I KETUT BANTAS, - (2009) IMPLEMENTASI KONSEP KETUHANAN DALAM PEMUJAAN DI PURA PENATARAN AGUNG KERTA BHUMI JAKARTA (KAJIAN TEOLOGI HINDU). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
6. S2 BW 2009 I KETUT BANTAS.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
ABSTRAK
Pura Penataran Agung Kerta Bhumi terdiri dari dua Mandala yaitu Madya
Mandala dan Utama Mandala. Di Utama Mandala terletak bangunan utama yang menjadi
pusat kegiatan pemujaan yang diwujudkan dalam bentuk Padmasana dengan dua
bangunan Meru beratap tumpang sebelas dibagian belakangnya. Salah satu Meru
berwarna merah dan menggunakan hiasan serba merah pula pada saat upacara.
Sedangkan Meru yang lain memakai warna serba hitam dan hiasan serba hitam pula pada
saat upacara. Dikalangan umat Hindu ada pemahaman bahwa Meru adalah tempat
pemujaan leluhur, akibatnya timbul keragu-raguan pada saat melakukan pemujaan.
Penelitian ini mengkaji keberadaan Pura Penataran Agung Kerta Bhumi dengan
merumuskan masalah yang dibahas adalah: 1) Bangunan mana yang berfungsi sebagai
tempat pemujaan Tuhan Yang Maha Esa, 2) Bagaimana bentuk pemujaan Ista Dewata di
Pura Penataran Agung Kerta Bhumi dan 3) Ista Dewata mana saja yang menjadi obyek
pemujaan di pura Penataran Agung Kerta Bhumi
Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori religi, teori
fungsional'structural dan teori symbol, yang berkaitan dengan situasi kontekstual fungsi -
fungsi bangunan dan kegiatan - kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Pura
Penataran Agung Kerta Bhumi, untuk mendapatkan data-data yang diperlukan
dipergunakan metode observasi, interview dan mempelajari literatur - literatur dan
dokumen - dokumen yang berkaitan dengan Pura Penataran Agung Kerta Bhumi.
Persoalan pertama dibedah dengan teori fungsional structural yang menyatakan
masyarakat bagaimanapun sederhananya mempunyai struktur organisasi, demikian juga
Pura mempunyai strutktur bangunan dan tiap-tiap bangunan mempunyai fungsi. Dengan
teori ini diketahui bahwa Padmasana berfungsi sebagai tempat pemujaan Tuhan Yang
Maha Esa.
Persoalan kedua tentang bentuk pemujaan dibedah dengan teori Religi yang
diantaranya menyatakan bahwa dalam setiap kegiatan agama selalu ada upacara upacara
dan pemakaian benda benda sakral atau yang disakralkan. Demikianlah teori ini
mengantarkan pada kesimpulan bahwa bentuk pemujaan terhadap Ista Dewata adalah
dengan fokus pikiran ditujukan pada Daksina Pelinggih yang telah berfungsi sebagai
sthana Sang Hyang Widhi Wasa.
Persoalan ketiga dibedah dengan teori symbol. Dalam setiap upacara selalu
mempergunakan symbol-simbol, demikian pula bangunan-bangunan pelinggih dengan
segala atributnya adalah symbol- symbol juga, termasuk mantram-mantram yang
dilafalkan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa Ista Dewata yang dipuja di Pura
Penataran Agung Kerta Bhumi adalah Brahma, Wisnu dan Siwa sebagai Tri Murti.
Kata Kunci: Padmasana, Meru Daksina Pelinggih
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 03:34 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:35 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1297 |

