I MADE MULIA, - (2008) GENDER DALAM PERSPEKTIF TEKS SARASAMUSCAYA. Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
9. S2 BW 2008 I MADE MULIA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
ABSTRAK
GENDER DALAM PERSPEKTIF TEKS SARASAMUCCHAYA
Oleh: I Made Mulia
Permasalahan gender terjadi sebagai akibat sistem budaya patriarki yang dianut
masyarakat. Budaya ini mengakibatkan kaum perempuan tidak memiliki kesempatan
sosial yang sama di masyarakat. Mereka menjadi kelas dua yang harus mengikuti pihak
laki-laki. Perempuan identik dengan kaum yang lemah yang patut dilindungi oleh lakilaki yang kuat. Budaya ini telah mengakar kuat dan bahkan seolah-olah dilegitimasi oleh
agama. Budaya ini semakin kuat menjerat kaum perempuan sehingga dirinya sendiri
tidak menyadari keberadaannya telah dilemahkan hak asasinya karena budaya
mengijinkannya.
Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah konsep gender dalam teks
Sarasamuscaya, ideology yang ada di balik teks Sarasamuscaya, daan pandangan tokohtokoh Agama Hindu tentang gender dalam teks Sarasamuscaya. Secara umum penelitian
ini bertujuan ikut memberikan kontribusi pemikiran dalam bidang agama mengenai
kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya dalam gender menurut Hindu. Secara
khusus tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui ideologi dan berbagai hal
yang terkait dengan gender dalam teks Sarasamuscaya.
Penelitian ini menggunakan empat teori. Pertama, untuk menjelaskan tentang
gender penulis menggunakan teori gender. Kedua, untuk mengungkap mengenai
pemikiran yang ada di balik wacana gender digunakan teori ideologi. Ketiga, teori
dekonstruksi digunakan untuk meluruskan wacana gender yang ada dalam teks, dan
keempat, teori fenomenologi digunakan untuk menjelaskan keadaan di masyarakat secara
nyata.
Metode yang digunakan terdiri dalam beberapa tahapan, yakni: 1) Penentuan
lokasi penelitian, 2) Penentuan jenis dan pendekatan penelitian, 3) Penentuan data dan
sumber data melalui sumber data lapangan dan sumber data kepustakaan, 4) Penentuan
Informan, 5) Metode pengumpulan data melalui penelusuran naskah dan wawancara
mendalam, 6) Metode analisis data melalui reduksi data, klasifikasi data, display data,
dan interpretasi, dan 7) Penyajian hasil pengolahan data.
Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa dalam teks Sarasamuscaya
mengandung wacana gender yang cukup signifikan, dimana perempuan dinyatakan
sebagai sumber penderitaan dan segala sesuatu yang jelek. Tetapi disisi lain menyatakan
bahwa seorang ibu adalah yang paling mulia di antara manusia. Melalui teori ideologi
ditemukan ternyata ajaran yang terdapat khusus bagi kaum yang melakukan tapa dengan
pengekangan hawa nafsu. Mereka adalah kaum brahmachari yang semuanya adalah lakilaki. Dalam teks disebutkan sebagai seorang pandita harus menjauhi perempuan.
Pandangan para tokoh Hindu memandang perlu adanya interpretasi baru terhadap teks
sehingga pelaksanaannya tidak menimbulkan kebingungan dalam konteks moral.
Kata kunci: gender, Sarasamuscaya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 07 May 2026 01:35 |
| Last Modified: | 07 May 2026 01:37 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1334 |

