NI KOMANG SARIASIH, - (2013) PERANAN JRO PENYANGGA DALAM UPACARA NYANGGRA RAHINA PURNAMA KEDASA DI DESA KEDISAN KECAMATAN KINTAMANI (KAJIAN FILOSOFIS HINDU). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
8 2013 FIL NI KOMANG SARIASIH.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Abstract
ABSTRAK
Kebudayaan lokal masyarakat Bali sangat kaya, terlihat dari berbagai
kebudayaan yang dilaksanakan dari bagian barat sampai dengan wilayah timur
pulau Bali. Kebudayaan tersebut sudah diturunkan oleh para leluhur pendahulu
pulau Bali. Seperti pelaksanaan upacara Nyanggra Rahinan Purnama Kedasa di
Desa Kedisan. Upacara pelaksanaan tersebut dilaksanakan oleh Jero Penyangga,
Jero Penyangga sendiri merupakan anak kedua dari masing-masing dadya yang
terdapat di Desa Kedisan, dan istimewanya lagi Jero Penyangga di ganti setiap
dua tahun sekali. Sehingga Jero Penyangga berganti-ganti setiap dua kali
pelaksanaan upacara Nyanggra Rahinan Purnama Kedasa. Fenomena tersebut
yang melatari peneliti untuk mengankat permasalahan Jero Penyangga dengan
rumusan masalah (1). Bagaimana prosesi Upacara Nyanggra Rahina Purnama
Kadasa di Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli?, (2). Aра
Peranan Jro Penyangga dalam upacara Nyanggra Rahina Purnama Kadasa di
Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli?, dan (3). Apa makna
filosofis yang terkandung dalam Upacara Nyanggra Rahina Purnama Kadasa di
Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli?. Dengan tujuan
memberikan pemahaman kepada masyarakat luas mengenai konsep Jero
Penyangga serta dapat menanbah refrensi perpustakaan IHDN Denpasar.
Selanjutnya pustaka yang dijadikan refrensi adalah Sukrawati, dan rena pada
tahun 2008, dengan konsep (1) Peranan, (2) Jero Penyangga, (3) Upacara, (4)
Nyanggra Rahinan, (5) Purnama Kedasa, (6) Desa, dan (7) filosofi. Melalui
pengkajian dari teori (1) Etika, (2) Estettika, dan (3) teori tri hita karana.
Penelitian ini berlokasi di Desa Kedisan dengan jenis penelitian
kualitatif, sumber data primer dan skunder dan tehnik pengumpulan data dari
tehnik observasi, wawancara, dokumentasi, dan study kepustakaan serta analisis
hasil penelitian melalui desktistif kualitatif sehingga dapat menyajikan hasil
penelitian.
Proses upacara Nyanggra Rahinan Purnama Kedasa di Desa Kedisan
dilaksanakan dalam waktu tujuh hari meliputi nuasin karya, atau minta ijin kepada
leluhur akan melaksanakan upacara yadnya, selanjutnya upacara ne gede
sembangan dan upacara mekisis-kisi, pada upacara mekisi-kisi masyarakat tidak
diperkenankan untuk melakukan komunikasi atau bersuara, upacara pecaruan dan
upacara puncak dilaksanakan oleh Jero Penyangga didampingi oleh ketua ST.
Jero Penyangga berperan sebagai pemimpin umat, pengayom umat serta
pelestarian tradisi yang telah dilaksanakan oleh leluhur secara turun temurun.
Serta mana upacara tersebut dapat dikaji dari makna etika, estetika, serta makna
keharmononisan sehingga dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang
sejahtera.
Kata kunci: Jero Penyangga, Nyanggra Rahinan Purnama Kedasa.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:36 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:36 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1167 |

