SETRA ARI-ARI DI DESA PAKRAMAN BAYUNG GEDE, KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI (Kajian Sosioreligius)

IDA AYU WULAN SARI, - (2010) SETRA ARI-ARI DI DESA PAKRAMAN BAYUNG GEDE, KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI (Kajian Sosioreligius). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
10. S2 BW 2010 IDA AYU WULAN SARI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (19MB)

Abstract

ABSTRAKSI

Bali memiliki keanekaragam adat dan budaya yang dijiwai oleh agama
Hindu. Walaupun pengaruh globalisasi dan modernisasi yang semakin kompleks,
eksistensi adat dan budaya Bali tetap terjaga kelestariannya dan memiliki nilai
keunggulan dan keluhuran. Salah satu pranata sosial yang menata keberadaan adat
dan budaya tersebut bemaung dalam lembaga yang disebut desa pakraman. Desa
pakraman ini mempunyai otonomi khusus untuk mengatur rumah tangganya sendiri
sesuai dengan keberadaannya. Desa Pakraman Bayung Gede termasuk salah satu
desa kuno yang berada didaerah pegunungan dan masih minim kena pengaruh Hindu
Majapahit. Desa ini menganut sistem pemerintahan ulu apad saih nembelas dengan
Jro Bayan Muncuk sebagai pucuk pimpinan tertingginya dan memiliki tradisi-tradisi
unik yang berbeda dengan daerah lain. Salah satu tradisi unik yang menarik adalah
pada proses perawatan ari-ari melalui penggantungan ari-ari di setra ari-ari, yang
sudah tentu sangat berbeda dengan perawatan ari-ari yang dilakukan oleh umat
Hindu didataran. Penggantungan ari-ari ini dengan sarana dan prasarana serta
tatacara yang berbeda, dan meskipun belum memiliki awig-awig tertulis, tradisi ini
masih tetap dipertahankan pelaksanaannya hingga sekarang.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu : (1). Bagaimanakah
proses penggantungan ari-ari di Setra Ari - ari Desa Pakraman Bayung Gede? (2).
Apakah fungsi sosioreligius penggantungan ari-ari di Setra Ari - ari Desa Pakraman
Bayung Gede ? (3). Apakah makna sosioreligius penggantungan ari-ari di Setra Ari -
ari bagi masyarakat Bayung Gede?. Tujuan penelitian secara umum untuk usaha
pelestarian budaya luhur bangsa, khususnya pelestarian kebertahanan nilai-nilai adat
istiadat tradisi penggantungan ari-ari di Setra ari-ari Desa Pakraman Bayung Gede.
Tujuan khusus penelitian ini: (1) Untuk mengetahui proses penggantungan ari - ari
di Setra ari-ari Desa Pakraman Bayung Gede, (2) Untuk mengetahui fungsi
sosioreligius penggantungan ari-ari di Setra ari – ari Desa Pakraman Bayung Gede,
(3) Untuk mengetahui makna sosioreligius penggantungan ari-ari di Setra ari-ari
bagi masyarakat Desa Pakraman Bayung Gede. Manfaat teoritis penelitian ini adalah
untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang penggantungan ari-ari di Setra
ari-ari dalam kajian sosioreligius. Manfaat praktis untuk menambah wawasan
tentang tradisi penggantungan ari-ari di Setra ari-ari Desa Pakraman Bayung Gede
serta memberikan kontribusi positif dalam usaha pelestarian kearifan lokal.
Teori yang digunakan untuk membahas permasalahan yang diteliti adalah
(1) Teori relegi dioperasionalkan untuk mengetahui tentang kepercayaan/keyakinan
masyarakat Bayung Gede terhadap suatu kekuatan dalam melaksanakan tradisi
menggantung ari-ari di Setra ari-ari. (2) Teori fungsional struktural untuk membedah
tradisi setempat yang berhubungan dengan struktur/proses, serta fungsi dari masingmasing upakara yang digunakan dalam penggantungan ari-ari di Setra ari-ari Desa
