UPACARA PERANG TUPAT DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUKU SASAK WAKTU TELU DAN UMAT HINDU DI PUURA LINGSAR KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna)

I MADE PUTU SUJANA, - (2006) UPACARA PERANG TUPAT DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUKU SASAK WAKTU TELU DAN UMAT HINDU DI PUURA LINGSAR KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
9. S2 BW 2006 I MADE PUTU SUJANA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (18MB)

Abstract

UPACARA PERANG TUPAT DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAТ
SUKU SASAK WAKTU TELU DAN UMAT HINDU DI PURA LINGSAR,
DESA LINGSAR, KECAMАТAN LINGSAR, KABUPATEN
LOMBOK BARAT
(Kajian Bentuk Fungsi dan Makna)
ABSTRAK
Upacara Perang Tupat yang dilaksanakan sekali dalam satu tahun setiap
Purnamaning sasih keenem menurut kalender bali. Perang Tupat ini sebenarnya
merupakan rangkaian dari pujawali di pura Lingsar, Desa Lingsar, Kecamatan
Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Upacara ini yang dilaksanakan secara
bersamaan dengan masyarakat suku Sasak penganut Islam Waktu Telu di
halaman pura Lingsar. Mencermati keadaan ini, akan terlihat suatu fenomena
unik dan menarik serta indah dimana pada waktu yang sama dua suku yang
berbeda kepercayaan/keyakinan yakni suku Sasak yang menganut Waktu Telu
dan suku Bali yang beragama Hindu dapat berdampingan melaksanakan upacara
masing-masing di tempat yang sama, sehíngga pada puncak upacara terjadi
interaksi dengan cara saling melempar ketupat. Pelaksanaan upacara berlangsung
selama satu minggu dari persiapan sampai tahap akhir yang dilaksanakan dengan
penuh semangat ketekunan yang dilandasi oleh Sradha dan Bhakti kepada Yang
Maha Kuasa. Dari tahap persiapan sampai tahap akhir upacara dipuput oleh
sulinggih dan pemangku dan upacara menggunakan berbagai sarana mempunyai
keistimewaan dan keunikan yang kaya akan simbol. Keistimewaan dan keunikan
tampak dari tindakan dan sarana yang digunakan dalam upacara yang oleh suku
Sasak penganut Islam Waktu Telu dan umat Híndu. Hal iní yang memotivasi
untuk melakukan penelitian yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah: (1) Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Perang Tupat ?. (2) Sarana
apa saja yang digunakan dalam Upacara Perang Tupat itu ? dan (3) Apakah
makna pelaksanaan Upacara Perang Tupat dalam kehidupan masyarakat Suku
Sasak penganut Islam Waktu Telu dan umat Hindu di Pura Lingsar Kecamatan
Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
Metode penelitian yang dígunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
jenis penelítian diskritif, berlokasi di Pura Lingsar, Desa Lingsar, Kecamatan
Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Yang menjadi informan adalah tokoh
masyarakat dan tokoh umat yaitu pengurus krama pura dan penanggung jawab
budaya lingsar serta pimpinan lembaga agama. Informan sebagai sumber data
primer yang dilengkapai dokumentasi di reduksi menjadi kelompok-kelompok
data menurut tahapan upacara data yang diperoleh dari wawancara
diklasifikasikan menurut jenis sarana upacara yang di gelar, dan data hasil dari
wawancara tentang makna makna asli dikategorikan berdasarkan teori-teori
interaksi simbolik.
Hasil analisa data menunjukan hal-hal sebagai berikut, proses
penyelenggaraan Upacara Perang Tupat dalam kehidupan masyarakat Suku
Sasak Waktu Telu dan umat Hindu di Pura Lingsar, Desa Lingsar, Kecamatan
Lingsar, Kabupaten Lombok Barat dapat dikategorikan menjadi lima, yaitu : (1)
Persiapan yaitu membersihkan segala sesuatu yang terkait dengan pelaksanaan
Upacara Perang Tupat, Persiapan dimaksud meliputi pembersihan kompleks
Pura Lingsar seperti halaman dan taman pura, saat berlangsungnya terdapat
pembagian kerja antara masyarakat Sasak yang menganut Islam Waktu Telu dan
umat Hindu membersihkan Pura Gaduh sedangkan komplek Kemaliq dibersihkan
oleh kerabat dekat pemangku. Pelataran/taman diluar dibersihkan secara
bersama-sama secara bergotong royong dan (2) Upacara pendahuluan yaitu
Upacara Mendak berarak-arakan yang merupakan upacara penyambutan tamu
agung. Tamu agung yang dimaksud adalah roh-roh gaib yang berkuasa di
Gunung Rinjani dan roh-roh gaib dari Gunung Agung. Upacara ini dilaksanakan
oleh suku Sasak Islam Waktu Telu. (3) Upacara Puncak yaitu Pujawali dan
Perang Tupat di Pura Lingsar. Selesai Upacara Ngaturang Pesaji dilaksanakan
Upacara Perang Tupat yang menunggu Upacara Perang Tupat mulai bersiap-siap
di terap atas sudah dipenuhi oleh umat Hindu yang telah selesai melaksanakan
upacara persembahyangan pujawali di terap atas tempat para undangan mulai
bersiap. Di terap atas tempat para undangan mulai bersiap, demikian pula
masyarakat sasak yang berada di terap bawah sedang bersiap dan menanti
lemparan ketupat dari Kemaliq.(4) Lalang atau Bengang. Lalang berarti
menjelang atau menyela atau masa senjang bisa juga berarti masa antara. Lalang
dimaksudkan masa untuk istirahat setelah melaksanakan serangkaian upacara
sejak tiga hari sebelum hari puncak Upacara Perang Tupat. Lalang berlangsung
selama satu hari. (5) Beteteh (Upacara Penutupan) Upacara Beteteh merupakan
menutp rangkaian Upacara Perang Tupat yang dilaksanakan pada sore hari
menjelang matahari terbenam. Bersamaan pula umat Hindu juga melaksanakan
upacara ngelukar yang merupakan upacara penutup dari seluruh rangkaian
upacara Pujawali di Pura Lingsar.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa makna Upacara
Perang Tupat dalam kehidupan masyarakat Suku Sasak dan umat Hindu di Pura
Lingsar, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat
berdasarkan kepercayaan akan kewajiban melaksanakan upacara tersebut
mengandung nilai-nilai luhur ajaran agama dan budaya yang merupakan sebuah
ritual yang unik dapat dikelompokan kedalam empat fungsi yaitu, nilai makna
religius, makna solidaritas, makna teologi dan makna social. Sedangkan makna
yang diperoleh masyarakat adalah menyadarkan diri akan hakekat manusia
sebagai mahluk yang religius, sosial, etika dalam mencapai hidup damai dan
harmonis yang selanjutnya perlu dijadikan sebuah acuan dalam melestarikan
sistem keyakinan tersebut.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 30 Mar 2026 03:07
Last Modified: 30 Mar 2026 03:24
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1260

Actions (login required)

View Item
View Item