TRADISI TUYO HINDU KAHARINGAN DI DESA RODOK BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH (KAJIAN TEOLOGI LOKAL)

KURI, - (2007) TRADISI TUYO HINDU KAHARINGAN DI DESA RODOK BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH (KAJIAN TEOLOGI LOKAL). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
13. S2 BW 2007 KURI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (18MB)

Abstract

ABSTRAK
TRADISI TUYO HINDU KAHARINGAN DI DESA RODOK
BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH
(Kajian Teologi Lokal)
Oleh: Kuri
Salah satu unsur kebudayaan lokal yang sangat perlu untuk dilestarikan
adalah tradisi keagamaan sebagai warisan leluhur dari jaman dahulu, yang telah
ditentukan pada masyarakat Desa Rodok, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan
Tengah. Adapun media yang digunakan untuk melestarikan budaya lokal ini,
salah satunya dengan melaksanakan Tradisi Tuyo yang dilaksanakan di Langar
Rodok Loma Bawoo dan Langar Tudan Tuyo Wanan (tempat ibadah) setiap
malam Senin dan Kamis serta setiap tanggal 1 januari, tanggal 4 Juni dan tanggal
17 Agustus setiap tahun. Ini merupakan salah satu bentuk pemujaan yang ada
pada suku Dayak Lawangan. Untuk memohon keselamatan, kesejahteraan dan
kedamiaan kepada Mo Maha Pengewasa Ulun Tinggi Alam Pengelaman dalam
manifestasi-Nya sebagai (Dewa penjaga dealapan penjuru mata angin) yang
merupakan manifestasi Tuhan sebagai pemelihara dan penjaga dunia ini.
Penelitian ini mengkaji Tradisi Tuyo Hindu Kaharingan di Desa Rodok
dengan membahas bentuk, fungsi dan makna dalam Kajian teologi lokal. Adapun
rumusan masalah meliputi: (1) Bagaimana bentuk pelaksanaan tradisi Tuyo Umat
Hindu Kaharingan? (2) Apa fungsi Tradisi Tuyo bagi umat Hindu Kaharingan?
dan (3) Makna apa yang terkandung dalam tradisi Tuyo bagi umat Hindu
Kaharingan? tujuan dari penelitian ini secara khusus adalah (1) Untuk mengetahui
bentuk pelaksanaan Tradisi Tuyo umat Hindu Kaharingan, (2) Untuk mengetahui
fungsi tradisi Tuyo bagi Umat Hindu Kaharingan dan (3) Untuk mengetahui dan
menggali lebih dalam secara lebih jelas makna yang terkandung dalam tradisi
Tuyo Hindu Kaharingan.
Untuk membedah permasalahan dalam penelitian ini menggunakan teori
Fenomonologi, teori Fungsionalisme Struktural untuk mengkaji bentuk dan
fungsi, teori religi untuk membedah makna teori Intraksionalisme Simbolik.
Untuk mengkaji simbol dan intraksi sosial dalam tradisi Tuyo melalui simbolsimbol dimaksud.
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi: Teknik Penetuan
Informan, Teknik Pengumpulan data, teknik Pengumpulan data meliputi:
observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumetasi.Teknik Analisi data dan
Teknik Penyajian hasil. Dalam menganalisis data dipergunakan metode kualitatif
fenomonologis dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik
penyajian data adalah bersifat semi informal-formal dalam artian pada beberapа
bagian disajikan dalam bentuk bab dan dibagian lain disajikan secara verbal atau
deskriftif kualitatif.
Hasil penelitian mencakup tiga aspek yaitu mengenai bentuk, fungsi dan
makna. Pertama bentuk Tradisi Tuyo Hindu Kaharingan meliputi:
(1) Bentuk pelaksanaannya tradisi Tuyo, ((2) Prosesi dan struktur tradisi Tuyo, (3)
Tempat dan waktu pelaksanaan, (4) Sarana dan prasarana, (5) Tinga-tinga atau
sejenis mantra yang digunakan dalam tradisi Tuyo, (6) Pantangan dan larangan
dalam tradisi Tuyo, (7) Akibat kalau pantangan dan larangan tidak ditaati. Kedua
fungsi tradisi Tuyo Hindu Kaharingan meliputi: (1) fungsi Tradisi Tuyo bagi umat
Hindu Kaharingan di desa Rodok, (2) fungsi sosial tradisi Tuyo, (3) fungsi
religius, (4) fungsi sagi-saga/ sesajen atau banten dalam tradisi Tuyo, (5) fungsi
budaya/ Estetika dalam tradisi Tuyo, (6) fungsi teologi lokal dalam tradisi Tuyo.
Ketiga dari segi makna Tradisi Tuyo Hindu Kaharingan dapat dipetik sebagai
berikut: (1) Makna tradisi Tuyo bagi umat Hindu Kaharingan, (2) Makna
solidaritas sosial, (3) Makna religi, (4) makna sagi-saga/ sesajen banten dalam
tradisi Tuyo, (5) Makna budaya/Estetika, (6) Makna penyucian diri (7) Makna
keharmonisan, (8) Makna teologi lokal dalam Tradisi Tuyo, (9) Makna etika dan
moral.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan tiga hal, yaitu: bentuk, fungsi
dan makna Tradisi Tuyo Hindu Kaharingan yang meliputi bentuk pelaksanaan,
prosesi dan struktur, tempat dan waktu pelaksanaan, sarana dan prasarana,
tinga/sejenis mantra yang digunakan, pantangan dan larangan, akibat pantangan,
di atur dalam implementasinya berlangsung secara teratur dan konsisten
berdasarkan atas aturan yang ada dalam tradisi Tuyo desa Rodok. Hal ini berarti
bahwa perspektif teori fenomonologi, bentuk pelaksananan tempat dan waktu
sangat sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada Tradisi Tuyo. Demikian juga
teori fungsionalisme struktural yang menekankan pada keteraturan (dari masingmasing struktur yang ada selalu fungsional satu sama lainya, nampak dalam
Tradisi Tuyo. Demikian juga dalam hal fungsi manifes dan fungsi latent, tradisi
Tuyo juga merupakan fungsi manifes berupa fungsi religius, fungsi teologi lokal
dan sebagainya. Sedangkan fungsi latent antara lain fungsi budaya/ seni, sosial,
dan lain-lain. Makna tradisi Tuyo yang meliputi makna kebersamaan (solidaritas),
budaya, teologi lokal, penyucian diri, keharmonisan dan etika moral dalam
perspektif teori religi menyatakan bahwa tradisi agama adalah hasil budaya
agama. Sedangkan dalam perspektif teori intraksionalisme simbolik, tradisi Tuyo,
terutama sarana - prasarana, penyucian diri dan pantangan serta larangan yang
bisa dikaitkan dengan etika dan moral hal ini berintraksi dengan simbol-simbol
perwujudan Mo Maha Penguasa Ulun Tinggi Alam Pengelaman (Tuhan) secara
teologi lokal.
Kata Kunci: Hindu Kaharingan, tradisi Tuyo, paralelisme Usur Ngelaur Urai
Ngensamai Maha Pengewasa Tinggi Alam Pengelaman dan teologi
lokal.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 22 Apr 2026 06:45
Last Modified: 22 Apr 2026 06:47
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1287

Actions (login required)

View Item
View Item