NI PUTU RICA WIDIANTARI, - (2013) PEMUJAAN SIWA DALAM WUJUD SIWA BHAIRAWA DI PURA KEBO EDAN DESA PAKRAMAN PEJENG KECAMATAN TAMPAK SIRING KABUPATEN GIANYAR. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
12 2013 FIL NI PUTU RICA WIDIANTARI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (11MB)
Abstract
ABSTRAK
Agama Hindu adalah agama yang berdasarkan pada keyakinan dan rasa
dalam setiap geraknya. Cara untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa dalam Agama
Hindu dilakukan dengan dua cara yaitu memuja Tuhan dalam aspek Acintyarūpa
dan Cintyarūpa. Pemujaan Tuhan dalam aspek Cintyarūpa ini juga terdapat di
Pura Kebo Edan Desa Pejeng, yaitu berupa arca besar yang biasa disebut oleh
masyarakat sekitar dengan sebutan palinggih Siwa Bhairawa. Palinggih Siwa
Bhairawa ini merupakan pemujaan yang dilakukan terhadap sakti Siwa yaitu
Durga. Bhairawa merupakan salah satu bagian dari sekte Tantrayana, yang dalam
setiap pemujaan menerapkan sistem panca ma. Di jaman sekarang ini,
pemahaman terhadap panca ma ini kini memiliki banyak pengertian yang
disalahartikan. Maka dari itu, pemahaman dan pengertian yang jelas perlu
dilakukan agar pengertian yang mendasar pada awal tidak menjadi rancu. Adapun
beberapa permasalahan yang peneliti rumuskan yaitu mengenai bentuk pemujaan
Siwa Bhairawa di Pura Kebo Edan, fungsi pemujaan Siwa Bhairawa di Pura
Kebo Edan, dan makna pemujaan Siwa Bhairawa di Pura Kebo Edan.
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai perbandingan antara teori
dengan praktek yang terjadi di lapangan dan untuk menambah khasanah
kepustakaan sebagai literatur dalam bidang keilmuan. Sedangkan manfaat dari
penelitian ini yaitu manfaat teoretis untuk menambah wawasan dalam bidang teori
serta pengembangannya dan manfaat praktis yaitu untuk memberikan sumbangan
pemikiran terhadap masyarakat mengenai pemujaan Siwa Bhairawa.
Teori yang dipergunakan untuk membedah masalah tersebut yaitu, teori
simbol untuk membedah masalah tentang bentuk pemujaan Siwa Bhairawa, teori
fungsional struktural untuk membedah masalah tentang fungsi pemujaan Siwa
Bhairawa, dan teori religi untuk membedah masalah tentang makna pemujaan
Siwa Bhairawa. Metode yang dipergunakan untuk membedah permasalahan ini
yaitu metode deskriftif dengan teknik pengumpulan data seperti observasi
,wawancara, dokumentasi, dan studi dokumen.
Bentuk pemujaan Siwa Bhairawa yang terdapat di Pura Kebo Edan
merupakan pemujaan yang dilakukan terhadap sakti yakni Durga sebagai Sang
Bhairawi. Adapun fungsi dari pemujaan tersebut yaitu fungsi sosial masyarakat
yaitu untuk menyatukan masyarakat sekitar berupa ngayah, fungsi religi yaitu
meyakini kekuatan Tuhan dari manifestasi Siwa, dan fungsi pelestarian budaya
yaitu untuk melestarikan tradisi setempat berupa budaya yang telah ada secara
turun temurun. Makna yang terkandung dalam pemujaan Siwa Bhairawa tersebut
yaitu makna religius yaitu cara memuja Tuhan dengan mendekatkan diri yang
telah dapat menciptakan keyakinan terhadap kekuatan Siwa dalam diri, makna
simbolis yaitu memuja Tuhan melalui perwujudan dalam bentuk arca yang
menciptakan nilai spiritual bagi penyembahNya, dan makna historis yaitu
mengubah pola pandang seseorang dari pemahaman yang negatif ke arah positif
sehingga menciptakan adanya nilai etika dan nilai prikemanusiaan dari pemujaan
Siwa Bhairawa.
Kata Kunci : Pemujaan Siwa, Siwa Bhairawa, Pura Kebo Edan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Brahma Widya > S1 - Filsafat Hindu |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:36 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:36 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1171 |

