DINAMIKA HINDU DI JAWA TIMUR (STUDI KASUS DI DESA SUKODADI KECAMATAN WAGIR MALANG)

SUGIARTI, - (2007) DINAMIKA HINDU DI JAWA TIMUR (STUDI KASUS DI DESA SUKODADI KECAMATAN WAGIR MALANG). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
4. S2 BW 2007 SUGIARTI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (18MB)

Abstract

ABSTRAK
Sebelum agama Hindu berkembang di Nusantara, nenek moyang bangsa
Indonesia sudah memiliki kepercayaan asli. Kedatangan agama Hindu ke Nusantara
dapat diterima dengan mudah karena mempunyai persamaan dengan unsur-unsur
kepercayaan yang dimiliki oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Hindu merupakan agama pertama yang masuk ke wilayah Nusantara dan
mencapai zaman keemasan ketika kerajaan Hindu Majapahit berjaya. Setelah
kerajaan-kerajaan Hindu Nusantara mengalami keruntuhan, agama Hindu juga
mengalami kemunduran. Agama Hindu dianut kembali oleh masyarakat di Jawa
setelah hampir lima ratus tahun runtuhnya kerajaan Hindu Majapahit. Masyarakat
Jawa kembali menganut Hindu setelah terjadinya pergolakan politik tahun 1965, yang
dikenal dengan peristiwa G 30 S/PKI.
Masalah yang terdapat dalam penelitian ini meliputi: (1) kondisi sosial
religius masyarakat Hindu di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang,
Provinsi Jawa Timur; (2) perkembangan agama Hindu di Desa Sukodadi, Kecamatan
Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur; dan (3) strategi yang dikembangkan
dalam pembinaan masyarakat Hindu di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir,
Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Teori yang digunakan dalam mengkaji
permasalahan adalah teori perubahan sosial, teori perubahan kebudayaan, teori
konflik, dan teori adaptasi.
Penelitian ini merupakan studi kasus di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir,
Kabupaten Malang, provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode
kualitatif, dan memakai pendekatan sosiologis. Informasi didapatkan dari informan
dengan penentuan informan secara purposive sampling dan snowball sampling.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumenter. Data
penelitian ini dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan verifikatif kualitatif.
Proses analisis datanya menggunakan langkah-langkah menurut Haberman dan Miles,
antara lain reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, kondisi sosial religius masyarakat
Hindu di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa
Timur, tidak jauh berbeda dengan masyarakat penganut agama Islam Kejawen (Islam
Jawa) atau Islam Sinkretik. Kondisi demikian terjadi, karena pada abad ke-15
masyarakat Jawa telah mengalami perubahan kebudayaan dan perubahan sosial,
sehubungan dengan Islamisasi di Jawa. Namun, pada masa sekarang ini terdapat
upaya dari masyarakat Hindu untuk melaksanakan kegiatan kegamaan berdasarkan
pedoman dari PHDI.
Kemunduran agama Hindu di Jawa Timur pada abad ke-15, terjadi karena ada
dua faktor, yakni faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern berkaitan dengan
lemahnya sradha umat Hindu, sedangkan faktor ekstern berasal dari upaya islamisasi
yang dilakukan oleh para wali.
Secara umum masyarakat Hindu di Jawa Timur masih mengalami proses
termarjinalisasi, rentan terhadap konversi agama, dan kurang berdaya. Dalam
pelaksanan ritual dan penerapan nilai-nilai keagamaan juga masih dalam taraf
"mencari bentuk”. Untuk itu diperlukan usaha pembinaan terhadap masyarakat
Hindu. Usaha pembinaan yang dilakukan harus mempertimbangkan prinsip
ISADEKTA, yakni Iksa, Sakti, Desa, Kala, dan Tattwa. Hal tersebut supaya tujuan
pembinaan dharma dapat berhasil dengan baik (Dharma Sidhyartha). Berdasarkan pedoman pembinaan umat Hindu Dharma Indonesia, dalam
upaya pembinaan agama Hindu menggunakan metode: (1) Dharma Wacana, (2)
Dharma Gita, (3) Dharma Tula, (4) Dharma Yatra, (5) Dharma Sadana, dan (6)
Dharma Santi. Sasaran pembinaan adalah individu, anak-anak, pemuda, wanita, dan
keluarga. Jalur dan sarana pembinaan melalui pendidikan formal dan nonformal.
Perangkat pelaksanaan pembinaan adalah PHDI, Penyuluh agama dari Departemen
Agama, WHDI, dan Tokoh-tokoh Hindu. Pelaksanaan pembinaan umat Hindu di
Malang Raya sudah berjalan. Hal tersebut terbukti dengan adanya beberapa sekolah
yang berlandaskan Hindu sudah berdiri di Malang.
Tugas pembinaan terhadap masyarakat Hindu, tidak hanya menjadi tugas
PHDI maupun petugas penyuluh agama Hindu dari Departemen Agama, tetapi juga
menjadi tugas bersama lembaga-lembaga keumatan, serta orang-orang yang
mempunyai kepedulian terhadap dinamika agama Hindu. Usaha pembinaan dan
pemberdayaan masyarakat Hindu di Jawa Timur memerlukan adanya petugas khusus,
yakni sekumpulan orang yang berprofesi sebagai pekerja sosial (social worker) dalam
masyarakat Hindu, dan berfungsi sebagai agen perubahan (agent of change). Pekerja
sosial Hindu mengembangkan strategi pendampingan sosial dalam kiprahnya
memecahkan masalah-masalah sosial keumatan. Dalam konteks ini, peranan pekerja
sosial Hindu berada dalam kapasitas sebagai pendamping, bukan sebagai pemecah
masalah (problem solver) secara langsung.
Kata Kunci : Dinamika Hindu di Jawa Timur

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 02 Jun 2026 05:55
Last Modified: 02 Jun 2026 05:55
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1278

Actions (login required)

View Item
View Item