I NYOMAN SUIRKA, - (2008) EKSISTENSI PURA JAYAPRANA DI DESA KALIANGET KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG (KAJIAN BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
14. S2 BW 2008 I NYOMAN SUIRKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (17MB)
Abstract
ABSTRAK
Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa (sradha Bhakti kepada Ida
Sang Hyang widhi Wasu (Tuhan Yang Maha Esa) dan Dewa-dewa sbagai
manifestasi dari Tuhan dalam berbagai kemahakuasaan-Nya, masyarakat Hindu di
Bali membangun pura (tempat suci) atau tempat ibadah untuk memusatkan segala
pikirannya agar dapat menghayati dan membangkitkan getaran-getaran kesucian
sehingga dapat merasakan ketenangan dalam mendekatkan diri kehadapan Tuhan
Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pada mulanya gunung dan Laut
dianggap sebagai tenipat suci para dewa dan roh. Dalam perkembangan
selanjutnya kebudayaan umat manusia yang berawal dari kebudayaan sederhana
yang menganggap bahwa gunung sebagai tempat suci, kemudian secara perlahanlahan sistim pemujaan Hindupun mengalami perkembangan dari punden
berundak-undak sampai dibuatnya bangunan suci seperti pura. Tempat suci
sebagai tempat pemujaan secara umum dapat dbagi menjadi dua bagian yaitu:
tempat memuja Tuhan dan tempat memuja roh suci leluhur. Tempat memuja roh
suci leluhur ( atma siddha dewata), puranya bernama pura Jayaprana, yang
sangat unik karena tempat memuja roh Jayaprana di gedong meru tingkat tiga
posisinya lebih tinggi dari palinggih gedong sthana Raja Kalianget. Disamping itu
pula pangemong pura Jayaprana berasal dari 14 dadia dari wangsa yang berbeda.
Dari fenomena di atas ditemukan beberapa masalah yaitu bentuk fungsi dan
makna pura Jayaprana di Desa Kalianget kajian bentuk, fungsi, dan makna.
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan keberadaan, bentuk/struktur,
fungsi dan makna pura.
Penelitian ini menggunakan tiga teori: (1) untuk menjelaskan keberadaan,
struktur dan bentuk pura Jayaprana menggunakan teori strukturalisme fungsional,
(2) untuk mengungkap fungsi pura Jayaprana menggunakan teori religi. (3)
untuk mengungkapkan makna pura Jayaprana menggunakan teori
interaksionisme simbolik. Untuk menjawab masalah sesuai tujuan, penelitian ini
menggunakan metode yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1) penentuan
lokasi, (2) jenis dan pendekatan penelitian dengan menggunakan metode:
fenomenologi, antropologi dan teologi, (3) penentuan data dan sumber data, (4)
penentuan informan dengan system purposive sampling, (5) metode pengumpulan
data melalui observasi, wawancara mendalam, kepustakaan dan dokumentasi, (6)
metode analisis data melalui deskripsi rekaman, reduksi, klasifikasi, perincian
data, interpretasi dan penyajian hasil analisis.
Penyajian hasil analisis, berdasarkan Informan dari tokoh masyarakat
dinyatakan bahwa bentuk pura Jayaparana terbagi atas tiga mandala sebagai
tempat memuja atma siddha dewata Jayaprana yang dipalebon pada tanggal 12
Agustus 1949 dan jenek malinggih tanggal 14 April 1950 di Desa Kalianget. Dan
piodalannya dilaksanakan setiap enam bulan sekali (210 hari) jatuh pada hari
kamis paing wuku prangbakat. Pada saat piodalan tidak hanya warga Desa
Kalianget yang melaksanakan persembahyangan, melainkan umat Hindu dari luar
Desa Kalianget banyak yang datang untuk melakukan persembahyangan. Fungsi
pura ini adalah sebagai fungsi ritual, fungsi persembahyangan, fungsi etika, fungsi
sosial, ekonomi, dan fungsi budaya. Sesuai hasil analisis, disimpulkan bahwa
bentuk pura Jayaprana di desa Kalianget mirip dengan pura Dang kahyangan,
terbukti adanya palinggih meru bertingkat tiga sebagai tempat memuja roh
leluhur yang sudah suci (atma siddha dewata) yang berfungsi sebagai sthana Ida
Bhatara Sakti Wawu Rawuh dan Layonsari serta Raja Kalianget. Makna yang
terkandung didalamnya adalah makna religius, makna teologi, makna filosofi,
makna estetis, makna kepemimpinan dan makna etis untuk memuja Tuhan Yang
Maha Esa dalam manifestasi Beliau sebagai purusha dan pradana, yang dapat
mewujudkan kedamaian, keharmonisan dan kesejahteraan sosial.
Kata Kunci: Eksistensi, Pura Jayaprana Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 09 May 2026 04:01 |
| Last Modified: | 09 May 2026 04:04 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1339 |

