ANALISIS UPACARA RAJASWALA DI BANJAR BEKASI (KAJIAN BENTUK, FUNGSI, MAKNA)

GEDE MAHARDIKA, - (2009) ANALISIS UPACARA RAJASWALA DI BANJAR BEKASI (KAJIAN BENTUK, FUNGSI, MAKNA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
3. S2 BW 2009 GEDE MAHARDIKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (16MB)

Abstract

ABSTRAK
Upacara Rajaswala merupakan salah satu bentuk ritual Hindu sebagai bagian
darai Upacara Manusa Yadnya bertujuan untuk menyucikan diri anak yang baru
meningkat dewasa secara lahir dan batin agar terhindar dari godaan-godaan negatif
yang dapat menjerumuskan kejurang penderitaan. Dengan kesucian lahir maupun
batinya anak akan dapat mengenali jadi dirinya sebagai bagian dari Brahman, sesuai
dengan ajaran agama melalui pemujaan terhadap Dewa Semara Ratih.
Secara umum yang ingin dicapai, adalah untuk memahami pelaksanaan
Upacara Rajaswala dengan jelas. Secara khusus adalah untuk dapat menjawab ketiga
permasalahan yang telah dirumuskan yaitu : a). Untuk mengetahui secara lebih jelas
tentang bentuk Upacara Rajaswala yang dilakukan oleh umat Hindu yang ada di
Banjar Bekasi. b). Untuk memahami fungsi Upacara Rajaswala yang dilaksanakan
oleh umat Hindu yang ada di Banjar Bekasi. c). Untuk memahami makna yang
terkandung dalam Upacara Rajaswala yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Banjar
Bekasi.
Landasan teori yang digunakan untuk membedah permasalahan diatas adalah :
Teori Interaksionalisme Simbolik, Teori Fungsionalisme Struktural dan Teori
Semitioka. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik: Observasi,
Wawancara, Studi Kepustakaan dan Studi Dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan
pendekatan kualitatif. Penyajian hasil penelitian secara deskriptif dan disajikan dalam
bentuk laporan ilmiah berupa tesis.
Bentuk Upacara Rajaswala yang menonjol dapat dilihat dari : a). Banten
yang digunakan dalam Upacara Rajaswala terdiri dari: banten untuk di Sanggar
Surya, banten untuk di Sor Sanggar Surya, banten untuk di dapur, banten untuk di
Lapaan (untuk ayaban/ tataban), banten untuk di arepan pamujaan, banten untuk di
Bale Gading, banten untuk di penyekeban, banten untuk pemujaan keleluhur. b).
Tingkatan Upacara Rajaswala di Banjar Bekasi adalah tingkatan Madyaning Nista
karena menggunakan banten Suci. c). Prosesi Upacara Rajaswala dimulai dari
Ngaturang Piuning di Sanggar Surya, nunas tirta Pembersihan atau Pengelukatan,
Mebyekala, Meprayascitta, upacara pengelukatan di dapur, natab banten Sesayut
Sabuh Rah dan Sesayut Ngeraja Singa, Penyekeban, Muspa dan Acara Sungkeman.
d). Tempat pelaksanaan Upacara Rajaswala di Banjar Bekasi di laksanakan di
Wantilan Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi. Waktu dan Dewasa yang dipilih adalah
hari Jumat Pahing Wuku Pahang. E). Doa atau mantram yang digunakan adalah
mantram persiapan pembersihan atau penyucian sarana prasarana (upakara) serta
ngelukat banten, mantram Puja Trisandya, matram Ngastawa Dewa Surya,
Ngastawa, Istadewata, sebagai pemberi anugrah, Ngastawa Sang Hyang Tiga Sakti,
Ngastawa Sang Hyang Guru, matram Prayascitta, matram Biyakala, mantarm
Mejaya-Jaya, mantram Pengkeban, mantram Sang Hyang Semara Ratih, mantram
Sungkeman. F). Struktur upakara atau banten Upacara Rajaswala dikelompokan
menjadi tiga kelompok yaitu: Kelompok banten yang dipersembahkan kepada Tuhan
(Sanggar Surya), banten yang dipersembahkan kepada manusa dalam bentuk banten
tataban dan banten yang dipersembahkan kepada Bhuta Kala dalam bentuk Segehan.
Fungsi Upacara Rajaswala adalah: a) Untuk memohon anugrah dari Dewa
Brahma (Dewa Agni), Sang Hyang Semara Ratih serta para leluhur agar anak
memiliki kekuatan hidup, bukan menjadi kaum yang lemah, tidak mudah putus asa,
dan punya masa depan yang cerah. b Sebagai wadah komunikasi diantara keluarga
dan sesama umat yang ada di Banjar Bekasi. c). Untuk memelihara dan
mengembangkan seni dan budaya Hindu. d). Sebagai penegasan seorang anak bahwa
anak tersebut sudah menginjak dewasa, sehingga perlu diberikan wejangan-wejangan
yang menyatakan bahwa dirinya telah tumbuh dewasa karena apapun yang
diperbutanya akan berakibat juga pada orang tuannya.
Makna Upacara Rajaswala adalah : a). Sebagai peningkatan Sraddha dan
Bhakti kepada Tuhan dan seluruh ciptaanya. b). Sebagai perwujudan dan peningkatan
kesejahteraan dan keseimbangan sosial masyarakat. c). Sebagai peningkatan
pendapatan dan kesempatan kerja dan pemerataan perekonomian yang berdampak
pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. d). Merupakan tradisi budaya
yang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi, karena dihasilkan dari sebuah
pemikiran yang halus dan termotivasi oleh nilai-nilai agama.

Kata Kunci: Upacara Rajaswala, Bentuk, Fungsi dan Makna

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 27 Apr 2026 03:19
Last Modified: 27 Apr 2026 03:21
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1294

Actions (login required)

View Item
View Item