I NYOMAN MANTIK, - (2008) BANTEN PAKEKEH DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA PAKRAMAN TISTA KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM (KAJIAN BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
12. S2 BW 2008 I NYOMAN MANTIK.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (15MB)
Abstract
ABSTRAKSI
BANTÊN PAKЁKЁH
DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA PAKRAMAN TISTA
КЕСАМATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEМ
(Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna)
Pola kehidupan beragama pada masyarakat Hindu yang ada di desa Pakraman
Tista mengikuti tatanan konsep tri krangka dasar agama yakni tattwa, susila dan
upakara. Pada umumnya, dari ketiga krangka dasar tersebut dalam realisasi sosial
keagamaan, aspek upacara yang paling ditonjolkan. Aspek upacara merupakan bentuk
ekpresip yang secara silmultan merupakan wujud penampakan. Namun secara sistem
aspek yang satu dengan aspek lainnya saling terkait, saling memberikan fungsi.
Upacara merupakan salah satu elemen yang mendapat perhatian dalam
pelaksanaan aktivitas keagamaan. Fenomena tersebut bertalian dengan wacana
simplikasi dalam tatanan upacara pada masyarakat Hindu di desa Pakraman Tista.
Pada dasarnya munculnya wacana semacam ini diakibatkan oleh kurangnya
pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan makna dari sarana-sarana upakara
tersebut. Dalam upaya mensosialisasikan maksud tersebut, maka dalam penelitian ini
penulis mencoba untuk memberikan pemahaman dalam bentuk deskripsi analitik
mengenai sarana upakara yang difokuskan pada upacara perkawinan yaitu
penggunaan Bantên Pakêkêh. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk
mengetahui bentuk Bantên Pakékēh dalam upacara Perkawinan di desa Pakraman
Tista, (2) untuk mengetahui fungsi simbolik Banten Pakēkêh dalam upacara
perkawinan di desa Pakraman Tista, (3) untuk mengungkap makna simbolik Bantên
Pakêkêh dalam upacara perkawinan di desa Pakraman Tista.
Dalam upaya membedah fokus permasalahan dalam penelitian ini penulis
menggunakan teori yang relevan antara lain teori religi, teori setruktural fungsional
dan teori simbol. Teori religi adalah sebuah teori yang digunakan sebagai dasar
adanya keyakinan yang berasal dari kesadaran manusia terhadap adanya alam gaib
yaitu alam kehidupan yang tidak tampak, alam yang ada diluar batas panca indra dan
diluar batas akal manusia. Teori setruktural digunakan untuk membedah fungsifungsi yang berkaitan dengan penggunaan sarana-sarana upakara dalam Bantên
Pakêkêh. Teori simbol digunakan dalam mengungkap nilai makna simbolik sarana
upakara dalam bantên pakêkêh yang digunakan sebagai sarana dalam upacara
perkawinan pada masyarakat Hindu di Desa Pakraman Tista
Dalam upaya pengumpulan data penelitian ini penulis menggunakan metode
observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisis data diawali
dengan klasifikasi data, dilanjutkan dengan reduksi data kemudian diakhiri dengan
interpretasi data. Klasifikasi data bertujuan untuk mengelompokkan data sesuai
dengan keperluan analisis, reduksi data bertujuan memilih dan memilah data yang
dilanjutkan dengan mengeleminir data yang tidak diperlukan. Tehnik terakhir adalah
interpretasi data yang dilakukan dengan menafsirkan data untuk memperoleh makna
yang tersirat dalam sarana upakara berupa bantên pakêkêh pada masyarakat Hindu di
Desa Pakraman Tista.
Beradasarkan penelitian di lapangan, maka ada beberapa hal yang dapat
disampaikan, seperti:
Bentuk banten pakêkêh, secara fysik yaitu memakai dasar paso, sehingga
bundar dan menjulang keatas menyerupai silinder. Bentuknya sangat sederhana
namun indah kelihatan. Isinya penuh dengan nilai simbolik. Dalam penggunaanya
disesuaikan dengan budaya pembuatan jenis-jenis banten setempat. Bentuk simbolis
dalam banten pakekeh menyiratkan tingginya nilai budaya lokal terhadap ajaran
agama Hindu. Realitas ini mengindikasikan nilai estetik yang terdapat dalam sarana
upakara tersebut. Bertalian dengan nilai estetika yang ada maka dalam pembuatannya
memerlukan orang-orang yang berjiwa seni dan terampil dalam bidangnya.
Fungsi bantên pakêkêh yang dipergunakan dalam upacara perkawinan adalah
untuk menjadikan kokohnya sebuah perkawinan. Kokoh dalam arti kuat tidak mudah
untuk cerai. Kesucian pikiran dalam pembuatan bantên pakêkêh sangat berpengaruh
terhadap mereka yang diupacarai yakni kepada kedua mempelai. Bantên pakêkêh
memiliki fungsi penting, walaupun dalam pelaksanaan yang sangat sederhana.
Makna bantên pakêkêh dalam upacara perkawinan pada hakekatnya adalah
untuk menjaga keseimbangan, keharmonisan hidup baik lahir maupun bhatin dari
kedua mempelai demi kokohnya sebuah perkawinan.
Kata kunci: Bantên Pakêkëh dan Upacara Perkawinan
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 09 May 2026 03:31 |
| Last Modified: | 09 May 2026 03:33 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1337 |

