MAKNA FILOSOFIS UPACARA PENGEROPYOKAN DI DESA PAKRAMAN GADUNGAN KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN

NI MADE AYU PUSPITA SARI, - (2013) MAKNA FILOSOFIS UPACARA PENGEROPYOKAN DI DESA PAKRAMAN GADUNGAN KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
11 2013 FIL NI MADE AYU PUSPITA SARI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (11MB)

Abstract

ABSTRAK
Dalam aagama Hindu salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan
Ida Sang Hyang Widi Wasa adalah dengan upacara yadnya. Upacara yadnya
merupakan wahana untuk menggerakkan semua isi alam dan termasuk
manusianya untuk ditingkatkan menuju kehidupan phisisk material maupun
mental spiritual. Salah satu pelaksanaan yadnya adalah upacara
pengeropyokan yang merupakan salah satu bagian dari upacara nangluk
merana. Upacara pengeropyokan dilaksanakan karena adanya serangan
hama tikus yang menyerang pertanian warga. Pelaksanaannya dilaksanakan
pada sasih kaenem karena merupakan sasih peralihan dari musim panas
menuju ke musim penghujan. Penelitian ini memiliki keunikan dilihat dari
sarana dan prasarana yang digunakan bagi masyarakat yang memiliki makna
sangat jelas di dalamnya, maka dari itu perlu diadakan penelitian lebih
lanjut.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pakraman Gadungan dengan
rumusan masalahnya adalah: (1) Bagaimanakah bentuk upacara
pengeropyokan di Desa Pakraman Gadungan? (2) Apakah fungsi upacara
pengeropyokan di Desa Pakraman Gadungan? (3) Apakah makna upacara
Pengeropyokan di Desa Pakraman Gadungan?. Adapun teori yang
digunakan adalah teori fungsi, teori religi dan teori simbol yang
dipergunakan untuk membedah rumusan masalah tersebut.
Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Jenis
data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini
diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik
penentuan informan yang digunakan dengan cara snowball yang berpusat
pada informan inti yang kemudian meluas ke informan-informan lainnya.
Hasil penelitian ini meliputi: (1) bentuk upacara pengeropyokan di
Desa Pakraman Gadungan yang dilaksanakan pada sasih kaenem yang
dilaksanakan di pura bedugul atau pura subak dengan prosesi inti yaitu
dengan melaksanakan hatur piuning kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa
sebagai salah satu perwujudan rasa bakti agar pelaksanaan upacara
pengeropyokan dapat berjalan dengan lancar. Sarana dan prasarana yang
dipergunakan sangat sederhana, seperti banten peras daksina dan segehan
jangkep/gede. Kegiatan upacara dipuput oleh seorang Pamangku Subak. (2)
Fungsi upacara pengeropyokan adalah sebagai fungsi dari peningkatan roh
terhadap hama tikus agar tidak kembali merusak lahan pertanian petani.
Fungsi pendukung lainnya adalah sebagai fungsi kesejahteraan masyarakat,
fungsi religius, fungsi estetika dan fungsi sosial. (3) Makna upacara
pengeropyokan, terdapat dua makna yaitu makna simbolik yang
menjelaskan berbagai arti simbol yang terdapat pada sarana dan prasarana
dari upacara pengeropyokan seperti: a) daksina sebagai lambang
penstanaan dari Ida Sang Hyang Widi Wasa, b) peras sebagai lambang Tri
Guna Sakti, c) segehan gede/jangkep sebagai lambang menetralisir antara
yang panas dengan yang dingin sehingga menjadi seimbang, d) tetimpug
sebagai lambang memanggil dan mengeluarkan dan berlanjut untuk pergi
meninggalkan atau kembalinya hama tikus keasalnya dan tidak kembali
merusak lahan pertanian, e) prayascita sebagai lambang kesejahteraan, f)
suci sebagai lambang pebersihan. Sedangkan makna filosofinya yaitu
terdapat di dalam pelaksanaan pemburuan tikus berlangsung di harapkan
menggunakan senjata tumpul seperti salah satunya menggunkan pentungan.
Dalam upacara pengeropyokan disebutkan ketajaman senjata akan
menyebabkan cuntaka. Kegiatan ini bermakna peningkatan roh dan
kesejahteraan bagi hama tikus agar setelah diadakan upacara
pengeropyokan hama tikus tidak menjelma kembali menjadi hama yang
merugikan petani.
Kata kunci: nangluk merana, upacara pengeropyokan

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:36
Last Modified: 14 Apr 2026 02:36
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1170

Actions (login required)

View Item
View Item