KETUT BUDIASA, - (2009) PERKAWINAN BEDA AGAMA DI PROVINSI DAERAH KHUSUS IBU KOTA JAKARTA DALAM USAHA MEWUJUDKAN KELUARGA SUKHINAH (SEBUAH KAJIAN SOSIO RELIGIUS). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
15. S2 BW 2009 KETUT BUDIASA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (14MB)
Abstract
ABSTRAK
Akibat kemajuan jaman dibidang ilmu pengetahuan dan tekhonologi dapat
berdampak positif dan juga berdampak negatif. Selain itu masalah pergaulan dan
tempat kerja yang semakin bebas dan luas serta masyarakat saat ini sedang
mengalami transisi, gaya hidup desa menuju perkotaan, banyak mengalami
perubahan sehingga terjadi perkawinan beda agama. Mengingat latar belakang,
tempat kelahiran, pendidikan, agama, adat dan budaya serta lingkungan yang
berbeda sebelumnya maka perbedaan prinsip atau pandangan hidup sudah tentu
ada. Untuk menyamakan visi, misi dan persepsi dalam kehidupan berumah tangga
tentu diperlukan pembinaan yang sungguh-sungguh dan berkesinambungan.
Dari fenomena di atas ditemukan suatu masalah yakni : (1) Bagaimana
proses perkawinan beda agama dalam keluarga Hindu di provinsi Daerah Khusus
Ibu Kota Jakarta. (2) Bagaimana kedudukan suami-istri pada perkawinan beda
agama dalam mewujudkan keluarga sukhinah di provinsi Daerah Khusus Ibu Kota
Jakarta. (3) Usaha-usaha apa yang dilakukan sebagai suami-istri dalam
perkawinan beda agama dapat mewujudkan keluarga sukhinah dalam kaitan
Sosio-Religius di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
Penelitian ini menggunakan tiga teori yaitu: (1) Untuk menjelaskan
perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem nilai budaya, prilaku dan sikap
masyarakat, untuk mengkaji lebih dalam proses perkawinan beda agama di
provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dari teori Kaplan. (2) Untuk
mengungkap nilai-nilai makna Sosio-Relgius sebagai simbol kebermaknaan yang
abstrak, simbol pengikat tali kasih sayang dan kesadaran akan hidup kebersamaan,
kerukunan hidup di rumah tangga, perkawinan beda agama di Daerah Khusus Ibu
Kota Jakarta dari Felly, Triguna. (3) Diungkapkan intraksi pada keyakinan dalam
mewujudkan keluarga sukhinah baik terhadap lingkungan, sesama, maupun
terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang diimplementasikan berupa kegiatan
tradisi maupun upacara keagamaan, koentjaningrat, tylor.
Untuk menjawab masalah sesuai dengan penelitian menggunakan beberapра
metode yaitu : (1) Lokasi penelitian. (2) Pendekatan dan jenis penelitian. (3) Data
dan sumber data. (4) Tekhnik penentuan imforman. (5) Tekhnik pengumpulan
data melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumen. (6) Analisis
data. (7) Penyajian hasil analisis.
Penyajian hasil penelitian berdasarkan imforman dari tokoh masyarakat
dinyatakan bahwa : Proses perkawinan beda agama di Daerah Khusus Ibu Kota
Jakarta, upakara dan upacara Sudhi wadani, Administrasi perkawinan, tempat
perkawinan, kedudukan suami di dalam agama Hindu, kedudukan istri menurut
agama Hindu, kedudukan suami-istri menurut adat sosial budaya, upaya secara
sosial ekonomi, upaya secara mental, visi, missi keluarga sukhinah, gambaran riil
keluarga sukhinah.
Bila proses perkawinan beda agama dapat dilaksanakan dengan prosedur
administrasi yang benar, suami-istri dapat melaksanakan ajaran agama secara
utuh, memahami kewajiban dan kedudukan sebagai suami istri dengan baik,
mampu berupaya memecahkan masalah didalam keluarga dengan arif dan
bijaksana, didukung oleh tempat tinggal lingkungan yang konduksif dan persuasif
maka perkawinan beda agama dapat diwujudkan dengan baik yakni keluarga
harmonis, rukun, bahagia, damai, sejahtera (Sukhinah).
Kata Kunci: Perkawinan Beda Agama, keluarga Sukhinah, Sosio - Religius
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 05:18 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 05:19 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1307 |

