I WAYAN SUDANIA, - (2008) AJARAN TAPAK SUCI YOGACARA BHUMI SASTRA DALAM PAGURON SULING DEWATA DI DESA BANTAS KECAMATAN SELEMADEG TIMUR (PERSPEKTIF TEOLOGI). Masters thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
16. S2 BW 2008 I WAYAN SUDANIA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
ABSTRAK
AJARAN TAPAK SUCI YOGACARA BHUMI SASTRA DALAM PAGURON
SULING DEWATA DI DESA BANTAS KEC. SELEMADEG TIMUR
(Perspektif Teologi)
Ajaran Tapak Suci Yogacara Bhumi Sastra merupakan tradisi Wanaprastha
dalam mendalami ajaran Hindu Bali Kuna, yang berarti perjalanan suci menuju
Tuhan. Tapak Suci Yogacara Bhumi Sastra mengajarkan dan mempraktekkan ajaran
kesucian (Raja Yoga) yaitu Yogacara – Samadhi dengan fokus pemujaan pada Dewa
Nawa Sanga. Berkaitan dengan hal tersebut permasalahan yang dibahas dalam
penulisan ini adalah : (1) Bagaimana tahapan-tahapan ajaran Tapak Suci Yogacara
Bhumi Sastra? (2) Bagaimana Fungsi ajaran Tapak Suci Yogacara Bhumi Sastra
dalam kehidupan beragama ? (3) Bagaimana konsep Ketuhanan dalam ajaran Tapак
Suci Yogacara Bhumi Sastra?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tiga tahapan sebagai
berikut: (1) tahap pengumpulan data lewat wawancara dan observasi (2) tahap
analisis data, secara kualitatif yang bersifat deskriptif interpretatif dan (3) tahap
analisis hasil.
Penelitian ini menggunakan dua teori yaitu teori fungsional struktural dan
teori interaksionisme simbolik. Teori fungsional structural digunakan untuk
mengungkap tahapan-tahapan ajaran Tapak Suci Yogacara Bhumi Sastra dan teori
interaksionisme simbolik digunakan untuk mengungkap fungsi dan konsep ketuhanan
dalam ajaran Tapak Suci Yogacara Bhumi Sastra.
Berdasarkan hasil analisis, dapat dikemukakan bahwa ajaran Tapak Suci
Yogacara Bhumi Sastra terdiri dari tiga tahapan yaitu tahapan awal (calon yogi),
tahapan inti (yogi) dan tahapan akhir (maha yogi). Pada tahapan awal (calon yogi)
diajarkan mengenai; Puja Widhi Astawa, Japa Gayatri dan Ajian Teja Angga Sarira.
Pada tahapan inti (yogi) diajarkan mengenai; Mudra Nawa Sanga, Nawa Sanga
Astawa, Nawa Sanga Yogacara dan Sapta Cakra yang dirangkum menjadi satu
kesatuan dalam Tapa Nawa Sanga. Pada tahapan akhir (maha yogi ) diajarkan
mengenai; Pembangkitan Kundalini, Senjata Nawa Sanga, Manawa Madawa dan
Manunggal (Moksa).
Fungsi ajaran Tapak Suci Yogacara Bhumi Sastra dalam kehidupan beragama
yang di peroleh adalah meningkatkan kesucian, meningkatkan Sradha dan Bhakti,
mempercepat mencapai tujuan hidup (Moksa).
Konsep Ketuhanan dalam Ajaran Tapak Suci Yogacara Bhumi Sastra adalah
Tuhan sebagai sumber segala dan Yang Esa (Siwaistis) dengan fokus pemujaannya
kepada Dewa Nawa Sanga, yang dilandasi dengan Panca Sradha.
Kata Kunci : Tapak Suci Yogacara Bhumi Sastra, Tri Hita Karana, Paguron Suling
Dewata.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 - Brahma Widya |
| Depositing User: | Unnamed user with username isma |
| Date Deposited: | 09 May 2026 04:12 |
| Last Modified: | 09 May 2026 04:13 |
| URI: | http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1341 |

