UPACARA PAKANAN PATAHU DI KELURAHAN TANGKILING KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH (KAJIAN BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA)

BUHOL, - (2009) UPACARA PAKANAN PATAHU DI KELURAHAN TANGKILING KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH (KAJIAN BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
2. S2 BW 2009 BUHOL.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (20MB)

Abstract

ABSTRAK
Salah satu unsur kebudayaan daerah yang sangat perlu untuk dilestarikan
adalah upacara keagamaan sebagai warisan leluhur dari jaman dahulu, yang telah
dilaksanakan pada masyarakat Dayak khususnya di Kelurahan Tangkiling
Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya seperti Upacara Pakanan Patahu.
Upacara tersebut dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Tujuan upacara adalah
untuk membersihkan/ menetralisir kembali keadaan alam lingkungan supaya
netral dari pengaruh buruk, dan sekaligus mohon perlindungan, keselamatan,
kesejahtaraan, keharmonisan kepada Ranying Hattala Langit/ Tuhan Yang Maha
Esa beserta menifestasi-Nya.
Penelitian ini mengkaji bentuk, fungsi dan makna dari upacara Pakanan
Patahu di Kelurahan Tangkiling Kacamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya.
Adapun rumusan masalah meliputi: (1) Bagaimana bentuk pelaksanaan upacara
Pakanan Patahu ? (2) Apa fungsi pelaksanaan upacara Pakanan Patahu? dan (3)
Apa makna pelaksanaan upacara Pakanan Patahu? tujuan dari penelitian ini secara
khusus adalah (1) Untuk mengetahui dan mendeskrifsikan bentuk pelaksanaan
upacara Pakanan Patahu, (2) Untuk memahami dan mendeskrifsikan fungsi
upacara Pakanan Patahu, dan (3) Untuk menganalisis dan mendeskrifsikan
makna upacara Pakanan Patahu.
Untuk membedah permasalahan dalam penelitian ini menggunakan teori
Fenomonologi untuk mengkaji bentuk, teori Fungsionalisme Struktural untuk
mengkaji fungsi, teori Intraksionalisme simbolik untuk mengkaji makna,untuk
mengkaji simbol dan intraksi sosial dan budaya dalam upacara Pakanan Patahu
melalui simbol-simbol dimaksud sesuai dengan adat istiadat setempat (local
genius). Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi: Teknik
Penentuan Informan. Teknik Pengumpulan data, yang meliputi: observasi,
wawancara, tehnik korespondensi, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik
Analisis data dan Teknik Penyajian hasil. Dalam menganalisis data dipergunakan
metode kualitatif fenomonologis dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif.
Sedangkan teknik penyajian data adalah bersifat semi informal-formal dalam
artian pada beberapa bagian disajikan dalam bentuk bab dan dibagian lain
disajikan secara verbal atau deskriftif kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan tiga hal, yaitu: bentuk, fungsi
dan makna Upacara Pakanan Patahu yang meliputi bentuk pelaksanaan, tempat
dan waktu pelaksanaan, sarana dan prasarana, persiapan upacara, kegiatan pokok,
dan mantra yang digunakan, pantangan dan larangan, senger/ denda apabila
melanggar pantangan (pali), di atur dalam implementasinya berlangsung secara
teratur dan konsisten berdasarkan atas aturan yang ada dalam Upacara Pakanan
Patahu di Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Hal
ini berarti bahwa perspektif teori fenomonologi, bentuk pelaksananan tempat dan
waktu sangat sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada upacara tersebut.
Demikian juga teori fungsionalisme struktural yang menekankan pada keteraturan
(dari masing-masing struktur yang ada selalu fungsional satu sama lainya, nampak
dalam Upacara Pakanan Patahu. Begitu juga dalam hal fungsi manifes dan fungsi
latent, fungsi manifes berupa fungsi religius, Sedangkan fungsi latent antara lain
fungsi sosial, budaya, dan estetika. Makna upacara Pakanan Patahu yang meliputi
makna religius, makna sosial/kebersamaan, makna budaya, makna etika dan
makna keharmonisan. Dalam perspektif teori fenomenoligi menyatakan bahwa
tradisi agama adalah hasil budaya agama. Sedangkan dalam perspektif teori
intraksionalisme simbolik, dari Upacara Pakanan Patahu, terutama sarana
prasarana, dan pantangan serta larangan (pali) yang bisa dikaitkan dengan etika
hal ini berinteraksi dengan simbol banten yang menggambarkan isi alam untuk
menjaga keseimbangan alam dari alam kembali kealam sebagai wujud dari alam
dan sebagai simbol ungkapan tarima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai
penguasa alam semesta.

Kata Kunci: Upacara Pakanan Patahu, Bentuk, Fungsi dan Makna.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 27 Apr 2026 03:10
Last Modified: 27 Apr 2026 03:11
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1293

Actions (login required)

View Item
View Item