I GEDE SUTARYA, - (2007) KAWASAN SUCI BESAKIH (SUATU KAJIAN SOSIOLOGI AGAMA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
6. S2 BW 2007 I GEDE SUTARYA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (11MB)
Abstract
ABSTRAK
KAWASAN SUCI BESAKІН
(SUATU KAJIAN SOSIOLOGI AGAMA)
KWS Besakih telah disucikan masyarakat Bali sejak zaman pra sejarah sampai
saat ini, sebagai parahyangan (kawasan tersuci) dalam pandangan masyarakat Bali.
Sejalan dengan perkembangan masyarakat Bali, kawasan ini mengalami berbagai
perubahan sejalan dengan perubahan masyarakat Bali secara pelan-pelan. Perubahan ini
terjadi karena pertumbuhan ekonomi dan perubahan regulasi pada tataran negara-bangsa.
Pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan kebijakan privatisasi kepemilikan tanah,
menimbulkan berbagai pergeseran di Bali. KWS Besakih yang dulunya hanya menjadi
pusat kegiatan keagamaan, telah berkembang juga menjadi daya tarik pariwisata.
Perkembangan ini telah menciptakan keuntungan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Masyarakat Besakih mengambil keuntungan ekonomi dengan cara mendirikan toko, kios
dan kegiatan ekonomi lainnya, untuk menangkap peluang ekonomi Besakih sebagai daya
tarik pariwisata.
Pembangunan sarana prasarana ekonomi tersebut terkadang tidak searah dengan
pembangunan KWS Besakih sebagai pusat kegiatan keagamaan, sehingga menimbulkan
berbagai ketimpangan. Dengan demikian, dapat dirumuskan dua permasalahan utama
yaitu 1) adakah penyimpangan dari konsep normatif kawasan suci dan konsep aplikatif
kawasan suci di KWS Besakih?, 2) Faktor-faktor apakah yang mendorong munculnya
penyimpangan di KWS Besakih?
Dengan demikian, penelitian ini berusaha mengungkap konsep KWS Besakih,
penyimpangan yang terjadi, faktor pendorong penyimpangan dan pandangan masyarakat
tentang berbagai bentuk penyimpangan dan faktor-faktor yang mendorongnya. Temuan
tersebut dikumpulkan dengan Metode Pengumpulan Data berupa studi kepustakaan,
observasi dan wawancara. Semua data tersebut dianalisis dengan metode kualitatif.
Pada penelitian ini, tergambar bahwa konsep kawasan suci yang telah dituangkan
dalam bentuk rencana teknis berupa RDTR ternyata dalam pelaksanaannya mengalami
berbagai penyimpangan di KWS Besakih. Penyimpangan tersebut didorong oleh adanya
kepemilikan pribadi atas tanah dan peluang ekonomi di KWS Besakih. Perubahan
kepemilikan dari kepemilikan kolektif menjadi kepemilikan pribadi telah menciptakan
masyarakat yang sangat individualistik dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomi.
Dengan demikian, telah terjadi perubahan yang mendasar di KWS Besakih.
Pemerintah telah mencoba membuat perencanaan tetapi perencanaan belum bisa
dilaksanakan sebagaimanamestinya. Tekoh-tokoh masyarakat Besakih mengajukan
pandangan yang pragmatis dalam menghadapi persoalan ini. Itu artinya telah terjadi
perubahan besar pada masyarakat di KWS Besakih. Faktor ekonomi ternyata telah
menciptakan pandangan baru tentang nilai kawasan suci yang lebih pragmatis untuk
menampung pelyang-peluang ekonomi yang ada. Dengan demikian, kapitalisme
sebenarnya telah menjadi suatu kenyataan pada masyarakat Bali. Bahkan semangat ini
telah mencengkram nilai-nilai kesucian.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 05:05 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 05:05 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1280 |

