UPACARA WARA HINDU KAHARINGAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BARITO (PERSPEKTIF TEOLOGI HINDU)

DERSON, - (2008) UPACARA WARA HINDU KAHARINGAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BARITO (PERSPEKTIF TEOLOGI HINDU). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
2. S2 BW 2008 DERSON.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (16MB)

Abstract

ABSTRAK
Upacara Wara (UW) adalah upacara kematian tingkat terakhir pada
masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Barito. Upacara itu dilaksanakan untuk
menyucikan dan menghantarkan roh leluhur kembali menyatu ke Gunung Lumut
(Brahma Loka) serta menyucikan keluarga yang masih hidup dari pali kematian
(ketidaksucian) agar hidup damai dan harmonis. Pelaksanaan upacara berlangsung
selama kurang lebih satu bulan dari persiapan sampai tahap akhir yang
dilaksanakan dengan penuh semangat dan ketekunan yang dilandasi oleh sraddha
dan bhakti kepada leluhur. Setiap keluarga Hindu Kaharingan DAS Barito
melaksanakan UW bagi keluarga yang meninggal atau leluhurnya. Dari tahap
persiapan sampai tahap akhir dipimpin oleh Kandong Balian Wara dan upacara
menggunakan berbagai sarana dan prasarana yang artistik bernilai estetika,
mempunyai keistimewaan dan keunikan yang kaya akan simbol. Keistimewaan
dan keunikan tampak dari tindakan dan sarana yang digunakan dalam upacara,
yang tidak diketemukan di tempat lain. Hal inilah yang memotivasi untuk
melakukan penelitian. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah: (1) Bagaimana Bentuk tingkatan pelaksanaan Upacara Wara yang
dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Daerah Aliran Sungai Barito?, (2)
Bagaimana fungsi UW pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Barito?, dan
(3) Bagaimana makna UW dalam kaitannya dengan ajaran Hindu bagi masyarakat
Hindu Kaharingan di DAS Barito?. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk
ikut melestarikan nilai-nilai agama dan budaya yang adi-luhung, serta
memberikan informasi tentang ajaran agama sebagai dasar perilaku yang baik.
Sedangkan secara khusus yang ingin dicapai adalah: Untuk mengetahui nilai-nilai
luhur yang menjadi latar belakang UW, untuk mengetahui dengan jelas
pelaksanaan UW, dan untuk mengetahui fungsi dan makna UW bagi masyarakat
Hindu Kaharingan di DAS Barito.
Untuk mendapatkan jawaban yang diharapkan, penelitian ini dianalisis
dengan menggunakan beberapa teori-teori, yaitu pada analisis latar belakang ritual
digunakan teori funsionalisme struktural, teori religi dan teori makna analisis
pelaksanaan ritual digunaka teori unsur-unsur dasar fungsionalisme struktural dan
konsep Dharma Siddhyartha, dan untuk mengetahui fungsi dan makna ritual
digunakan teori religi dan makna.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
jenis penelitian deskriptif, berlokasi di DAS Barito, Barito Selatan Kalimatan
Tengah pada khususnya. Yang menjadi informan adalah tokoh umat yaitu para
Kandong, tokoh masyarakat dan pimpinan lembaga agama. Informan sebagai
sumber data primer yang dilengkapi dokumentasi sebagai sumber data sekunder.
Peneliti menjadi instrumen pokok dalam penelitian menggunakan alat tulis
menulis, kamera dan tipe recorde. Teknik pengumpulan data: observasi partisipan,
wawancara mendalam dan dokumentasi. Untuk menganalisis data metode yang
digunakan hermeneutik dan interpretasi, deduksi data, penyajian data dan
menarik simpulan. Penyajian hasil analisis data disajikan secara formal dengan
narasi bahasa tulis yang tulisannya berpedoman pada buku pedoman penulisan
tesis PPs. IHDN Denpasar.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) masyarakat
umat Hindu Kaharingan di DAS Barito melaksanakan UW berdasarkan
kepercayaan akan kewajiban melaksanakan Yadnya untuk menebus Rna (hutang)
yang mengandung nilai-nilai luhur ajaran agama dan budaya. Sedangkan
pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap kegiatan
pokok dan tahap akhir yang dipimpin oleh Kandong dengan menggunakan
berbagai sarana dan prasarana yang kaya akan simbol-simbol. Tahap persiapan
merupakan kegiatan untuk mempersiapkan segala sarana yang digunakan, tahap
pokok adalah kegiatan penyucian dan menghantar liau dan terakhir yang
berhubungan kemanusiaan yang artinya untuk memohon peningkatan kehidupan
manusia untuk dapat menciptakan semangat hidup baru. (2) Fungsi UW bagi
masyarakat adalah sebagai wahana implementasi nilai-nilai religius, nilai-nilai
sosial, dan nilai-nilai estetika dalam mencapai hidup damai dan harmonis. (3)
Sedangkan makna yang diperoleh masyarakat adalah penyadaran diri akan hakikat
manusia sebagai makhluk religius, sosial, etika dan budaya dalam mencapai hidup
damai dan harmonis. Untuk meningkatkan kualitas UW perlu meningkatkan
pemahaman dan pengertian dengan aktif memberikan pembinaan kepada umat,
menyangkut sraddha, susila dan acara.

Kata kunci; Upacara Wara, Yadnya, Gunung Lumut

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 06 May 2026 03:57
Last Modified: 06 May 2026 03:58
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1327

Actions (login required)

View Item
View Item