UPACARA MALIGYA SEBAGAI PENYUCIAN SUKSMA SARIRA MENURUT LONTAR TINGKAHING BALIGYA (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna)

I KETUT SUDIANA, - (2007) UPACARA MALIGYA SEBAGAI PENYUCIAN SUKSMA SARIRA MENURUT LONTAR TINGKAHING BALIGYA (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
9. S2 BW 2007 I KETUT SUDIANA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (13MB)

Abstract

ABSTRAK
Oleh: I Ketut Sudiana
Lontar Tingkahing Baligya sebagai naskah susastra Agama Hindu yang
berisikan petunjuk untuk melaksanakan ritual agama. Naskah ini berbentuk prosa
sifat ajarannya lebih banyak ajaran yadnya, seperti halnya Upacara Maligya
merupakan suatu refleksi penyucian Suksama Sarira. Tegasnya Maligya adalah
suatu Upacara Atma Wedana yang utama, Upacara Maligya akan dapat
dilaksanakan apabila telah melaksanakan Upacara Pitra Yadnya tahap pertama
yaitu Ngaben. Padangan masyarakat awam tentang Upacara Maligya masih
kurang. Maligya selalu dipersepsikan hanya boleh dilaksanakan dilingkungan kelas
sosial tertentu seperti Brahmana dan Kesatriya, sehingga masyarakat biasa di luar
kelas sosial tersebut tidak bisa melaksanakan Upacara Maligya. Hal ini sangat
bertentangan dengan konsep dasar Upacara Maligya. Sesungguhnya Upacara
Maligya menurut Lontar Tingkahing Baligya tidak ada yang menyebutkan kelas
sosial masyarakat yang boleh melaksanakan Upacara Maligya. Sesungguhnya
Upacara Maligya boleh dilaksanakan oleh siapa saja namun tetap berdasarkan
pada Catur drsta yaitu: Sastra drsta, Desa drsta, Loka drsta, Kuno drsta.
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam
mengenai Upacara Maligya menurut Lontar Tingkahing Baligya mengenai bentuk
fungsi dan makna dalam pelaksanaannya. Penelitian ini digolongkan dalam
penelitian kualitatif.
Peneltian ini menggunakan teori strukturalisme, untuk memahami struktur
bentuk tata cara pelaksanaan yang terdapat dalam Upacara Maligya, teoari
fungsionalisme teori ini diterapkan untuk menganalisis fungsi Upacara Baligya,
teori semiotik untuk menganalisis makna Upacara Baligya dan teori hermeneutika
teori ini akan dapat menafsirkan secara menyeluruh dari bagian-bagian teks
tersebut maka akan didapatkan pemahaman yang komprehensif.
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapа
tahapan yakni: 1) Penentuan data dan sumber data, 2) Jenis dan pendekatan
penelitian, 3) Metode penentuan informan, 4) Metode pengumpulan data melalui
metode kepustakaan dan wawancara, dan 5) Teknik pengolahan data.
Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa Upacara Maligya menurut
Lontar Tingkahing Baligya bentuk pelaksanaannya dapat dibagi menjadi: upacara
Pangutpetian, upacara pamekas dan upacara penelas, serta memiliki fungsi
sebagai berikut: pendakian alam pitara, fungsi roh mencapai moksa, fungsi
pembayaran hutang (Rna), fungsi perwujudan rasa bhakti, fungsi sarana
komunikasi antar manusia dengan leluhur, fungsi penguat kehidupan sosiokultural,
fungsi pendidikan, dan fungsi estetika. Disamping fungsi tersebut Upacara
Maligya mengandung makna yakni: makna Teologi, makna penyucian suksma
sarira, makna pemujaan leluhur, makna hukum karma, makna kerinduan
religiusitas, makna pesan moral tanggung jawab generasi, makna bagi kehidupan
manusia dan makna etis.
Kata kunci” Maligya“adalah Upacara Atma Wedana.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 22 Apr 2026 05:19
Last Modified: 22 Apr 2026 05:20
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1283

Actions (login required)

View Item
View Item