UPACARA TIWAH PADA MASYARAKATHINDU KAHARINGAN DI PALANGKARAYA (Perspektif Teologi Hindu)

MUJIYONO, - (2006) UPACARA TIWAH PADA MASYARAKATHINDU KAHARINGAN DI PALANGKARAYA (Perspektif Teologi Hindu). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
15. S2 BW 2006 MUJIYONO.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (18MB)

Abstract

ABSTRAK
Upacara Tiwah (UT) adaian upacara kematian tingkat teraknır paaa
masyarakat Hindu Kaharingan di Palangkaraya. Upacara itu dilaksanakan untuk
menyucikan dan menghantarkan leluhur kembali menyatu ke Lewu Tatau
(Brahma Loka) serta menyucikan keluarga yang masih hidup dari pali kematian
(ketidaksucian) agar hidup damai dan harmonis. Pelaksanaan upacara
berlangsung selama kurang lebih satu bulan dari persiapan sampai tahap akhir
yang dilaksanakan dengan penuh semangat dan ketekunan yang dilandasi oleh
sraddha dan bhakti kepada leluhur. Setiap keluarga Hindu Kaharingan
melaksanakan UT bagi keluarga yang meninggal atau leluhurnya. Dari tahap
persiapan sampai tahap akhir dipimpin oleh Basir dan upacara menggunakan
berbagai sarana yang artistik bernilai estetika, mempunyai keistimewaan dan
keunikan yang kaya akan simbol. Keistimewaan dan keunikan tampak dari
tindakan dan sarana yang digunakan dalam upacara, yang tidak diketemukan di
tempat lain. Hal inilah yang memotivasi untuk melakukan penelitian. Yang
menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:(1) Mengapa masyarakat
Hindu Kaharingan di Palangkaraya melaksanakan UT?, (2)Bagaimana
pelaksanaan UT pada masyarakat Hindu Kaharingan di Palangkaraya?, dan (3)
Apa fungsi dan makna UT bagi masyarakat Hindu Kaharingan di
Palangkaraya?. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk ikut melestarikan
nilai-nilai agama dan budaya yang adi-luhung, serta memberikan informasi
tentang ajaran agama sebagai dasar perilaku yang baik. Sedangkan secara
khusus yang ingin dicapai adalah: Untuk mengetahui nilai-nilai luhur yang
menjadi latar belakang UT, untuk mengetahui dengan jelas pelaksanaan UT,
dan untuk mengetahui fungsi dan makna UT bagi masyarakat Hindu
Kaharingan di Palangkaraya.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
jenis penelitian deskriptif, berlokasi di Kota Palangkaraya Kalimatan Tengah.
Yang menjadi informan adalah tokoh umat yaitu para Basir dan pimpinan
lembaga agama. Informan sebagai sumber data primer yang dilengkapi
dokumentasi sebagai sumber data sekunder. Peneliti menjadi instrumen pokok
dalam penelitian menggunakan alat tulis menulis, kamera dan tipe recorde.
Teknik pengumpulan data: obserwasi partisipan, wawancara mendalam dan
dokumentasi. Untuk menganalisis data metode yang digunakan hermeneutik
dan interpretasi, deduksi data, penyajian data dan menarik simpulan. Penyajian
hasil analisis data disajikan secara formal dengan narasi bahasa tulis yang
tulisannya berpedoman pada buku pedoman penulisan tesis PPs. IHDN
Denpasar.
Untuk mendapatkan jawaban yang diharapkan, penelitian ini dianalisis
dengan teori-teori, yaitu pada analisis latar belakang ritual digunakan teori
religi dan Rna, analisis pelaksanaan ritual digunaka teori unsur-unsur dasar
religi dan konsep Dharma Siddhyartha, dan untuk mengetahui fungsi dan
makna ritual digunakan teori interaksionisme simbolik dan Pratika.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1)
masyarakat Hindu Kaharingan di Palangkaraya melaksanakan UT berdasarkan
kepercayaan akan kewajiban melaksanakan Yajna untuk menebus Rna (hutang)
yang mengandung nilai-nilai luhur ajaran agama dan budaya. Nilai-nilai luhur
itu dapat dikelompokan ke dalam empat pokok yaitu nilai religius, nilai sosial,
nilai etika dan nilai estetika. (2) Sedangkan pelaksanaannya dibagi ke dalam
tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap kegiatan pokok dan tahap akhir yang
dipimpin oleh Basir dengan menggunakan berbagai sarana yang kaya akan
simbol. Tahap persiapan merupakan kegiatan untuk mempersiapkan sarana
yang digunakan, tahap pokok adalah kegiatan penyucian dan menghantar Tri
Laiu dan terakhir yang berhubungan kemanusiaan. (3) Fungsi UT bagi
masyarakat adalah sebagai wahana implementasi nilai-nilai religius, nilai-nilai
sosial, nilai-nilai etika dan nilai-nilai estetika dalam mencapai hidup damai dan
harmonis. Sedangkan makna yang diperoleh masyarakat adalah penyadaran diri
akan hakikat manusia sebagai makhluk religius, sosial, etika dan estetika dalam
mencapai hidup damai dan harmonis.Untuk meningkatkan kualitas UT perlu
meningkatkan pemahaman dan pengertian dengan aktif memberikan pembinaan
kepada umat, menyangkut sraddha, susila dan acara.
Kata kunci ; Upacara Tiwah,Rna, Yajna, Lewu Tatau

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 30 Mar 2026 06:37
Last Modified: 30 Mar 2026 06:39
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1266

Actions (login required)

View Item
View Item