I NYOMAN ARIMBAWA, - (2010) PURA MAOSPAHIT PERSPEKTIF BRAHMA WIDYA. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
5. S2 BW 2010 I NYOMAN ARIMBAWA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (20MB)
Abstract
ABSTRAK
Pura Maospahit yang berlokasi di Banjar Grenceng, Pemecutan Kaja,
Denpasar Utara menyimpan berbagai macam keunikan. Keunikan tersebut
meliputi struktur bangunan pelinggih, tradisi upacara, serta banyak peninggalanpeninggalan purbakala yang termasuk dalam benda Cagar Budaya, yang secara
theologies digunakan sebagai media pemujaan.
Permasalahan yang hendak diteliti dalam penelitian ini adalah 1) Sejarah
singkat Pura Maospahit, 2) Kedudukan dan Fungsi Pura Maospahit dan 3) Pura
Maospahit dari persefektif Brahma Widya. Sedangkan tujuan dari penelitian
tersebut adalah untuk mengetahui sejarah singkat, kedudukan dan fungsi serta Pura
Maospahit dalam persefektif Brahma Widya. Pustaka-pustaka yang digunakan
sebagai kajian pustaka dalam penelitian ini adalah pustaka yang ada kaitannya
dengan Pura secara umum dan Pura Maospahit pada khusunya, seperti Babad
Wongayah Dalem yang memuat sejarah Pura Maospahit. Konsep yang dirumuskan
dalam penelitian ini adalah konsep Pura, Maospahit dan Konsep Brahma Widya.
Landasan teori yang digunakan untuk menganalisis, mendeskripsikan dan
memahami dari permasalahan tersebut adalah 1) Teori Relegi, 2) Teori
Strukturalisme Fungsional, dan 3) Teori Simbol. Teori tersebut didukung dengan
menggunakanan metode pengumpulan data, observasi, wawancara, kepustakaan.
Data dianalis menggunakan pendekatan kualitatif. Penyajian hasil penelitian
secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk laporan ilmiah berupa tesis.
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, konsep, teori, serta metode
yang digunakan dalam penelitian ini maka didapatkan hasil penelitiannya bahwa
Sejarah singkat Pura Maospahit didirikan oleh Ki Kebo Iwa. Selanjtnya semenjak
kekalahan Raja Bali, Bali banyak mendapatkan pengaruh dari Majapahit termasuk
Pura Maospahit. Termasuk di Pura Maospahit di bangunnya Candi Raras
Mojopahit sebagai tempat pemujaan ke Majapahit untuk menyandingi Candi Raras
Maospahit. Pura Maospahit sebagai pura yang dimiliki oleh kerajaan Badung pada
waktu itu, kini pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada wongayah Daleт
(yang berbakti kepada raja) dengan diberikannya tanah sebagai laba pura sebagai
biaya oprasional pengelolaan pura. Kini pura Maospahit disungsung oleh keluarga
besar pemangku serta warga sekitarnya yang telah menyebar di beberapa tempat.
Fungsi Pura Maospahit sebagai tempat suci merupakan kelompok pura sebagai
Pura Kawitan dari para Arya majapahit. Kini telah berkembang sebagai tempat
pendidikan dan pelestarian seni, sebagai cagar budaya, sebagai pelestarian nilainilai sosial relegius di antara pengempon, serta dikembangkan
konsep "darenarayan", yaitu bentuk solidaritas di antara pengempon ngarep,
berupa ikatan suka-duka. Berdasarkan struktur, pelinggih yang ada, serta
peninggalan relief-relief secara Brahma Widya konsep pembagian halaman
melambangkan tri mandala (tiga lapisan alam semesta). Tiap-tiap halaman
diarahkan segala prilaku (perbuatan, perkataan dan pikiran)menuju pada kesucian.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan : Pura Maospahit di
dirikan oleh Ki Kebo Iwa, serta mendapatkan pengaruh dari Kerajaan Majapahit.
Kedudukan dan Fungsinya sebagai pura Kawitan dari para Arya dari Majapahit,
yang dilanjutkan oleh Kerajaan Badung (Pemecutan) yang pengelolaannya
diserahkan kepada wongayah Dalem (yang berbakti kepada Raja). Pembagian
struktur halaman di Pura Maospahit yang tampaknya terbagai atas empat halaman
sesungguhnya terdiri atas tiga halaman (Tri Mandala), secara Brahma Widya
melambangkan tiga lapisan alam semesta dengan tingkat kesucian menuju pada tri
kaya parisudha. Dalam hal ini disarankan, bahwa segala bentuk keunikan yang
tersimpan di pura Maospahit bisa tetap dilestarikan, serta fungsi Pura Maospahit
bisa terus dikembangkan bukan terbatas sebagai tempat persembahyangan, namun
dikembangkan sebagai tempat pendidikan dan pelestarian nilai-nilai seni relegius
yang bernafaskan ajaran Hindu.
Kata Kunci: Pura, Maospahit, Brahma Widya
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 05 May 2026 06:09 |
| Last Modified: | 05 May 2026 06:10 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1318 |

