I DEWA KETUT BUDIANA, - (2009) POLA PEMBINAAN MENTAL ROHANI HINDU DINAS PEMBINAAN MENTAL ANGKATAN DARAT DI JAKARTA. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
4. S2 BW 2009 I DEWA KETUT BUDIANA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (19MB)
Abstract
ABSTRAK
Penelitian dengan judul Pola pembinaan mental Rohani Dinas
Pembinaanmental Angkatan Darat di Jakarta ini bertujuan untuk
mendekripsikan hambatan-hambatan yang menjadikan kendala dalam
melaksanakan pembinaan mental rohani Hindu di Dinaspembinaan mental
Angkatan Darat.
Pembinaan mental rohani mempunyai kedudukan yang sangat
penting dan startegis dalam sistem pengembangan keperibadian manusia
secara umum khususnya anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Pembinaan mental Rohani dilakukan melalui tahapan berjenjang dan
berlanjut secara terus menerus sehingga timbul militansi sebagai ciri
kehidupan prajurit yang berdasarkan Pancasila, Sapta Marga, Sumpah
Prajurit dan Delapan Wajib TNI.
Latar belakang pemilihan topik penelitian ini adalah adanya fluktulasi
pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota Tentara Nasional
Indonesia Angkatan Darat. Situasi ini sangat menarik untuk diamati, sehingga
ditetapkan sebagai topik dalam penelitian ini yang secara khusus akan
mendikripsikan hambatan-hambatan yang berpengaruh terhadap pelaksanaan
pembinaan mental rohani Hindu Dinaspembinaan mental Angkatan Darat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi
penelitian di Dinas pembinaan mental Angkatan Darat di Jalan Kesatrian VI
/1 Berlan Jakarta Timur. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan
menggunakan tiga teknik yaitu obsevasi, kepustakaan, wawancara serta
dianalisa secara kualitatif.
Pembahasan dalam penelitian ini menggunakan beberapa teori seperti
teori Belajar dari Gegne, Hakim, Sobur, teori Behaviorisma dan lain-lain.
Berdasarkan analisa dan sajian data, maka pola pembinaan mental rohani
Hindu Dinaspembinaan mental Angkatan Darat di Jakarta melalui Perawatan
rohan, Bimbingan rohan dan Penyuluhan rohani yang pelaksanaannya sangat
tergantung pada kemampuan para Perwira pembina mental rohani Hindu yang
direncanakan dalam bentuk progam kerja. Adapun pola pembinaan mental
rohani Hindu menggunakan metode Sad Dharma yang meliputi; Dharma
Wacana, Dharma Tula, Dharma Gita, Dharma Sadana, Dharma Santhi dan
Dharma Yatra.
Hambatan yang ditemui dalam melaksanakan pembinaan secara
internal adalah terbatasnya kemampuan sumberdaya manusia yang dimiliki
umat Hindu sehingga sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman ajaran
agamanya, belum sehimbangnya prasarana dan sarana dalam meningkatkan
pembinaan, rendahnya kualitas pendidikan agama Hindu sehingga tidak
mustahil dari tahun ketahun terjadi perpindahan agama dengan berbagai
alasan yang tidak masuk akal.
Secara eksternal pengaruh globalisasi yang sangat deras, minimnya
prajurit yang beragama Hindu terlibat dalam kesempatan pengambilan
keputusan, penyebaran yang tidak merata, terbatasnya perwira Rohani Hindu
secara kualitatif dan kuantitatif, lemahnya koordinasi melalui lintas sektoral
serta pemakaian metode pembinaan yang monotun.
Upaya yang dilakukan dalam melaksanakan pembinaan mental rohani
Hindu Dinas pembinaan mental Angkatan Darat di Jakarta dalam peningkatan
dan pendalaman ajaran agama melalui keteladanan sebagai kunci
penembangan jiwa keagamaan dengan melaksanakan Catur Marga secara
berkesinambungan dengan mengamalkan tujuh perinsip yaitu Sila, Yadnya,
Tapa, Dana, Prawrijya, Diksa dan Yoga. Di samping itu sarana kehidupan
beragama seperti buku-buku agama serta pemanfaatan fungsi pura perlu
ditingkatkan terutama fungsi dibidang pendidikan yang mengacu kepada Tri
pusat pendidikan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 03:24 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:27 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1295 |

