UPACARA NGABEN KREMASI OVEN BAGI UMAT HINDU DI JAKARTA (KAJIAN SOSIO RELIGIUS)

I KETUT DIRGA, - (2009) UPACARA NGABEN KREMASI OVEN BAGI UMAT HINDU DI JAKARTA (KAJIAN SOSIO RELIGIUS). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
7. S2 BW 2009 I KETUT DIRGA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (16MB)

Abstract

ABSTRAKSI
Dalam pola pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan beragama pada umat
Hindu di DKI jakarta. secara umum mengikuti tatacara atau tatanan konseptual Tri
Hitakarana yang terdi dari tiga kerangka dasar keagamaan yaitu Tattwa, Susila, dan
Opacara. Dalam realisasi kehidupan social beragama aspek upacara merupakan
bentuk ekspresi secara simultan merupakan wujud penampakan yang paling
menonjol. Namun secara sistematik satu aspek dengan aspek lainnya saling
memberikan fungsi yang saling terkait dan saling tarik menarik.
Salah satu faktor dari aspek upacara belakangan ini mendapatkan perhatian
dalam kegiatan keagamaan adalah upacara Kremasi Oven yang dilaksanakan
Crematorium Cilincing di Jakarta Utara. Fenomena ini merupakan tatacara atau
tatanan upacara pada umat Hindu di DKI Jakarta, tentu sedikit berbeda dengan
berbeda dengan masyarakat Hindu di Bali. Tatacara ini muncul karena pemerintah
DKI pada saat itu mengalami kesulitan untuk memperluas lahan kuburan,
disebabkan Propinsi DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Negara. Tetapi dipihak umat
Hindu ini merupakan suatu kesempatan yang baik memberikan pemahaman
terhadap umat Hindu DKI tentang bentuk, fungsi dari nilai-nilai pendidikan Agama
Hindu. Dalam upaya mewujudkan dan mensosialisasikan upacara Ngaben (Kremasi
Oven) yang ini merupakan bagian dari Upacara Pitra Yadnya. Permasalahan dalam
penelitian ini adalah : (1) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perubahan sosial
Kremasi Oven di Jakarta, (2) Bagaimana tatacara pelaksanaan Kremasi Oven bagi
unat Hindu di Jakarta, (3) Bagaimana pandangan Agama Hindu terhadap Kremasi
Oven di Jakarta.
Dalam upaya membedah terfokus permasalahan dalam penelitian ini
menggunakan teori yang relevan antara lain: teori fungsional struktural, teori
riligius, teori perubahan budaya. Teori fungsional struktural digunakan untuk
membedah fungsi-fungsi yang berkaitan dengan penggunaan sarana-serana upacara
kremasi oven. Teori riligius digunakan untuk membedah suatu permasalahan
tentang upacara kremasi oven sehingga umat Hindu lebih yakin melaksanaan
upacara keagamaan (Ngaben) dan mempercayai secara mendalam tentang kekuatan
yang ada diluar daya nalar manusia. Teori perubahan Budaya digunakan untuk
membedah tentang kehidupan umat Hindu dalam masyarakat untuk melaksanakan
kegiatan keagamaan yang sesuai dengan nilai-nilai etika dalam upacara kremasi
oven (Ngaben) khususnya DKI Jakarta.
Upaya mengoleksi data dalam penelitian di lapangan mengunakan metode
obsevasi, wawancara, tinjauan pustaka dan dokumentasi. Sedangkan dalan analisis
data diawali dengan klasifikasi data, dilanjutkan dengan reduksi data, diakhiri
denga interprestasi data. Klasifikasi data bertujuan untuk mengelompokan yang
sesuai keperluan dari analisis. Reduksi data bertujuan memilih atau memilah data
untuk dapat dilanjutkan kedalam analisis data. data ini sudah valid sudah tidak ada
lagi dengan data yang tidak diperlukan.
Teknik interprestasi data yang dilakukan melalui menafsirkan data untuk
memperoleh makna yarg tersirat dalam proses upacara kremasi oven Crematorium
Cilicing di Jakarta Utara Propinsi DKI.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang diperoleh di lapangan dapat
disimpulakan seperti: tatacara pelaksanaan upacara kremasi oven (Ngaben) umat
Hindu di Jakarta, pelaksanaanya di Crematorium Cilincing yang dapat membawa
pengaruh yang sangat besar, selain umat Hindu, ada juga umat yang lain melakukan
upacara kremasi oven. Namun bagi umat Hindu secara langsung memahami akan
hakekat dari upacara kremasi (Ngaben).
Dengan memahami fungsi upacara Kremasi (Ngaben) secara umum membawa
pengaruh terhadap masyarakat yang sangat baik terutama dalam penggunaan
peralatan atau serana oven sebagai perlengkapan upacara kremasi terhadap orang
yang diupacarai sebagai putra sesana yang bertanggungjawab menyelesaikan
upacara dengan tujuan untuk membayar utang kepada orang tua atau leluhurnya.
Berdasarkan dengan nilai-nilai etika sosial dalam kegiatan keagamaan seperti
upacara kremasi Oven (Ngaben) maka umat Hindu khususnya yang berada di DKI
Jakarta sudah mampu memahami dan menghayati dan menerapkan nilai-nilai ajaran
Agama Hindu yang menjadi podoman dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
kehidupan bermasyarakat ini sangat baik untuk kalangan generasi muda dan umat
Hindu umumnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 27 Apr 2026 03:37
Last Modified: 27 Apr 2026 03:38
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1298

Actions (login required)

View Item
View Item