TRADISI NAUR KELACI DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA ADAT MUNDUK LUMBANG, BATURITI, TABANAN

NI MADE RAMIATI, - (2006) TRADISI NAUR KELACI DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA ADAT MUNDUK LUMBANG, BATURITI, TABANAN. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
16. S2 BW 2006 NI MADE RAMIATI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (14MB)

Abstract

ABSTRAK
TRADISI NAUR KELACI DALAM UPACARA PERKAWINAN
DI DESA ADAT MUNDUK LUMBANG, BATURITI,
TABANAN
Oleh: Ni Made Ramiati
Globalisasi telah menimbulkan pergulatan antara nilai-nilai budaya lokal
dan global menjadi semakin tinggi intensitasnya. Sistem nilai budaya local yang
selama ini digunakan sebagai acuan oleh masyarakat tidak jarang mengalami
perubahan karena pengaruh nilai-nilai budaya global, terutama dengan adanya
kemajuan teknologi informasi yang semakin mempercepat proses perubahan
tersebut. Proses globalisasi juga telah merambah wilayah kehidupan agama yang
serba sacral menjadi sekuler, yang dapat menimbulkan ketegangan bagi umat
beragama. Nilai-nilai yang mapan selama ini telah mengalami perubahan yang
pada gilirannya menimbulkan keresahan psikologis dan krisis identitas di banyak
kalangan masyarakat. Namun disisi lain menjadi paradoks bahwa ekspansi budaya
global justru menyebabkan meningkatnya kesadaran terhadap budaya local dan
regional.
Penelitian ini mengkaji Tradisi Naur Kelaci dalam Upacara Perkawinan di
Desa Adat Munduk Lumbang dengan membahas bentuk, fungsi dan makna dalam
perspektif teologi agama. Adapun rumusan masalah meliputi : (1) Bagaimana
bentuk Tradisi Naur Kelaci? (2) Bagaimana fungsi Tradisi Naur Kelaci? Dan Apa
Makna Tradisi Naur Kelaci?
Untuk membedah permasalahannya menggunakan teori Strukturalisme
Fungsional untuk mengkaji bentuk dan fungsi, teori religi untuk membedah
makna dan teori Interaksionalisme Simbolik. Untuk mengkaji simbol dan
interaksi sosial melalui simbol-simbol dimaksud.
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi :Metode
Pengumpulan data, Metode Analisis data dan Teknik Penyajian hasil. Metode
Pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, studi kepustakaan dan
dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan metode kualitatif
fenomenologis dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik
penyajian data adalah bersifat semi imformal-informal dalam artian pada
beberapa bagian disajikan dalam bentuk bab dan dibagian lain disajikan secara
verbal atau deskriptif kualitatif
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk adanya sedikit pergeseran
dalam rangkaian proses perkawinan, dari meminang menjadi meminang dan
ngerorod. Penggunaan penggunaan babi sebagai tumbakan telag bergeser menjadi
babi dan penggunaan uang kepeng bolong yang dipergunakan canang pakerang
dapat diganti dengan uang biasa sebesar Rp. 20.000,. Bentuk Tradisi Naur Kelaci
diantaranya: a) prosesi upacara, b) struktur banten, c) waktu, tempat, pelaksana
upacara, d) akibat pelaksanaan Tradisi Naur Kelaci. Fungsi Tradisi Naur Kelaci
antara lain: fungsi Prosesi, Fungsi banten, Fungsi Pengesahan Perkawinan, fungsi
penentuan status kewargaan, fungsi pembayaran hutang (Rna), fungsi sosial Naur
Kelaci dan fungsi sosial ekonomi. Sedangkan Makna Naur Kelaci diantaranya;
Makna Banten Naur Kelaci, Makna Ketuhanan, Makna Solidaritas Sosial, dan
Makna Penyucian.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 30 Mar 2026 06:43
Last Modified: 30 Mar 2026 07:01
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1267

Actions (login required)

View Item
View Item