TRADISI MAPINTON DALAM UPACARA NGUSABA GUMANG DI DESA PAKRAMAN BUGBUG , KECAMATAN KARANGASEM, KABUPATEN KARANGASEM (Perspektif Filosofi)

NI KOMANG SUARTINI, - (2013) TRADISI MAPINTON DALAM UPACARA NGUSABA GUMANG DI DESA PAKRAMAN BUGBUG , KECAMATAN KARANGASEM, KABUPATEN KARANGASEM (Perspektif Filosofi). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
9 2013 FIL NI KOMANG SUARTINI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (10MB)

Abstract

ABSTRAK
Tradisi Mapinton dalam Upacara Ngusaba Gumang dilaksanakan setiap dua
tahun sekali yaitu pada tahun genap yakni setiap purnamaning sasih kapat, nuju tri
wara beteng/wahya, sajeroning penanggal ping 13, 14, 15, menurut perhitungan
kalender Bali. Dalam pelaksanaan Tradisi Mapinton ini melalui beberapa tahapan
yaitu mabiyasa, upacara ngaturang banten, upacara nyaik nasi palupuhan, Mapinton.
Tradisi Mapinton dalam upacara Ngusaba Gumang di Desa Pakraman Bugbug,
memiliki 2 fungsi yaitu fungsi religius dan fungsi sosial. Ada pun Makna yang
terkandung dari Mapinton dalam upacara Ngusaba Gumang adalah makna filosofis
dan hakekat tradisi Mapinton
Berpedoman pada uraian tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk mengkaji
lebih jauh tentang Mapinton tersebut dengan judul penelitian “tradisi Mapinton dalam
Upacara Ngusaba Gumang di Desa Pakraman Bugbug, Kecamatan Karangasem,
Kabupaten Karangasem (Perspektif Filosofi). Dengan rumusan masalah sebagai
berikut: 1) Bagaimana proses tradisi Mapinton dalam Upacara Ngusaba Gumang di
Desa Pakraman Bugbug? 2). Apa fungsi tradisi Mapinton dalam Upacara Ngusaba
Gumang di Desa Pakraman Bugbug? 3). Apa makna filosofi yang terkandung dalam
tradisi Mapinton dalam Upacara Ngusaba Gumang di Desa Pakraman Bugbug?Yang
dibedah menggunakan tiga landasan teori yaitu: Teori Religi, Teori Simbol dan Teori
Fungsional Struktural. Cara memperoleh data ini dengan menggunakan pendekatan
kualitatif yang diperoleh melalui observasi, wawancara,dokumentasi kepustakaan
yang selanjutnya dianalisis dan disajikan dengan teknik deskriptif kualitatif.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui proses,
fungsi dan makna filosofi yang terkandung dalam tradisi Mapinton dalam Upacara
Ngusaba Gumang di Desa Pakraman Bugbug.
Sesuai dengan tema penelitian ini dapat dikemukakan hasil penelitian sebagai
berikut: 1) Proses dari pelaksanaan tradisi Mapinton, yaitu suatu upacara ngaturang
banten (sajen) pamintonan dengan runtutan anak babi guling yang di lakukan oleh
krama (masyarakat) desa pakraman Bugbug. 2) Tradisi Mapinton memiliki beberapa
fungsi yaitu: a) fungsi religius karena berkaitan dengan pelaksanaan Panca Yadnya.
b) Fungsi Sosial dapat dilihat dari masyarakatnya yang memikili ikatan keagamaan
yang kuat, dan merupakan daerah yang homogen sehingga memiliki vibrasi
keagamaan yang menyangkut tiga aspek agama hindu yang menyangkut Tattva, Etika
dan Acara. 3) Makna yang tercermin dari Tradisi Mapinton dalam Upacara Ngusaba
Gumang di Desa Pakraman Bugbug adalah: a).Makna filosofi dapat ditinjau dari
sejarahnya yaitu sebagai pembayaran utang .ada juga sarana lainnya seperti
menggunakan pisang 9 buah, yang melambangkan dewata nawa sanga, sebagai wujud
bakti ke hadapan para dewa-dewa.. b). Hakekat Tradisi Mapinton dalam Upacara
Ngusaba Gumang Setelah melaksanakan upacara mapinton secara otomatis tidak ada
keterikatan dalam pikiran. Dalam konteks kebebasan, berarti ketiadapaksaan.
Kata Kunci: Tradisi Mapinton; Upacara Ngusaba Gumang; persepektif Filosofi

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:36
Last Modified: 14 Apr 2026 02:36
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1168

Actions (login required)

View Item
View Item