Pakraman Bayung Gede Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli.(3) Teori simbol
untuk mengkaji makna sosioreligius penggantungan ari-ari. Teori tersebut
dioperasionalkan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui data primer
yang didapat langsung di lapangan serta data sekunder yang didapat dari hasil analisa
bahan kepustakaan. Teknik pengumpulan data dengan teknik snowball sampling,
menggunakan Jero Bayan Muncuk dan Jero Bahu Muncuk sebagai informan serta
responden lain yang ditunjuknya serta metode observasi, wawancara dan
kepustakaan, dengan pengklasifikasian reduksi data, pengorganisasian data secara
skematisasi serta interpretasi dalam pengambilan kesimpulan. Penyajian hasil
penelitian mengacu pada pedoman penulisan tesis yang ada di Program Studi
Brahma Widya, Program Pasca Sarjana Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.
Salah satu ciri-ciri agama tradisi di pegunungan adalah tidak mengenal
pembakaran mayat, dan salah satu ciri khas yang ada di Desa Pakraman Bayung
Gede adalah perawatan ari-ari dengan menggantungkan ari-ari di Setra ari-ari
meliputi : (1) Tahap persiapan: pencucian ari-ari, persiapan sarana tempurung
kelapa, ngad, sepit, kunyit, lemon, tengeh, anget-anget, tali salang tabu, kapur sirih
(pamor) sampai dengan memasukkan ari-ari ke dalam tempurung, (2) Tahap inti :
membawa ari-ari dengan tangan kanan ke setra serta membawa taah. Sampai di setra
ayah hendaknya terpusat pada satu pohon bukak, dengan tatacara pohon bukak
dibersihkan terlebih dahulu dengan taah kemudian ari-ari digantung pada cabang
bukak, (3). Tahap penutup : selesai menggantung ari-ari ayah mencari kayu bakar
dan memetik daun paku dibawa pulang untuk ditaruh di depan pintu masuk sebagai
tanda sudah melahirkan (punya bayi).
Fungsi penyucian untuk menyucikan nyama pat dengan memakai sarana
berupa lemo, abu, kunyit, anget-anget, tengeh, terlepas dari pengarauh dasa mala Di
samping itu pula fungsi penyucian pada proses penggantungan ari-ari akan
berdampak pada keadaan bayi untuk melepaskan bayi dari pengaruh dasa mala.
Fungsi permohonan untuk memohon agar bayi menjadi anak yang suputra. Fungsi
sosiologis untuk tetap menjaga harmonisasi hubungan manusia dengan manusia,
melaksanakan penggantungan ari-ari sebagai rasa hormat dan taat pada tradisi, norma
atau aturan yang berlaku. Fungsi relegius penggantungan ari-ari adalah penyerahan
diri pada yang ilahi (nyama pat) akan melindungi dan menjaga bayi selama
hidupnya.
Makna sosiologi penggantungan ari-ari menekankan pada keharmonisan
hidup bersama dengan mentaati tradisi yang sudah diyakini secara turun temurun
oleh masyarakat Desa Pakraman Bayung Gede. Ini berarti upacara penggantungan
ari-ari sangat kuat mengikat krama untuk tetap yakin demi harmonisasi hidup
bersama. Makna relegiusnya pada kepercayaan terhadap kekuatan gaib, ilahi di balik
upacara tersebut dengan tujuan penyerahan diri untuk mendapatkan kerahayuan bagi
anak-anak. Makna ekologi sosial adanya kesamaan secara umum desa-desa di
Kintamani menggunakan sistem ulu apad dalam pemerintahan didesanya, Desa
Pakraman Bayung Gede termasuk banuaan Batur dan adanya keterkaitan sosial religi
antara Desa Bayung Gede dengan Batur, Desa Penglipuran dan Desa Trunyan.

Kata Kunci : Setra Ari-ari, Proses, Fungsi dan Makna

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 05 May 2026 06:42
Last Modified: 05 May 2026 06:44
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1323

Actions (login required)

View Item
View Item