspa yang dilakukan oleh pasangan penganten di Pura Puseh dalam rangkaian
upacara perkawinan di Desa Pakraman Padangaji,, ada dua yaitu: 1) Makna
Filosofis yaitu membentuk keluarga yang harmonis, dan 2) Makna Spiritual yaitu
menumbuhkan keyakinan terhadap Tuhan, dan mendoakan pasangan penganten
agar menjadi pasangan yang bahagia, sejahtera, dan langgeng.
KATA KUNCI: Filosofis, Muspa, Pura Puseh, Perkawinan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:35 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:35 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1162 |

