NI WAYAN SARIANI BINAWATI, - (2007) EKSISTENSI SANGGAH KAMULAN SEBAGAI TEMPAT PEMUJAAN MASYARAKAT DESA LES KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BADUNG. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
16. S2 BW 2007 NI WAYAN SARIANI BINAWATI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (16MB)
Abstract
ABSTRAK
EKSISTENSI SANGGAH KAMULAN SEBAGAI
TEMPAT PEMUJAAN MASYARAKAT DESA LES
КЕСАМATAN TEJAKULA KABUPATEN
BULELENG
Dalam melaksanakan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa /
Tuhan Yang Maha Esa dan Dewa-Dewa sebagai manifestasi dari Tuhan dalam
berbagai peranannya, masyarakat Hindu di Bali membangun tempat suci atau
tempat ibadah untuk memusatkan segala pikirannya agar dapat menghayati dan
membangkitkan getaran-getaran kesucian sehingga dapat merasakan ketenangan
dalam mendekatkan diri kehadapan Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang
Widhi Wasa.
Pada awalnya yang dianggap sebagai tempat suci dari para dewa dan roh
suci leluhur adalah gunung. Seiring dengan perkembangan kebudayaan umat
manusia yang berawal dari kebudayaan sederhana yang menganggap gunung
sebagai tempat suci, kemudian secara perlahan sistem pemujaan Hindu pun
mengalami perkembangan. Tempat suci sebagai tempat pemujaan secara umum
dibagi menjadi dua, yaitu: tempat memuja Tuhan dan tempat memuja roh suci
leluhur. Tempat memuja roh suci para leluhur dikenal dengan sebutan Sanggah
Kamulan.
Sanggah Kamulan merupakan tempat memuja leluhur yang telah suci.
Tempat memuja leluhur yang ada di desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten
Buleleng ini tergolong unik, karena itu materi ini diangkat menjadi topik
penelitian yang dituangkan dalam judul "Eksistensi Sanggah Kamulan Sebagai
Tempat pemujaan Masyarakat Desa Les Kecamatan Tejakula Kabupaten
Buleleng". Berdasarkan hal ini, maka masalah yang dibahas adalah bentuk, fungsi
dan makna Sanggah Kamulan menurut sudut pandang teologi Hindu masyarakat
Les.
Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan bentuk Sanggah Kamulan,
(2) mengungkap fungsi Sanggah Kamulan menurut perspektif masyarakat
setempat, dan (3) mengungkapkan makna Sanggah Kamulan menurut sudut
pandang teologi Hindu masyarakat Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten
Buleleng.
Penelitian ini menggunakan tiga teori. Pertama, untuk menjelaskan bentuk
Sanggah Kamulan menggunakan teori estetika. Kedua, untuk mengungkapkan
fungsi Sanggah Kamulan menggunakan teori religi. Ketiga, untuk
mengungkapkan makna Sanggah Kamulan menggunakan teori interaksi simbolik.
Untuk menjawab masalah sesuai tujuan, penelitian ini menggunakan
metode yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu: 1) penentuan lokasi 2) jenis dan
pendekatan penelitian 3) penentuan data dan sumber data 4) penentuan informan
dengan sistem purposive sampling 5) metode pengumpulan data melalui
observasi, wawancara mendalam, kepustakaan dan dokumentasi 6) metode
analisis data melalui deskripsi rekaman, reduksi, klasifikasi, perincian data,
interpretasi, dan penyajian hasil analisis.
Sesuai hasil analisis, disimpulkan bahwa bentuk Sanggah Kamulan
masyarakat Les terbuat dari pohon kayu dapdap dan anyaman bambu berupa
klatkat yang diikat tali bambu atau ijuk dengan tiga ruang. Fungsinya ialah
sebagai tempat memuja roh leluhur yang telah suci. Makna yang terkandung
didalamnya adalah untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi
Beliau sebagai Purusa dan Pradana.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 07:08 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 07:10 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1290 |

