I WAYAN SUMERTHA, - (2006) ANALISIS BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA UPACARA OTONAN UMAT HINSU DI KOTA MATARAM. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
12. S2 BW 2006 I WAYAN SUMERTHA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (14MB)
Abstract
ABSTRAK
ANALISIS BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA UPACARA OTONAN
UMAT HINDU DI KOTA MATARAМ
Upacara Otonan salah satu bentuk ritual Hindu sebagai bagian dari upacara
manusa yajña bertujuan untuk menetralkan sifat buruk hari kelahiran yang
melekat pada diri seseorang. Upacara otonan dirayakan setiap enam bulan sekali
tepat pada hari lahirnya.
Secara umum yang ingin dicapai, adalah untuk memahami pelaksanaan
upacara otonan dengan jelas. Secara khusus, adalah untuk dapat menjawab ketiga
permasalahan yang telah dirumuskan yaitu : a). Untuk mengetahui secara lebih
jelas tentang bentuk upacara otonan yang biasa dilaksanakan oleh umat Hindu di
kota Mataram. b). Untuk memahami fungsi upacara otonan yang dilaksanakan
oleh umat Hindu di kota Mataram. c). Untuk menganalisis makna yang
terkandung dalam upacara otonan yang dilaksanakan oleh umat Hindu di
Mataram.
Landasan teori yang digunakan untuk membedah permasalahan di atas
adalah: Teori Interaksionisme simbolik, teori fungsional struktural dan teori
Semiotika. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik : Observasi,
Wawancara, Studi Kepustakaan dan studi dokumen. Data dianalisis berdasarkan
pendekatan kualitatif. Penyajian hasil penelitian secara deskriptif dan disajikan
dalam bentuk laporan ilmiah, berupa tesis.
Bentuk upacaranya yang menonjol adalah : a). Mebyakala sebagai penyucian
lahiriah dan meprayascita sebagai penyucian rohani manusia. b). Ngayab banten
oton adalah untuk persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi (Bhatara Guru).
c). Natab banten oton, sebagai persembahan kepada roh suci leluhur yang berada
dalam diri manusia. Dalam kepercayaan Hindu, kelahiran manusia sebagai
reingkarnasi dari roh suci leluhur untuk menyempurnakan hidupnya.
Fungsi Pelaksanaan Upacara Otonun adalah: a). untuk pelayananan kepada
Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi wasa). Karena pada hakekatnya hidup ini adalah
sebuah pengabdian atau pelayanan kepada yang membuat atau menciptakan
kehidupan ini yaitu Tuhan (Ida sang Hyang Widhi Wasa). c). Untuk Pembebasan
dan pembayaran hutang (Rna). d). Untuk Pemujaan terhadap roh suci leluhur,
karena anak pada hakekatnya adalah reingkarnasi roh suci leluhur. e). Untuk
mempererat hubungan sosial kemasyarakatan Hindu (umat Hindu). f). untuk
peningkatan dan pemerataan ekonomi. g). Untuk memelihara dan
mengembangkan seni dan budaya Hindu.
Makna Upacara Otonan adalah: a). Sebagai peningkatan Sradha dan Bhakti
kepada Tuhan dan seluruh ciptaannya. b). Sebagai peningkatan status kehidupan,
jasmani dan rohani. c). Sebagai pemeliharaan keseimbangan sosial masyarakat
dan kerukunan hidup intern umat Hindu. d). Sebagai peningkatan kesejahteraan
hidup manusia. e). Sebagai perwujudan nilai seni dan budaya yang bernafaskan
agama Hindu.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 06:02 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 06:12 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1263 |

