I WAYAN ALIT SUDIASA, - (2013) MAKNA FILOSOFIS PEMENTASAN TARI TOPENG LEGONG DI DESA PAKRAMAN KETEWEL KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
6 2013 FIL I WAYAN ALIT SUDIASA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (11MB)
Abstract
ABSTRAK
Umat Hindu di Bali dalam melaksanakan berbagai ritual atau Yadnya
selalu diiringi dengan kesenian. Kesenian dapat dikelompokan menjadi tiga jenis
yaitu: 1. Seni Wali adalah suatu jenis tarian yang dikeramatkan oleh umat Hindu
di Bali, yang dalam pelaksanaannya di gunakan untuk mengiringi dan melengkapi
jalannya upacara keagamaan di Bali, 2. Seni Babali adalah sebuah seni yang di
pertunjukan dan dipentaskan dalam upacara - upacara keagamaan guna
memantapkan suasana tersebut, 3. Seni Balih - Balihan adalah seni yang di
pertunjukan dan dipentaskan yang sifatnya hanya hiburan. Terkait dengan tari
sebagai penyatu upacara yadnya, khususnya dalam upacara Dewa Yadnya di Desa
Ketewel, ada sebuah tari yang sangat disakralkan yang disebut dengan Tari
Topeng Legong. Dalam pementasan Tari Topeng Legong ini memberikan
keselamatan dan kesejahteraan. Tari Topeng Legong ini mempunyai keunikan
tersendiri yaitu dalam pementasannya melukiskan tentang gerakan ragam bidadari
yang sedang menari-nari dikahyangan.
Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka dalam penelitian ini
mengetengahkan beberapa rumusan masalah sebagai berikut; 1) Bagaimana proses
pementasan Tari Topeng Legong Desa Pakraman Ketewel, 2) Apa fungsi
pementasan Tari Topeng Legong Desa Pakraman Ketewel, 3) Apa makna
filosofis pementasan Tari Topeng Legong Desa Pakraman Ketewel, Kecamatan
Sukawati, Kabupaten Gianyar. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam
menyelesaikan karya tulis ini, maka peneliti menggunakan beberapa teori sebagai
pisau bedah sesuai dengan rumusan masalah yang ada. Adapun teori yang peneliti
gunakan yaitu; 1) Teori Estetika, 2) Teori Fungsional Struktural, 3) Teori Simbol.
Tehnik Pengumpulan Data yang meliputi observasi, wawancara, studi
kepustakaan, dokumentasi, analisis data, dan pengecekan keabsahan data.
Proses pementasan Tari Topeng Legong di Desa Pakraman Ketewel
meliputi: Mitos Tari Topeng Legong, persiapan sebelum pementasan Tari Topeng
Legong, busana Tari Topeng Legong, pementasan Tari Topeng Legong, serta jenis
gamelan yang digunakan dalam pementasan Tari Topeng Legong. Fungsi Tari
Topeng Legong dalam upacara Dewa Yadnya memiliki fungsi religi, fungsi sosial,
dan fungsi kebudayaan. Fungsi religi digunakan sebagai sarana upacara piodalan.
Fungsi sosial digunakan sebagai sarana pengendalian sosial, norma sosial, dan
media sosial pada masyarakat Ketewel. Fungsi kebudayaan merupakan salah satu
jenis Tari wali warisan leluhur yang wajib dilestarikan oleh generasi penerus.
Makna filosofis pementasan Tari Topeng Legong yang terkandung dalam upacara
piodalan adalah makna estetika, makna relegi dan makna filosofīs. Makna estetika
Tari Topeng Legong merupakan ekpresi dari budaya dalam kehidupan manusia
serta dapat dinikmati oleh semua orang dan mampu memberikan manfaat cukup
besar dalam kehidupan masyarakat. Makna religi Tari Topeng Legong sebagai
ungkapan rasa Bhakti umat Hindu di Desa Ketewel untuk menyongsong kehadiran
Dewa dan Dewi yang bersemayam di Gunung Agung. Makna filosofis Tari
Topeng Legong adalah sebagai simbol para Dewa dan Dewi yang telah hadir
dalam upacara piodalan, dengan harapan mendapatkan perlindungan dan berkah
keselamatan.
Kata Kunci: Tari Topeng Legong; Piodalan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:36 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:36 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1165 |

