I KETUT CAMENG MUSTIKA, - (2006) AKTUALISASI AJARAN KARMA YOGA PADA ETOS KERJA GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
6. S2 BW 2006 I KETUT CAMENG MUSTIKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (19MB)
Abstract
ABSTRAK
AKTUALISASI DARI AJARAN KARMA YOGA
PADA ETOS KERJA GURU AGAMA HINDU
DI KOTA MATARAM
Oleh:
I Ketut Cameng Mustika
Ajaran suci diturunkan oleh Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa)
yang kemudian dirumuskan menjadi ajaran agama Hindu dan selanjutnya
merupakan pegangan hidup dan kehidupan bagi umat Hindu. Ajaran agama Hindu
membimbing umat bagaimana seharusnya hidup, bagaimana meniti kehidupan,
dan bagaimana merealisasikannya serta mengarahkan umat Hindu menuju
kesempurnaan hidup. Hal demikian dapat dilakukan oleh umat Hindu dengan
mendekatkan diri melalui puja bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi, dengan
jalan melakukan kerja yang tulus ikhlas, dengan jalan menggali pengetahuan
khususnya pengetahuan rohani, dengan jalan melakukan meditasi atau melalui
bimbingan dari seorang guru (acarya). Sehubungan dengan itu, maka tujuan
umum dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mengenal konsep-konsep
yang melandasi ajaran Karma Yoga dalam realisasinya terhadap suatu profesi
yaitu bagi seorang guru. Hal demikian sangatlah penting untuk diangkat dalam
rangka meningkatkan sumber daya umata Hindu terutama bagi lembaga
pendidikan yang menghasilkan guru agama Hindu. Penelitian ini mengkaji
masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah konsep kognitif, afektif dan
psikomotorik tentang ajaran Karma Yoga?,2) Bagaimana proses pengembangan
ajaran Karma Yoga dalam penerapannya?, dan 3) Bagaimana aktualisasi
(perwujudan) dari ajaran Karma Yoga terhadap etos kerja guru agama Hindu di
Kota Mataram?.
Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui konsep kognitif, afektif
dan psikomotorik dari ajaran Karma Yoga, 2) Untuk mengetahui proses
pengembangan ajaran dari ajaran Karma Yoga dalam penerapannya, dan 3) Untuk
mengungkap aktualisasi (perwujudan) dari ajaran Karma Yoga terhadap etos kerja
guru agama Hindu di Kota Mataram. Penelitian ini dilaksanakan dengan
pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan
wawancara.
Metode untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara
mendalam, observasi berperan serta dan studi dokumentasi. Setelah data diperoleh
kemudian dianalisis melalui tiga alur kegiatan seperti yang dikemukakan oleh
Miles dan Huberman (1992 : 73-84) adalah : 1) reduksi data yaitu suatu proses
pemilihan, pemusatan perhatian, penyederhanaan, pengabstrakan dan
transpormasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan,2)
penyajian data dengan menggunakan kata-kata, kalimat-kalimat ataupun
paragraf-paragraf yang disajikan dalam bentuk uraian (teks) naratif yang panjang,
3) membuat simpulan dalam rangka mencari makna dari data yang telah
terkumpulkan. Hal ini dilakukan melalui mencari pola penjelasan, konfigurasikonfigurasi yang mungkin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Konsep kognitif, afektif dan
psikomotorik ajaran Karma Yoga dari para guru agama Hindu dilandasi dengan
tiga kemampuan dasar yaitu kemampuan manacika,wacika dan kayika, untuk
menuju pada Sraddha dan Bhakti. Ketidakmampuan mengendalikan diri,
menyebabkan tumbuh dan berkembangnya perilaku guru seperti serakah,
berbohong, menyakiti orang lain. Ketiga kemampuan seperti itu dalam rangka
mewujudkan sraddha dan rasa bhakti,2) Proses pengembangan ajaran Karma
Yoga dalam penerapannya pada kehidupan kerja guru agama Hindu berlandaskan
Jagathita adalah kebahagiaan duniawi dan kelestarian alam sekitar manusia.
Kebahagiaan duniawi dalam ajaran agama Hindu meliputi tiga bidang yang
disebut dengan konsep Tri Hita Karana, dan 3) Aktualisasi (perwujudan) dan
ajaran Karma Yoga terhadap etos kerja guru agama Hindu di Kota Mataram
bahwa manusia hidup di alam samsara. Ini berarti dalam hidupnya manusia selalu
dihadapkan beraneka ragam masalah dan tantangan yang tidak kunjung henti, baik
yang menyangkut aspek hubungan manusia dengan Hyang Widhi, hubungan
manusia dengan sesamanya, maupun hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
Oleh karena itu keberadaannya di dunia selalu ditandai dengan kesibukan dalam
proses pengambilan keputusan (decision making process) Keputusan yang
diambilnya itu menyangkut kepentingan diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Manusia yang diam, membisu terhadap tantangan dan masalah yang terjadi di
masyarakat ataupun yang menimpa dirinya, mereka adalah orang yang mengalami
kebimbangan, ragu-ragu serta tidak berani mengambil keputusan. Menuju pada
kehidupan yang dicita-citakan bagi masyarakat Hindu adalah kebahagiaan
duniawi maupun kebahagiaan sorgawi menuju pada Jagathita dan Moksa.
Jagathita merupakan kebahagiaan keduniawian dan kelestarian alam sekitarnya.
Kehidupan keduniwian yang dimaksudkan meliputi dharma,artha dan Kaта.
Dharma merupakan kebahagiaan sspiritual keagamaan yaitu penghayatan dan
pengamalan ajaran-ajaran, nilai-nilai, norma-norma agama serta tertib hukum di
dalam kehidupan. Artha adalah kebahagiaan manusia yang menyangkut
kebutuhan yang berkaitan dengan material antara lain pakaian, makanan
perumahan dan kebutuhan ekonomi lainnya. Sedangkan kama merupakan
kebahagiaan manusia yang non material (psikologis) seperti kasih sayang,
kesetiaan, kebersamaan dan sebagainya. Kesemua dari aspek jagathita dapat
diwujudkan, dinikmati dan dirasakan manusia pada sat hidup di dunia ini.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 02:33 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 02:48 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1257 |

