NI WAYAN RUSTAWATI, - (2007) PENGELOLAAN DANA PUNYA PADA MASYARAKAT HINDU DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL (Studi Kasus di Kabupaten Gianyar). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
15. S2 BW 2007 NI WAYAN RUSTAWATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (17MB)
Abstract
ABSTRAK
PENGELOLAAN DANA PUNYA
PADA MASYARAKAT HINDU DALAM
PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL
(Studi Kasus di Kabupaten Gianyar)
Budaya lokal dalam konsep “ngayah" bekerja penuh pengabdian kepada
yang dipujanya berkembang menjadi “ngayah" dengan keterikatan sanksi adat dan
sanksi sosial. Konsep "maturan" yaitu persembahan secara tulus ikhlas kepada
Hyang Widhi menjadi “ngaturang" atau memberikan dalam keterikatan bentuk
sesuai aturan persembahan. Seiring berjalannya waktu, pemberian tidak terbatas
pada tenaga maupun dāna, tetapi berkembang pada ide pemikiran. Persembahan
dan pemberian seperti ini sekarang dipahami sebagai dāna punya. Untuk itu,
secara moral manusia dituntut mengerti permasalahan sosial yang ada disekitarnya.
Seiring dengan perubahan sosial yang dibatasi oleh ruang dan waktu, maka berubah
pula pemahaman tentang nilai kebersamaan, nilai keikhlasan dan nilai dāna punya
itu sendiri menjadi nilai yang diukur dengan material atau dengan nilai nominal.
Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka masalah yang ingin
diungkapkan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana bentuk pengelolaan dana
punya pada kehidupan beragama Hindu di Kabupaten Gianyar? (2) Bagaimana
fungsi pengelolaan dāna punya pada Kehidupan Beragama Hindu di Kabupaten
Gianyar dikaitkan dengan perubahan sosial? (3) Apa makna dan kekuatan,
kelemahan, ancaman dan peluang pengembangan dāna punya di masa mendatang
pada kehidupan beragama Hindu?
Penelitian ini mempergunakan teori: (1) fungsionalisme structural untuk
mengkaji suatu perubahan terjadi dalam sistem nilai, budaya, prilaku, sikap
masyarakat dalam ber-dāna punya. (2) Teori Interaksionisme Simbolik, Teori ini
digunakan untuk mengungkap nilai-nilai dāna punya sebagai simbol kebermaknaan
yang abstraks, simbol pengikat tali kasih dan kesadaran akan kebersamaan,
kerukunan, simpatik dan lain sebagainya. (3) Teori Analisis SWOT (Strenghts,
Weaknesses, Opportunities and Threats) adalah suatau alat manajemen untuk
mengevalusasi internal dan eksternal pengelolaan dāna punya guna
menginformasikan mengenai isu-isu dalam aspek positif dan aspek negative bagi
pengelola.
Berdasarkan ketiga teori itu dilakukan penelitian dengan pendekatan teologi
perubahan bersumber dari data primer dan skunder, dan diperoleh melalui beberapа
metode diantaranya metode Observasi, metode wawancara, studi kepustakaan dan
dikumentasi dengan penentuan informan kunci seperti: Bendesa Pekraman, tokohtokoh adat, mantan pengurus adat, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya yang
mengetahui tentang dāna punya.
Dari hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan; Dāna Puņya wajib
hukumnya yang dilandasi oleh pustaka suci dan susastra-Susastra Hindu. Wujud
Dāna Punya antara lain: (1) Wujud ide-ide, gagasan-gagasan, ilmu pengetahuan
dan tata nilai untuk meningkatkan etika dan moral masyarakat. (2) Wujud aktivitas
sosial diantaranya nguopin, matulung, ngajakang, maselisi, ngayah, meturunan,
matelik, makemit, magebagan, dan ngerombo. (3) Wujud harta benda. Pemahaman
masyarakat tentang Dāna Punya masih berpariasi karena belum dipahaminya
konsep Dāna Punya secara utuh. Pengelolaan Dāna Puņya di Kabupaten Gianyar
lebih banyak bersifat manual dan sebagian kecil dikelola oleh lembaga keuangan
serta pemerintah. Perubahan fungsi Dāna Punya yang sebelumnya sebagai alat
solidaritas sosial dan persembahan, sedikit bergeser sebagai alat barter yaitu
pertukaran barang dengan barang, serta barter dukungan politik.
Sesuai analisis SWOT, pengelolaan Dāna Puņya diklasifikasikan sebagai
berikut: (1) Kekuatan berdasarkan Visi dan Misi Pemerintah Daerah Gianyar,
peningkatan peranan lembaga adat secara profesional, telah ada pengelolaan secara
professional.(2) Kelemahan; kurangnya SDM pengelola dan masih bersifat
pengabdian, pengelolaan masih secara manual, sosialisasi Bhisama PHDIP tidak
merata, publikasi kegiatan ber- Dāna Punya masih minim. (3) Peluang; masyarakat
memiliki kesadaran tinggi untuk ber- Dāna Punya, memiliki solidaritas sosial
tinggi, ada tawaran kerjasama dengan lembaga keuangan. (4) Ancaтman;
melunturnya kepercayaan kepada pengelola, sangat rentan dengan situasi politik
dan ancaman keamanan, belum ada lembaga permanen. Perubahan makna Dāna
Punya yang sebelumnya bermakna moral, Yajna dan penebusan hutang, bergeser
kepada makna duniawi yaitu hak dari penguasa golongan sebagai bantuan sukarela,
bermakna belas kasihan untuk mencapai kehormatan diri pribadi.
Kata Kunci : Dâna Punya, Masyarakat Hindu, Perubahan Sosial
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 06:59 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 07:01 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1289 |

