ANAK AGUNG GEDE WIRATAMA, - (2008) PEMENTASAN TARI BARIS CINA DALAM PEMUJAAN RATU TUAN DI DESA PAKRAMAN RENON DENPASAR (KAJIAN BENTUK, FUUNGSI, DAN MAKNA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
1. S2 BW 2008 ANAK AGUNG GEDE WIRATAMA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (20MB)
Abstract
ABSTRAK
PEMENTASAN TARI BARIS CINA DALAM PEMUJAAN RATU TUAN DI
DESA PAKRAMAN RENON DENPASAR
(Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna)
Tari Baris Cina merupakan hasil akulturasi budaya antara budaya
masyarakat Bali dengan budaya masyarakat Cina. Akulturasi budaya merupakan
proses sosial yang terjadi apabila manusia dalam suatu masyarakat dengan suatu
kebudayaan tertentu, dipengaruhi oleh unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing
yang berbeda sifatnya, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat
laun diakomodasikan dan diintegrasikan ke dalam kebudayaan lokal tanpa
kehilangan kepribadian dari kebudayaan setempat (Koentjaraningrat, 1990: 91).
Di Bali seni kebanyakan digunakan sebagai perantara atau merupakan
prosesi jalannya suatu yajña, salah satunya adalah seni tari. Berdasarkan hasil
Seminar Seni Sakral dan Profan bidang seni tari tahun 1971, tari Bali menurut
fungsinya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu : tari wali, tari
bebali dan tari balih-balihan. Salah satunya adalah tari Baris Cina yang ada di
Desa Pakraman Renon Denpasar yang dipentaskan pada upacara Dewa Yajña dan
Bhuta Yajña. Keunikan tari Baris Cina nampak pada gambelannya. Gambelan
yang dipakai mengiringi tari Baris Cina disebut dengan Gong Beri.
Ada tradisi yang cukup unik telah turun temurun dilaksanakan di Desa
Pakraman Renon yaitu : Palawatan Ratu Ayu dari Pura Desa, Ratu Tuan dari Pura
Baris Cina dan Gong Beri lunga ke Pura Dalem Lumajang pada hari raya
Kuningan, Baris Cina masolah kemudian pada Umanis Kuningan Pelawatan Ratu
Ayu dari Pura Desa, Ratu Tuan dari Pura Baris Cina dan Gong Beri lunga ke Pura
Puseh dan pahing Kuningan semua Pelawatan Ida Bhatara yang ada di Desa
Pakraman Renon termasuk Ratu Tuan lunga ke Pura Blanjong Sanur. Setelah
Pelawatan pulang ke tempat asal atau genah suang-suang beliau disuguhi banten
ajengan.
Dari latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga
permasalahan yang akan dibahas anatara lain : (1) Bagaimana bentuk pementasan
tari Baris Cina dengan iringan Gong Beri dalam kehidupan beragama Hindu bagi
masyarakat di Desa Pakraman Renon, Denpasar ? (2) Apa fungsi pementasan tari
Baris Cina dengan iringan Gong Beri dalam kehidupan beragama Hindu bagi
masyarakat di Desa Pakraman Renon, Denpasar ? (3) Bagaimana makna yang
terkandung dalam pementasan tari Baris Cina dengan iringan Gong Beri dalam
kehidupan beragama Hindu bagi masyarakat di Desa Pakraman Renon,
Denpasar?
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman
yang lebih jelas tentang pementasan tari Baris Cina. Sedangkan secara khusus
tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menjawab ketiga
permasalahan yang telah dirumuskan yaitu : (1) Untuk mengetahui secara lebih
jelas bentuk tari Baris Cina dengan iringan Gong Beri dalam kehidupan beragama
Hindu bagi masyarakat di Desa Pakraman Renon, Denpasar (2) Untuk
mengetahui fungsi tari Baris Cina dengan iringan Gong Beri dalam kehidupan
beragama Hindu bagi masyarakat di Desa Pakraman Renon, Denpasar (3) Untuk
mengetahui makna tari Baris Cina dengan iringan Gong Beri dalam kehidupan
beragama Hindu bagi masyarakat di Desa Pakraman Renon, Denpasar. Teori
yang digunakan untuk membedah penelitian ini adalah teori fungsionalisme
struktural, teori estetika dan teori makna. Model penelitian ini adalah penelitian
kualitatif dengan menggunakan pendekatan teologis, sosiologis dan historis. Jenis
data, yaitu data primer bersumber dari lapangan dan historis. Jenis dan sumber
data, yaitu data primer yang bersumber dari lapangan dan data sekunder berasal
dari literatur atau pustaka yang ada lerefansinya dengan masalah yang diteliti.
Data dikumpulkan dengan metode observasi, metode wawancara dan metode
dokumentasi. Selanjutnya data dianalisa dengan teknik kualitatif.
Hal-hal yang akan dibahas berkaitan dengan bentuk tari Baris Cina di
Desa Pakraman Renon Denpasar adalah sebagai berikut: Bentuk tari Baris Cina,
Gambaran umum tari Baris Cina, Proses pementasan tari Baris Cina, Tata busana
tari Baris Cina, Banten yang digunakan dalam pementasan tari Baris Cina,
Gambelan pengiring tari Baris Cina serta pihak-pihak yang terlibat dalam
pementasan tari Baris Cina.
Sedangkan aspek-aspek yang akan dibahas berhubungan dengan fungsi
tari Baris Cina di Desa Pakraman Renon adalah sebagai berikut: Fungsi banten,
Fungsi sebagai seni sakral, Sebagai pelindung Desa, Sebagai sarana membayar
sasangi, Fungsi integrasi sosial tari Baris Cina, Fungsi estetis serta Fungsi
simbolik.
Berdasarkan bentuk dan fungsi di atas, dapat ditentukan beberapa makna
yakni: makna tari Baris Cina, Makna religi, Makna banten dalam pementasan tari
Baris Cina, Makna Rwa Bhineda dalam tari Baris Ciná, Makna keseimbangan
serta Makna teologis.
Sebagai simpulan penelitian ini, bahwa pementasan tari Baris Cina dalam
pemujaan Ratu Tuan yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Pakraman Renon
Denpasar adalah untuk memohon keselamatan kehadapan Ida Sanghyang Widhi
Wasa dalam manifestasi Beliau sebagai Ratu Tuan, agar dianugrahkan
kesejahteraan, kerukunan dan keselamatan lahir dan bathin kepada seluruh warga
Desa Pakraman Renon Denpasar.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 06 May 2026 03:48 |
| Last Modified: | 06 May 2026 03:49 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1326 |

