ASPEK KETUHANAN DALAM KAKAWIN ARJUNA WIWAHA (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna)

I GUSTI NGURAH RAI, - (2005) ASPEK KETUHANAN DALAM KAKAWIN ARJUNA WIWAHA (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
2 S2 BW 2005 I GUSTI NGURAH RAI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (23MB)

Abstract

ABSTRAК
AGAMA
EMENTERIAN CRAMPASCA SARJ,
TAKAA
DHARMA
Kakawin Arjuna Wiwaha sebagai bacaan populer khususnya bagi
masyarakat Hindu di Bali dan Lombok sarat dengan ajaran-ajaran agama terutama
masalah ketuhanan. Kakawin Arjuna Wiwaha yang merupakan bagian dari
Mahabharata dan apabila dikaitkan dengan Weda, maka ia berada pada bagian
Upaweda yaitu Itihasa yang disusun dalam karya sastra puisi berbahasa Jawa Kuna
ditambah kosa kata bahasa Sansekerta berpola kawya India dengan persyaratan
tertentu. Sebagai Itihasa, Kakawin Arjuna Wiwaha mempunyai kedudukan yang
sangat penting sebagai sarana untuk mempelajari Weda sebagaimana dinyatakan
dalam Sarasamuscaya sloka 39, yaitu Weda itu hendaknya dipelajari dengan
sempurna melalui mempelajari Itihasa dan Purana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji empat hal pokok yang berkaitan
dengan aspek ketuhanan, yaitu : (1) bagaimana bentuk karya sastra Kakawin Arjuna
Wiwaha, (2) bagaimana bentuk atau wujud Tuhan yang digambarkan dalam Kakawin
Arjuna Wiwaha, (3) bagaimana fungsi ketuhanan yang dikemukakan dalam Kakawin
Arjuna Wiwaha, dan (4) apa makna yang terkandung dalam Kakawin Arjuna
Wiwaha.
Untuk mengkaji empat hal tersebut digunakan konsep ketuhanan ( definisi
Tuhan, pandangan filsafat, Weda, Bhagawad Gita dan Upanisad), kakawin, Arjuna
Wiwaha, bentuk, fungsi dan makna dengan kajian pustaka berbagai buku dan lontar
Arjuna Wiwaha, dan kerangka teori hermeneutik, simbol, struktural fungsional dan
nilai, dengan metode pengumpulan data dokumentasi dan wawancara, dan dianalisis
secara deskriptif kualitatif.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Kakawin Arjuna Wiwaha
merupakan karya sastra Jawa Kuna berbentuk puisi yang berbahasa Jawa Kuna,
ditambah kosa kata bahasa Sansekerta, terdiri atas tiga ratus lima puluh empat bait
dengan tiga puluh enam pergantian tembang atau wirama. Masing-masing wirama
tersebut mempunyai jumlah suku kata dan guru laghu ( panjang pendek atau berat
ringannya suara dari suku kata) tertentu sesuai dengan jenis wiramanya serta tiaptiap bait terdiri atas empat baris (pangawit, mingsalah, pangumbang dan pamada).
Tuhan yang digambarkan dalam Kakawin Arjuna Wiwaha adalah tidak
mempunyai bentuk atau wujud dan Tuhan yang berwujud. Tuhan yang menunjukkan
dirinya dalam berbagai manifestasi oleh para bijaksana disebut dengan berbagai nama
seperti: Sang Hyang Jagat Karana, Sang Hyang Iswara, Sang Hyang Rudra, Sang
Hyang Tunggal, Sang Hyang Tri Loka Sarana, Sang Hyang Acintya, Sang Sangkan
Paran, Sang Hyang Siwa, Sang Hyang Maha Nilakanta, Sang Hyang Sangkara, Sang
Hyang Ayu.
Tiap-tiap nama Tuhan yang dikemukakan dalam Kakawin Arjuna Wiwaha
menunjukkan fungsi yang berbeda-beda. Fungsi ketuhanan tersebut adalah : Tuhan
penyebab adanya alam semesta maupun memelihara dan melebur alam semesta,
sebagai Tuhan Yang Maha Pemurah, Tuhan sebagai pelebur ciptaannya, Tuhan
sebagai satu-satunya pencipta, pemelihara dan pelebur alam semesta beserta isinya
Tuhan sebagai pelindung tiga dunia ( alam bawah, alam tengah, dan alam atas),
Tuhan yang meresap dan berada di mana-mana mempunyai fungsi untuk mengetahui
ciptaan dan aktivitasnya, Tuhan yang meresap dan berada dimana-mana mempunyai
fungsi untuk mengetahui ciptaan dan aktivitasnya, Tuhan yang mempunyai fungsi
untuk menyadarkan umat manusia untuk selalu ingat kepada sumbernya dan
berterima kasih kepadaNya, Tuhan sebagai maha pemurah dan pelebur ciptaanNya,
Tuhan yang mempunyai fungsi memberi anugrah dan hukuman, Tuhan yang
mempunyai fungsi untuk menunjukkan keperkasaannya dalam menindak yang
melanggar ajaran Tuhan dan sebagai Tuhan yang memberi anugrah keselamatan,
kesejahteraan dan kebahagiaan.
Makna ketuhanan dalam Kakawin Arjuna Wiwaha adalah adanya makna
keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, walaupun disebut dengan berbagai nama,
makna pengendalian diri, makna penyucian diri, makna pembebasan yaitu dengan
melaksanakan sikap tertentu, pengaturan nafas guna mencapai ketenangan,
menghilangkan kesan atau ingatan di luar diri, konsentrasi, mempertahankan
konsentrasi sampai mencapai samadhi, dan makna karma phala atau hukum sebab
akibat yaitu apabila perbuatan baik yang dilaksanakan akan menerima hasil yang baik
dan apabila perbuatan buruk yang dilaksanakan akan menerima hasil yang buruk.
Untuk lebih memahami isi Kakawin Arjuna Wiwaha perlu adanya
pemasyarakatan makna ketuhanan yang terkandung dalam Kakawin Arjuna Wiwaha
melaui dharma wacana, dharma tula dan pembacaan atau pasantian. Di samping itu
perlu diadakan penelitian tentang aspek lainnya seperti etika maupun ritualnya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:37
Last Modified: 14 Apr 2026 02:37
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1222

Actions (login required)

View Item
View Item