TRADISI PAKRUNAAN DALAM RANGKAIAN UPACARA PERKAWINAN DI DESA PAKRAMAN SIDETAPA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG (PERSPEKTIF BENTUK, FUNGSI, MAKNA)

I GEDE DAMAR, - (2008) TRADISI PAKRUNAAN DALAM RANGKAIAN UPACARA PERKAWINAN DI DESA PAKRAMAN SIDETAPA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG (PERSPEKTIF BENTUK, FUNGSI, MAKNA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Tesis] Text (Tesis)
4. S2 BW 2008 I GEDE DAMAR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (22MB)

Abstract

ABSTRAK
Tradisi dan budaya di Desa Pakraman Sidetapa yang dikatagorikan
sebagai Desa Bali Aga di tengah pengaruh globalisasi. Karena adanya
pertahanan dan pergeseran terhadap nilai-nilai, norma, tradisi dan budayanya.
Kategori ini tercermin melalui pola kehidupan masyarakat Bali masa kini secara
keseluruahan menggambarkan ciri-ciri yang dapat disifatkan sebagai tradisi kecil,
tradisi besar dan modern, tradisi kecil berdiri dari unsur-unsur budaya Bali asli
(Bali Aga).seperti masih tampak dalam segi-segi kehidupan masyarakat desa kuno
di Bali pegunungan. Tradisi pakrunaan dengan memperhitungkan hari baik
(padewasaan) dan menurut perhitungan kalender Bali. Dalam percakapan
(Pakrunaan) harus menggunakan bahasa adat (lokal) setempat. Percakapan dibagi
menjadi tiga tahap (palet). Pada tahap (palet) pertama dalam percakapan itu
membicarakan masalah penegasan mempelai wanita oleh keluarga mempelai laki,
bahwa mempelai wanita ada dirumah mempelai laki, agar orang tua atau keluarga
tidak menanyakan kemana anak perempuannya. Pada tahap (palet) kedua dalam
percakapan tersebut yaitu membicarakan masalah permohonan maaf dari pihak
keluarga mempelai laki-laki kepada keluarga mempelai wanita. Kemudian pada
tahap (palet) ketiga dalam percakapan itu, membicarakan masalah penerapan hari
baik (padewasaan) kapan diberikan izin untuk bebas pejalan dari keluarga wanita,
artinya bila diizinkan bebas, baru kedua mempelai boleh datang ke rumah mertua
wanita, serta boleh melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.
Rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: (1)
Bagaimana Bentuk Tradisi Pakrunaan yang dilaksanakan dalam upacara
perkwinan di desa Sidetapa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng?, (2) Apа
fungsi tradisi pakrunaan yang dilaksanakan dalam upacara perkwinan di desa
Sidetapa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng? (3) Apa makna tradisi
pakrunaan yang dilaksanakan dalam upacara perkwinan di desa Sidetapра
Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng?
Untuk membedah permasahan dalam penelitian ini digunakan teori :
Teori Fungsional Struktural, teori Relegi, dan Teori Simbol.
Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian yang telah
dirumuskan adalah: Observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen sebagai
metode pelengkap, serta teknik analisa deskriptip kualitatif dengan teknik
pengecekan keabsahan temuan tri angulasi data.
Temuan penelitian bahwa tradisi pakrunaan adalah merupakan tradisi
lokal atau local genius yang masih hidup dan berlangsung dan terus dipertahankan
dalam dunia modern seperti sekarang ini di dalam setiap terjadi proses atau
pelaksanaan upacara perkawinan serta merupakan rangkaian upacara perkawinan
yang wajib hukumnya bagi keluarga mempelai pria untuk datang memberitahukan
kepada keluarga mempelai wanita atas peristiwa (perkawinan) yang telah terjadi
di desa Pakraman Sidetapa. Sarana yang dipergunakan dalam tradisi
pakrunaan sangat sederhana berupa daun sirih, kapur sirih, buah pinang dan
damar atau lampu penerangan yang dibuat secara tradisional kesemuanya
merupakan simbol persembahan dan wujud rasa bhakti kehadapan Ida Hyang
Widhi Wasa/Tuhan
Yang Maha Esa dalam wujud Panembahan atau Sasuhunan. Fungsi tradisi
pakrunaan di desa Pakraman Sidetapa adalah sebagai berikut: Fungsi religius
bahwa tradisi pakrunaan selain sebagai bentuk rasa hormat dan bhakti kehadapan
sesama manusia juga sebagai bentuk persembahan kehadapan Ida Sang Hyang
Widhi Wasa dalam wujud Ida Panembahan atau Ida Sasuhunan yang dimuliakan
di Pura Desa Baleagung. Makna tradisi pakrunaan dalam pelaksanaan
perkawinan bagi umat Hindu di Desa Pakraman Sidetapa adalah: Makna teologis
yang terkandung dalam tradisi pakrunaan sebagai wujud rasa bhakti atau hormat
terhadap kebesaran atau kemahakuasaan Ida Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang
maha Esa dalam wujud Ida Panembahan atau Sasuhunan yang bersthana di Pura
Baleagung desa Pakraman Sidetaра.

Kata Kunci : Tradisi Pakrunaan dan Perkawinan

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana > S2 - Brahma Widya
Depositing User: Unnamed user with username isma
Date Deposited: 06 May 2026 04:12
Last Modified: 06 May 2026 04:14
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1329

Actions (login required)

View Item
View Item