I GUSTI AGUNG ISTRI AGUNG, - (2006) UPACARA NGUSABHA KALESAN DI DESA ABABI KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
4. S2 BW 2006 I GUSTI AGUNG ISTRI AGUNG.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (16MB)
Abstract
ABSTRAK
UPACARA NGUSABHA KALESAN DI DESA ABABI KEСAMATAN ABANG
KABUPATEN KARANGASEM
(Kajian Bentuk Fungsi dan Makna)
Upacara Ngusabha Kalesan merupakan salah satu bentuk pelaksanaan
yadnya, yang dilakukan umat Hindu di Desa Ababi, Abang, Karangasem, setiap
tahun dua kali yaitu pada kajeng menjelang tilem kapitu bulan Januari tahun masehi
dan tilem kawulu setiap bulan Pebruari tahun masehi.
Upacara Ngusabha Kalesan dilaksanakan oleh masyarakat Desa
Ababi/krama Desa marep yang disebut"Cacakan Suwinih”. Banyak umat yang tidak
mengetahui apa makna upacara Ngusabha Kalesan, sehingga untuk memperoleh
pemahaman yang lebih jelas, ilmiah dalam dunia akademis maka perlu diadakan
penelitian dalam bentuk fungsi serta makna dari upacara Ngusabha Kalesan,
sehingga umat Hindu di Desa Ababi tetap melaksanakan upacara Ngusabha Kalesan
tersebut.
Tujuan yang ingin dicapai secara khusus dalam penelitian ini adalah untuk
menjawab dari tiga masalah yang telah dirumuskan yaitu: a) untuk mengetahui
secara lebih jelas tentang bentuk upacara Ngusabha Kalesan, b) untuk mengetahui
fungsi upacara Ngusabha Kalesan dan c) untuk mengetahui makna yang terdapat
dalam upacara Ngusabha Kalesan. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang upacara Ngusabha Kalesan. Teori
yang digunakan dalam membedah masalah penelitian adalah teori fungsional
struktural, teori interaksionisme simbolik dan teori simbol. Model penelitian ini
adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan theologi, sosiologis
dan hermeneutik. Jenis dan sumber data yaitu data primer bersumber dari lapangan
dan data sekunder bersumber dari literatur/pustaka yang ada relevansinya dengan
masalah yang diteliti. Data dikumpulkan dengan metode observasi, metode
wawancara dan dokumentasi, selanjutnya data dianalisa dengan teknik deskriptif
kualitatif.
Dari segi bentuk pembahasan upacara Ngusabha Kalesan meliputi hal-hal
sebagai berikut: Pelaksanaan upacara Ngusabha Kalesan dilaksanakan satu tahun
dua kali, tahapan-tahapan upacara Ngusabha Kalesan terdiri dari tahapan
persiapan,nyelampar,maceciren,mesalaran,puncak karya dan nyepi lanang wadon
hanten yang dipergunakan dalam upacara Ngusabha Kalesan,banten yang munggah
di pelinggih, banten pacaruan, banten pakelem. Fungsi upacara Ngusabha Kalesan
diantaranya fungsi banten sebagai perlambang para Dewa, sebagai perwujudan
rasa terimakasih, sebagai sarana penyucian fungsi tahapan-tahapan upacara
Ngusabha Kalesan fungsi integrasi sosial kemasyarakatan, fungsi penetralisir
merana (penakluk merana) dan fungsi penyupatan (peningkatan status kelahiran).
Makna upacara Ngusabha Kalesan terdiri atas: makna banten, makna
filosofis, makna teologi, makna sosial, dan mankna keharmonisan. Makna banten
yakni sebagai ucapan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kemudian
makna filosofis dari upacara Ngusabha Kalesan dapat dilihat dari sarana pokok dan
materi yang lengkap dipergunakan, sedangkan makna teologinya adalah pemujaan
terhadap kekuatan sakti yakni Dewi Sri dan Dewi Durga, makna sosialnya adalah
untuk mendapatkan dan memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar
mendapat kerahayuan, serta dapat meningkatkan persatuan pada umat manusia dan
makna keharmonisan (sundaram) dari Ngusabha Kalesan adalah dapat menetralisir
kekuatan-kekuatan negatif yang ada di bhuawana agung dan bhuwana alit, serta
meningkatkan kekuatan-kekuatan positif untuk kesejahteranaan seluruh masyarakat
Ababi.
Sebagai simpulan penelitian ini, bahwa upacara Ngusabha Kalesan yang
dilaksanakan di Pura Kedaton/Ulun Suwi dan Pura Dalem Desa Ababi, Abang
Karangasem adalah salah satu jenis upacara untuk memohon kepada Ida Sang
Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Dewi Sri dan Dewi Durga/Uma agar
masyarakat Desa Ababi pada khususnya dan umat Hindu pada umumnya dianugrahi
kesejahtraan, kemakmuran serta keselamatan lahir dan bathin.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 02:00 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 02:03 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1255 |

