YOGA SASTRA, - (2005) PERKEMBANGAN BENTUK BANGUNAN SANGAH KEMULAN DI KOTA DENPASAR. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
28 S2 BW 2005 YOGA SASTRA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (9MB)
Abstract
ABSTRAK
PERKEMBANGAN BENTUK BANGUNAN SANGGAH KEMULAN
DI KOTA DENPASAR
Oleh: Yoga Sastra
Dalam perkembangan bentuk tempat suci Agama Hindu, dari zaman pra tempat sejarah
sampai dengan kedatangan Mpu Nirartha kita mengenal beragam jenis pemujaan atau sthana Ida Sanghyang Widhi Wasa. Dimulai dari bentuk
pundak berundak sampai dengan Padmasana. Semua sesungguhnya merupakan bersifat simbol nyasaimanen.
dari Sanghyang Widhi Wasa, dalam pemahaman bahwa Tuhan
Dengan semakin meningkatnya peradaban budaya manusia, berupa cipta rasa dan karsa manusia maka bentuk bangunan suci pun mengalami sentuhan
kretifitas manusia baik dalam bahan, maupun ornamen dan juga mengalami
permasalahan terhadap luasan lahan didalam suatu areal perumahan. Seperti
halnya dengan Sanggah Kemulan sudah mengalami suatu masalah didalam
aspek
pembangunannya,
kehidupan. mengingat perkembangan kota yang begitu pesat dari berbagai
Melalui penelitian dengan menggunakan pendekatan kwalitatif dan tujuan
penelitian deskripsi, diperoleh data primer maupun sekunder. Data primer
diperoleh dengan teknik wawancara bebas dan berstruktur, teknik observasi
partisipatif, sedangkan data sekunder diperoleh melalui teknik telaah dokumen.
Data dan informasi yang diperoleh di uji kesahihan dan tingkat reliabilitasnya melalui teknik pengujian keabsahan data. Aktivitas pemeriksaan keabsahan data
referensi.
dilakukan melalui keikutsertaan peneliti, ketekunan, pengamatan, dan kecukupan
Landasan yang dipergunakan adalah teori fenomenologi historis agama
untuk mengungkap perkembangan bentuk bangunan khussunya Sanggah Kemulan
di Kota Denpasar. Teori Interaksionisme simbolik untuk mengungkap makna
simbol dari bangunan Sanggah Kemulan tersebut. Sehingga nantinya dapat
menarik suatu kesimpulan dari fenomena yang terjadi di masyarakat kota
Denpasar terkait dengan keberadaan Sanggah kemulan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bangunan suci Sanggah Kemulan
tetap dipergunakan sebagai tempat pemujaan keluarga walaupun dengan bentuk
yang disesuaikan dengan kemajuan zaman dan letaknya tidak harus horisontal (tri
mandala) namun juga bisa vertikal ( tri angga ) tergantung pada luasan lahan
yang dimiliki umat Hindu. Dan juga bahan dan ornamen tetap menggunakan bahan alam yang memiliki nilai estetik yang tinggi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:37 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:37 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1250 |

