IDA MADE SUGITA, - (2009) UPACARA KEMATIAN UMAT HINDU BALI DI DKI JAKARTA (KAJIAN SOSIO RELIGIUS). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
14. S2 BW 2009 IDA MADE SUGITA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (13MB)
Abstract
ABSTRAKSI
Pada era globalisasi sekarang ini berbagai masalah dimasyarakat timbul, bahkan
modernisasi sebagai bagian dari proyek kemajuan rasionaliti, nyatanya hanya memberikan
sumbangan positif bagi kelas atau kelompok yang dominan. Kondisi inilah yang membuat
mereka berpikir untuk efektif dan efesien dalam setiap kehidupan yang dijalani. Oleh
karena itu, Upacara kematian bukan lagi hal yang menakutkan dalam kehidupan. Fenomena
ini menarik untuk diangkat dalam sebuah tesis dengan judul " Upacara Kematian Umat
Hindu Bali Di DKI Jakarta. Fenomena kehidupan di kota besar merupakan kesesuaian atas
perkembangan Moralitas dan Spiritualitas Umat Hindu di Jakarta.
Terkait dengan upacara kematian tiap agama di Jakarta, pemerintah telah
menetapkan hal yang khusus seperti perda yang asangat diperlukan untuk menjaga
kenyamana dan ketertiban dalam bermasyarakat terutama di kota besar karena merupakan
bagian dari kehidupan masyarakat. Tapi dalam perbedaan agama, yang berhubungan
dengan budaya, kepercayaan dan upakara, diatur di masyarakat sebagai bagian dari
peraturan dan kebijakan merupakan hal yang prinsip di dalam masyarakat sebagai
kenyataan yang unik.
Upacara kematian suatu agama dapat membantu menyatukan, tidak hanya pada halhal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, tetapi juga terhadap hal-hal yang
berkaitan dengan diri pribadi. Upacara kematian umat Hindu Bali yang terjadi di Jakarta
berdampak terhadap social dan budaya baik secara internal maupun eksternal dalam
keharmonisan. Dari enam agama yang diakui pemerintah, maka penulis akan mencoba
meneliti umat yang beragama Hindu terutama suku Bali yang berdomisili di DKI Jakarta
sebagai salah satu fokus penelitian tentang bagaimana mereka hidup diwilayah ibu kota
dengan tradisi yang dimiliki dari sejak lahir di tanah kelahirannya di Bali.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimanakah bentuk upacara kematian umat Hindu Bali di DKI Jakarta ?.
2. Apakah Kewajiban Umat Hindu Pada Leluhurnya dapat menumbuhkan toleransi
umat beragama di DKI Jakarta ?.
3. Bagaimanakah Makna upacara kematian umat Hindu Bali di Jakarta ?.
Pendekatan yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini dengan
menggunakan teorinya Durkheim. Menurut Durkheim yang dapat mempersatukan
masyarakat adalah kepercayaan dan ritus keagamaan untuk memperkuat ikatan-ikatan
sosial dimana kehidupan kolektif itu bersandar. Ritus totemik (ritus dalam bentuk agama
lainnya) mempersatukan individu dalam kegiatan bersama dan memperkuat kepercayaan
pada komitmen moral yang menerapkan dasar struktur sosial (Johnson, 1986:199), ini
berarti bahwa ritual pada dasarnya berfungsi untuk memperkuat solidaritas sosial.
Teori Konflik Karl Marx dan Teori Globalisasi dari Mudzhar. Jenis penelitian ini
adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut : Penentuan
tempat penelitian, Penentuan informasi, Pencatatan Data dan, Analisis Data
Pengumpulan data dan pencatatan data dilakukan dengan cara observasi,
wawancara dan menggunakan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian.
Analisis penelitian diawali dengan pengumpulan dan pengolahan data, dilanjutkan dengan
menyajikan data. Hasil penelitian menemukan empat orang umat Hindu yang
melaksanakan upacara kematian di DKI Jakarta dan tidak dibawa dan diupacarai di tanah
kelahirannya di Bali.
Beberapa faktor yang menyebabkan upacara kematian umat Hindu dilaksanakan di
Jakarta adalah faktor ekonomi, sosial keagamaan, pendidikan, profesi dan kondisi tempat
tinggal. Pelaksanaan upacara kematian umat Hindu suku Bali di Jakarta, berpengaruh
terhadap sosial budaya dalam masyarakat karena pengamalan ajaran agama Hindu di
Jakarta tidak terlepas dari perkembangan globalisasi dan tuntutan ekonomi, adat istiadat,
budaya dan tradisi untuk mengiplementasikan pemahaman ajaran agamanya..
Ini akan sangat terasa pada saat-saat kita mengalami kedukaan. Tetangga akan sulit
untuk membantu, karena perbedaan agama. Di DKI Jakarta keterhubungan antarkelompok
dapat membentuk struktur dengan fungsi-fungsi yang dikehendaki bersama dalam
membangun kesadaran kolektif, diterapkan saling kepatutan dan kepatuhan terhadap
perbuatan atau tindakan yang bermoral dan berbudi luhur, dirnulai dari pembinaan etika,
sopan santun pergaulan pada keluarga terkecil, yakni antar anggota keluarga, antar keluarga
bertetangga, antar kelompok masyarakat dalam lingkup tempat tinggalnya. Terjalinnya
hubungan antar kelompok masyarakat akan menumbuhkan toleransi serta nilai kerukunan
dan nilai masyarakat dalam suatu keharmonisan, yakni sama-sama menghormati nilai
budaya setempat, seperti menghormati adat istiadat, dimana tanah dipijak disana langit
dijunjung.
Dengan perkembangan globalisasi seperti sekarang ini sangat diperlukan pemikiran
yang efektif dan efisien dalam mensiasati hidup terutama di kota besar seperti DKI Jakarta
atau setidaknya melakukan berbagai eksperimen baru sebagai jalan keluar dari berbagai
masalah yang menghimpit kehidupan baik masa kini maupun akan dating.
Kata-kata kunci : Upacara Kematian untuk menjaga Toleransi
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 04:49 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 04:50 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1306 |

