PERANAN PRAJURU DALAM PEMBAGIAN PEKARANGAN DESA DI DESA PAKRAMAN BONA KECAMATAN BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR (Studi Kasus)

I GUSTI NGURAH NYOMAN SANTA MARYANA, - (2013) PERANAN PRAJURU DALAM PEMBAGIAN PEKARANGAN DESA DI DESA PAKRAMAN BONA KECAMATAN BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR (Studi Kasus). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
20 S1 HUKUM 2013 I GUSTI NGURAH NYOMAN SANTA MARYANA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (7MB)

Abstract

Abstrak
Desa Adat terdiri dari kumpulan kepala keluarga (KK). Mereka
bertanggung jawab atas kelangsungan hidup keluarganya. Setiap keluarga
menempati Karang Ayahan Desa, yang disebut karang sikut satak. Disinilah
setiap kepala keluarga bebas mengatur keluarganya. Pola kehidupan tidak terlepas
dari Tri Hita Karana, hal ini dapat dilihat dari karang sikut satak yang ditempati.
Secara umum berpolakan utama mandala tempat bangunan suci, madya mandala
tempat membangun rumah, nista mandala tempat untuk membangun kori agung
tempat masuk kepekarangan sikut satak. Di Desa Pakraman Bona Kecamatan
Blahbatuh kabupaten Gianyar terjadi pembagian pekarangan sikut satak, semula
satu pekarangan dibagi menjadi dua dengan pembagian sama rata atas keingginan
para pihak, disepakati juga oleh para pihak dan disaksikan oleh prajuru desa adat.
Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai: 1).
Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pembagian pekarangan desa di
Desa Pakraman Bona?. 2). Bagaimana peranan prajuru dalam pembagian
pekarangan desa di Desa Pakraman Bona?. 3). Bagaimana dampak terjadinya
pembagian pekarangan desa di Desa Pakraman Bona?. Secara umum penelitian
ini untuk mengkaji peranan prajuru dalam pembagian pekarangan desa sebagai
alternatif untuk menciptakan perdamaian antara para pihak atau warga yang
bersengketa.
Berdasarkan tujuan tersebut, teori yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teori konflik membedah rumusan masalah yang pertama, teori fungsional
struktural membedah rumusan masalah yang kedua dan teori sebab akibat
membedah rumusan masalah yang ketiga. Tahapan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pengumpulan data, pengolahan, dan penyimpulan dengan
menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan prajuru dalam pembagian
pekarangan desa masih relevan penggunaannya untuk menyelesaikan kasus
/perkara yang terjadi dalam pekarangan ayahan desa. Pararem awig-awig desa
pakraman Bona palet 5 indik druwen desa pawos 38 mengatur pekarangan desa
bisa dibagi dua atau lebih dengan syarat disetujui oleh Ketua Sabha Desa Bona.
Peranan prajuru dalam pembagian pekarangan desa merupakan proses
penyelesaian sengketa berbasis kearifan lokal. Prajuru sebagai pemimpin desa
pakraman agar selalu bisa menciptakan kedamaian antar warga yang bersengketa,
diselesaikan secara adil dan bijaksana berdasarkan asas musyawarah dan mufakat.
Prajuru berperan dalam memimpin musyawarah dengan mengakomodasikan
kepentingan para pihak yang bersengketa. Prajuru menjadi kunci dalam upaya
mencegah dan mereduksi konflik karena prajuru memiliki peranan penting dalam
memelihara kebersamaan dan kedamaian anggota masyarakatnya secara
keseluruhan. Apabila terjadi suatu sengketa prajuru dapat memposisikan dirinya
sebagai hakim perdamaian desa dan prajuru sebagai mediator.

Kata Kunci : Peranan Prajuru, Sengketa, pekarangan desa.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Dharma Duta > S1 - Hukum Hindu
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:37
Last Modified: 14 Apr 2026 02:37
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1179

Actions (login required)

View Item
View Item