A A AYU ALIT WIDYAWATI, - (2006) UPACARA NILAPATI DI KABUPATEN GIANYAR PERSPEKTIF TEOLOGI PEMBEBASAN. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
1. S2 BW 2006 ANAK AGUNG AYU ALIT WIDYAWATI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (9MB)
Abstract
ABSTRAK
UPACARA NILAPATI DI KABUPATEN GIANYAR:
PERSPEKTIF
TEOLOGI PEMBEBASAN
Oleh: Anak Agung Ayu Alit Widyawati
Upacara Nilapati (UN) merupakan suatu ekspresi adanya teologi
pembebasan dalam ajaran agama Hindu di Bali, yang tergolong langka dan sangat
unik. Bagi Warga Pasek, UN ini lebih ditonjolkan sebagai terapi psikis dari
dampak yang ditimbulkan akibat mati yang tidak wajar. Berkaitan dengan hal itu,
permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan itu adalah masalah bentuk
tuntunan dan makna yang terkandung pada UN itu dalam perspektif teologi
pembebasan.
Secara umum penelitian ini bertujuan ikut memberikan kontribusi pemikiran
dalam bidang agama, khususnya dalam bidang upacara. Kemudian nilai-nilai yang
terkandung dalam upacara itu dapat dioperasionalkan dalam kehidupan seharihari. Secara khusus tujuan yang hendak dicapai adalah: Untuk mengetahui bentuk,
tuntunan serta makna yang dikandung oleh UN itu dalam perspektif teologi
pembebasan.
Penelitian ini menggunakan beberapa teori. Untuk mengungkap bentuk dan
struktur upacara digunakan teori semiotik dan struktural. Untuk mengungkap
tuntunan yang dikandung, digunakan teori fungsional dan hermeneutika. Sedangkan untuk mengungkap makna digunakan teori hermeneutika dan
semiotika.
Metode yang digunakan terdiri atas tahapan-tahapan, yakni (1)
Pengumpulan data, melalui penjajagan, penyusunan instrumen penelitian,
penelitian intensif meliputi; observasi partisipatif, wawancara mendalam,
kepustakaan dan dokumentasi. (2) Analisis data meliputi tahapan reduksi data,
klasifikasi data, display data dan memberikan interpretasi dan mengambil
kesimpulan. (3) Pengecekan kesahihan data melalui uji; kredibilitas,
transferabitas, dependabilitas dan konfirmabilitas.
Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa: (1)UN berbentuk semiotik
verbal dan nonverbal, ini ditunjukkan oleh adanya puja stava,upakara serta
rerajahan yang membangun upacara itu. Secara struktural bentuk UN menganut
azas hierarkhisitas, mulai dari upakara di Sanggar Luhuring Akasa sampai
upakara Pengeleb Ring Visnu Bhuana. (2) UN mengandung tuntunan penebusan
hutang, baik hutang leluhur maupun hutang pribadi dengan tujuan moksa. Selain
itu mengandung tuntunan penyucian, etik dan penyelamatan. (3) UN memiliki
makna teologi pembebasan, menyangkut ajaran atau konsep keimanan yang
meliputi; ajaran karmaphala, punarbhava dan moksa.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 01:23 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 01:24 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1252 |

