PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI PUJA MANDALA DESA ADAT BUALU KECAMATAN KUTA SELATAN KABUPATEN BADUNG

IDA AYU OKA DIANANDINI, - (2022) PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI PUJA MANDALA DESA ADAT BUALU KECAMATAN KUTA SELATAN KABUPATEN BADUNG. Other thesis, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
1811011061_IDA AYU OKA DIANANDINI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK

Puja Mandala merupakan salah satu ikon kerukunan dan Pendidikan multikultur di Bali. Eksistensi dari Puja Mandala menepis kesenjangan antara agama minoritas dan mayoritas di Bali yang terlihat dari letak rumah ibadah yang dibangun secara berdampingan. Rumah ibadah yang diusung menjadisatu komplek Puja Mandala tersebut terdiri dari Pura Jagat Natha, Gereja Protestan Bukit Doa, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Budha Guna, dan Masjid Agung Ibnu Batutah. Dari keunikan Puja Mandala tersebut, kental akan nilai-nilai pendidikan multikultur dan implikasinya terhadap hubungan antar umat beragama. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain (1) Mengapa Puja Mandala dijadikan sebagai pusat pendidikan multikultur? (2) Bagaimana bentuk pendidikan multikultur yang ada di Puja Mandala? (3) Apakah implikasi pendidikan multikultur di Puja Mandala terhadap kehidupan berapa di komplek Puja Mandala? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor penyebab Puja Mandala dijadikan sebagai pusat Pendidikan multikultur, (2) bentuk-bentuk pendidikan multikultur di Puja Mandala, (3) implikasi pendidikan multikultur di Puja Mandala terhadap kehidupan beragama di komplek Puja Mandala. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah : (1) Teori Semiotika dari Charles Sander Pierce. (2) Teori Multikultur dari Horace Kallen. (3) Teori belajar bermakna dari David Ausubel. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Data dianalisis denga metode analisis deskriptif kualitatif denganlangkah-langkah reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan dan penyajian hasil analisis data. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab Puja mandala dijadikan pusat pendidikan multikultur adalah fator historis, psikologis, pragmatis. Bentuk pendidikan multikultur adalah berupa aktivitas sosial keberagamaan, interaksi komunikasi multikultur dan arsitektur bangunan. Implikasi pendidikan multikultur yakni terwujudnya harmonisasi dan kerukunan beragama, meningkatkan toleransi,meminimalisif konflik keberagamaan,dan penguatan moderasi beragama.
Kata Kunci : Pendidikan Multikultur, Puja Mandala

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Dharma Acarya > S1 - Pendidikan Agama Hindu
Depositing User: ulan
Date Deposited: 26 May 2026 06:18
Last Modified: 26 May 2026 06:18
URI: http://repository.uhnsugriwa.ac.id/id/eprint/1355

Actions (login required)

View Item
View Item